Ciri-Ciri Bayi Alergi Susu Formula

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Dari lahir hingga usia 2 tahun, sebaiknya anak diberikan Air Susu Ibu (ASI). Hal ini dikarenakan ASI mampu meningkatkan kekebelan tubuh, mengandung gizi yang baik, hingga mengoptimalkan perkembangan anak.

Namun, ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan untuk memberikan anak ASI. Maka orangtua harus menggantikannya dengan susu formula. Namun saat memberikan susu formula, orangtua harus teliti karena tidak semua produk cocok dengan si kecil.

Ketidak cocokan tersebut bisa terjadi karena anak alergi atau memiliki intoleransi laktosa. Lalu bagaimana ciri anak tidak cocok susu formula?

1. Perut si kecil menjadi kembung, sakit perut, diare, kolik, hingga muntah

2. Ruam merah, gatal, hingga pembengkakan pada bibir atau mulut.

3. Pilek, gangguan pernafasan, pilek, batuk, sesak nafas, napas berbunyi.

4. Reaksi anafilaksis yang butuh penanganan medis segera

Berapa lama menguji memberikan anak susu formula?

Saat harus memilih formula, berikan waktu. Sama seperti orang dewasa, jika diet tidak mengharapkan hasil dalam semalam.

Hal yang sama berlaku untuk bayi, perlu memberi waktu bayi untuk pulih dari satu formula sebelum menilai formula berikutnya. Dr. Young menyarankan untuk memberikannya setidaknya seminggu atau sepuluh hari.

"Sepuluh hari adalah waktu yang sangat lama dalam dua bulan kehidupan tetapi ada baiknya untuk menilai apakah ada peningkatan atau tidak. Beralih terlalu cepat tidak memberi waktu untuk penyembuhan apa pun baiknya dapat diamati," Dr. Young melansir weightandwellness.com.

Tips Mengatasi Gejala Bayi yang Tidak Cocok Susu Formula

botol susu bayi/copyright: pexels.com/burst
botol susu bayi/copyright: pexels.com/burst

Agar tepat dalam menyikapi ciri-ciri bayi tidak cocok formula, berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan, melansir Alodokter

Berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terkait penggantian produk susu formula yang lebih cocok untuk Si Kecil, jika Si Kecil memang tidak ada pilihan lain selain susu formula.

Jangan memberi susu formula jenis apa pun, termasuk yang berbahan dasar kedelai, kepada Si Kecil tanpa mendapatkan saran medis terlebih dahulu. Melakukan diet bebas susu atau produk olahan susu apabila Anda masih memberikan ASI kepada Si Kecil.

Jika Si Kecil tidak cocok dengan susu formula karena intoleransi laktosa, bisa mengatasinya dengan beberapa cara berikut ini:

Hindari atau batasi semua produk susu dan makanan yang mengandung laktosa. Periksa label makanan saat belanja untuk memastikan tidak terdapat kandungan laktosa atau susu.

Berikan kepada Si Kecil produk susu yang bebas laktosa.Perhatikan apakah terjadi gejala intoleransi laktosa saat memberikan makanan baru kepada Si Kecil.

Lengkapi makanan pendamping ASI Si Kecil dengan sumber kalsium, seperti sayuran hijau, jus buah, tahu, brokoli, salmon, dan buah jeruk sebagai pengganti asupan kalsium dari susu.

Jangan lupa untuk melengkapi pula makanan Si Kecil dengan vitamin dan mineral lainnya, seperti vitamin A, vitamin B, vitamin D, dan fosfor.

#changemaker