Ciptakan 500 Ribu Eksportir Baru, Sri Mulyani Tekankan Kolaborasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, yakin Indonesia bisa menciptakan 500 ribu eksportir baru hingga 2030. Namun dibutuhkan kerja sama berbagai pihak untuk mencapainya.

"Saya optimis 500 ribu ini akan dapat tercipta sesuai harapan penyelenggara. karena ekspor adalah kegiatan yang menggambarkan daya saing dan perekonomian suatu negara," tutur Sri Mulyani dalam konferensi 500K Eksportir Baru "Memacu Ekspor UMKM" pada Selasa (20/4/2021).

Menurut Sri Mulyani, ekspor merupakan turunan dari berbagai keahlian termasuk dari sisi inovasi, produktivitas, dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.

Ia mengatakan dengan dukungan berbagai pihak, maka Indonesia bisa meningkatkan daya saing dan membangun UMKM.

"Suksesnya ekspor suatu negara tidak akan bisa satu pihak seperti pemerintah pusat dan daerah, tapi juga penting peranan dari sektor swasta dan elemen pendukungnya," jelasnya.

Ia mengatakan, kinerja ekspor Indonesia pada Maret 2021 sangat impresif karena menunjukkan pemulihan ekonomi yang cukup kuat yaitu tumbuh 30,47 persen secara tahunan (year on year/)yoy. Pencapaian ini sangat tinggi dibanding dua tahun terakhir, terutama pada 2020 saat pandemi Covid-19 pertama kali muncul, sehingga membuat pertumbuhan ekonomi dunia merosot.

Pada saat bersamaan, kenaikan kinerja ekspor juga disertai peningkatan impor 25,73 persen yoy

"Kenaikan dari ekspor ini menunjukkan pulih dan bangkitnya kembali pelaku ekonomi indonesia, serta ekonomi dunia," katanya.

Mendag Soal Ekspor UMKM: Jumlah Banyak, tapi Nilainya Kecil

Mendag Muhammad Lutfi hadir pada rapat kerja di ruang rapat Komisi VI DPR RI, kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Rapat kerja ini membahas realisasi anggaran tahun 2020, rencana kegiatan dan anggaran sesuai daftar isian pelaksanaan anggaranTahun 2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Mendag Muhammad Lutfi hadir pada rapat kerja di ruang rapat Komisi VI DPR RI, kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Rapat kerja ini membahas realisasi anggaran tahun 2020, rencana kegiatan dan anggaran sesuai daftar isian pelaksanaan anggaranTahun 2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi menyebut, jumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air saat ini menguasai lebih dari 90 persen pelaku ekspor. Hanya saja, dari jumlah tersebut, nilai ekspor UMKM tidak lebih besar dari 12 persen

"Jumlah banyak, tapi yang ekspor yang secara nilai jumlahnya kecil," katanya dalam acara MilenialHub 2021, secara virtual pada Sabtu 17 April 2021.

Dia memahami, UMKM belum bisa melakukan penetrasi di pasar internasional. Bahkan pihaknya sendiri tengah mengevaluasi kenapa permasalahan itu bisa terjadi.

Mendag Lutfi mengemukakan masih ada beberapa persoalan mendasar. Sebagai perbandingan untuk 10 besar ekspor nonmigas sama dengan 60 persen ekspor total barang-barang produk. Sementara 30 dari ekspor nonmigas sama dengan hampir 90 persen ekspor nonmigas kita.

"Dari top 30 itu paling tidak nilainya USD1 miliar. Jadi artinya pohon industri di Indonesia belum bisa menyeluruh, karena masih bolong-bolong industrinya," jelasnya.

Oleh karena itu, menurutnya UMKM yang syarat dengan karakteristrik miskin networking, miskin dari sumber daya, miskin dari permodalan, belum bisa menembus pasar ekspor tersebut.

"Sekarang Kemendag sedang memberikan kampanye bukan hanya memperbaiki kualitas dan networknya dan membantu pendanaan atau modal capitalnya agar pelaku-pelaku ekonomi baru terutama minlenal bisa jadi penggerak ekonomi nasional. Salah satunya dengan ekspor," jelasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: