CIR Prediksi Pilkada DKI Dua Putaran

Jakarta (ANTARA) - "Center for Indonesia Reform" (CIR) memprediksi Pemilu Kepala daerah DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran.

"Pada putaran kedua akan bertarung Jokowi-Ahok dan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini. Mereka mewakili semangat populisme dan `grass root` versus profesionalisme dan kelas menengah. Ini sangat positif bagi ibu kota karena dapat mencegah anarkisme dan pragmatisme (money politics)," kata peneliti CIR Rian Stadi di Jakarta, Kamis.

CIR merupakan lembaga kajian strategi dan kebijakan, serta rujukan informasi untuk masalah ekonomi, politik, sosial-budaya, sains-teknologi, hukum dan hak asasi manusia (HAM). Lembaga itu didirikan pada 30 November 2001 di Jakarta.

Menurut dia peluang Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini cukup besar karena menyolidkan kembali konstituen PKS yang mencapai sedikitnya 25 persen pemilih tahun 2004 ditambah pendukung PAN yang lebih cendrung ke Rachbini.

Argumentasinya, kata dia, karena calon gubernur petahanan (incumbent) Foke (Fauzi Bowo) mengambil cawagub dari Partai Demokrat juga (Nachrowi), yang disebutnya seperti "jeruk makan jeruk".

Ia mengemukakan bahwa berdasar survei cepat, popularitas Foke-Nara merosot drastis karena ditantang Jokowi-Ahok, yang diusung PDIP-Gerindra.

Sementara itu, ratusan anak muda di Jakarta Timur mendeklarasikan "Klub Pendukung Nurani (Nur Wahid-Rachbini)", dalam acara makan soto bareng di RM Soto Kudus, Condet.

"Kami mengundang rakyat miskin kota di sekitar Condet, Pasar Rebo dan Kramat Jati untuk `tasyakur` atas majunya tokoh muda dalam Pilkada. Ini mengejutkan dan membuka harapan banyak orang yang sebelumnya Golput karena kecewa denga gaya Foke," kata Imam Nur Azis, pemilik warung yang menggratiskan makan bagi kalangan warga kecil.

Mereka adalah tukang ojek, penyandang cacat, satpam, ibu-ibu pedagang kaki lima dan anak muda pengangguran.

"Saya senang diundang meski baru kenal Bang Hidayat (Nur Wahid). Saya pesan agar warga di bantaran kali ditertibkan, tidak buang sampah sembarangan. Itu penyebab banjir. Selain itu, keamanan ditingkatkan, sehingga menekan pencurian kendaraan bermotor," kata Nasrulloh, satpam di sekolah Global Islamic.

Sedangkan Neni yang menjaga warung pinggir jalan mengatakan, "Orangnya kelihatan santun dan ganteng. Tidak menakutkan atau bergaya tentara," katanya. (rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.