Ciri-Ciri Cerita Fiksi, Struktur, Jenis, dan Unsur-unsurnya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Cerita fiksi adalah cerita khayalan atau tidak nyata. Cerita fiksi dibuat berdasarkan imajinasi dan kreativitas dari si penulis cerita.

Dalam cerita fiksi biasanya menggambarkan kejadian, pengalaman seseorang, atau sejarah yang dibumbui dengan imajinasi dan kreativitas dari penulis.

Jadi, cerita fiksi cenderung memiliki struktur yang bebas atau sesuai dengan penulis. Kendati demikian, cerita fiksi biasanya sarat pesan moral di dalamnya.

Meski hanya berupa cerita khayalan atau imajinasi, karya sastra fiksi terbukti banyak diminati. Banyak orang yang menikmati karya sastra fiksi, seperti cerpen, novel, dongeng, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, bagi kamu yang belum paham tentang cerita fiksi, bisa mencari tahu ciri-cirinya. Dengan membaca ciri-ciri cerita fiksi, kamu akan paham apa itu cerita fiksi.

Berikut ini rangkuman tentang ciri-ciri cerita fiksi, struktur, jenis hingga unsur-unsurnya, seperti dilansir dari laman Gurupendidikan, Rabu (17/2/2021).

Ciri-Ciri Cerita Fiksi

Ilustrasi menulis. (dok. Pixabay.comStockSnap/Putu Elmira)
Ilustrasi menulis. (dok. Pixabay.comStockSnap/Putu Elmira)

• Sifatnya rekaan atau imajinasi dari pengarang.

• Terdapat kebenaran yang relatif atau tidak mutlak.

• Umumnya menggunakan bahasa yang bersifat konotatif atau bukan sebenarnya.

• Tidak memiliki sistematika yang baku.

• Umumnya karya fiksi menyasar emosi atau perasaan pembaca, bukan logika.

• Terdapat pesan moral atau amanat tertentu.

Struktur Cerita Fiksi

Ilustrasi cerita fiksi. Credit: pexels.com/Snapwire
Ilustrasi cerita fiksi. Credit: pexels.com/Snapwire

• Abstrak

Bagian yang berisi sebuah cerita singkat dari cerita keseluruhan atau berisi cerita inti sebuah teks cerita fiksi. Bagian ini bersifat opsional, boleh ada boleh tidak.

• Orientasi

Bagian yang menjelaskan tentang tema, latar belakang tema, serta tokoh dalam novel. Bagian ini biasanya ditemui pada bagian awal cerita dan menjadi penjelas dari cerita fiksi dalam novel.

• Komplikasi

Bagian yang berisi tentang permasalahan-permasalahan yang mulai dihadapi para tokoh dalam cerita.

• Evaluasi

Bagian dari cerita yang berisi tentang pembahasan, pemecahan, atau penyelesaian masalah yang dihadapi para tokoh, namun belum berakhir.

• Resolusi

Bagian yang berisi inti pemecahan masalah dari masalah yang dihadapi para tokoh.

• Koda (reorientasi)

Bagian yang berisi amanat cerita atau pesan moral yang dipetik dari cerita fiksi.

Jenis-Jenis Cerita Fiksi

Ilustrasi membaca cerita fiksi. Credit: unsplash.com/Thought
Ilustrasi membaca cerita fiksi. Credit: unsplash.com/Thought

Novel

Novel merupakan sebuah cerita fiksi yang menceritakan seorang tokoh utama yang kehidupannya dipenuhi dengan pro dan kontra dalam ceritanya. Mulai awal hingga akhir, novel memiliki klimaks atau ending.

Ciri-ciri novel adalah:

• Tidak dibaca sekali duduk.

• Plot mengarah ke insiden atau kejadian jamak.

• Watak tokoh dilakukan pengembangan secara penuh.

• Dimensi ruang dan waktu yang lebih luas, cerita lebih luas dan bisa mencapai keutuhan secara inklusi.

Roman

Roman adalah cerita fiksi yang menceritakan kehidupan seorang atau beberapa tokoh, mulai dari lahir hingga kematiannya.

Cerita roman biasanya memiliki banyak hikmah dan cenderung mengarah pada cerita klasik. Banyak jenis bacaan roman yang dapat Anda temui, seperti roman petualangan, roman psikologis, roman percintaan, dan lain-lain.

Cerpen

Cerpen adalah karya fiksi dengan cerita yang lebih pendek dan lebih padat dibanding novel dan roman.

Ciri-ciri cerpen adalah:

• Bisa dibaca dalam sekali duduk.

• Plotnya mengarah hanya kepada suatu insiden atau kejadian tunggal.

• Watak tokoh tidak dikembangkan secara penuh apabila tokoh itu baik, maka hanya kebaikan saja yang diceritakan sedangkan sifat lainnya tidak.

• Dimensi ruang dan waktunya terbatas, cerita lebih berisi, memusat dan mendalam, mencapai keutuhan secara ekslusi.

Unsur Cerita Fiksi

Ilustrasi membaca cerita fiksi. Credit: pexels.com/Enzo
Ilustrasi membaca cerita fiksi. Credit: pexels.com/Enzo

Unsur dalam cerita fiksi dibagi menjadi dua, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik.

Unsur-Unsur Intrinsik Cerita Fiksi

• Tema, yaitu gagasan atau ide dasar yang menjadi landasan suatu karya sastra yang terkandung dalam teks.

• Tokoh, yaitu pelaku dalam cerita.

• Alur/plot, yaitu urutan kejadian cerita.

• Konflik, yaitu permasalahan-permasalahan yang dihadapi para tokoh dalam cerita.

• Klimaks, adalah ujung dari konflik, atau konflik yang telah mencapai tingkat intensitas tinggi dan hal ini tidak dapat dihindari.

• Latar, yaitu tempat, waktu dan suasana yang menjadi tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.

• Amanat, adalah pesan moral yang disampaikan oleh pengarang melalui cerita yang ia buat.

• Sudut pandang, adalah cara pandang pengarang dalam menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita tersebut kepada pembaca.

Unsur-Unsur Ekstrinsik Cerita Fiksi

Unsur ekstrinsik adalah keadaan di luar cerita, namun memengaruhi jalan cerita.

• Keadaan subjektivitas individu pengarang yang memiliki sikap.

• Keyakinan.

• Pandangan hidup yang keseluruhan akan memengaruhi karya yang ditulisnya.

• Psikologi, baik berupa psikologi pengarang seperti ekonomi, politik, dan sosial.

• Pandangan hidup suatu bangsa.

• Berbagai karya seni lain dan lain sebagainya.

• Kaidah kebahasaan teks cerita fiksi.

Kaidah Kebahasaan Cerita Fiksi

Ilustrasi membaca cerita fiksi. Credit: pexels.com/Aline
Ilustrasi membaca cerita fiksi. Credit: pexels.com/Aline

Kaidah bahasa cerita fiksi adalah sebagai berikut:

• Metafora, yaitu perumpamaan yang digunakan untuk membandingkan sebuah benda atau menggambarkan secara langsung atas dasar sifat yang sama.

• Metonimia, yaitu gaya bahasa dengan menggunakan kata tertentu sebagai pengganti dari kata yang sebenarnya, tetapi penggunaannya hanya pada kata yang memiliki pertalian yang begitu dekat.

• Simile (persamaan), yaitu tata bahasa yang digunakan sebagai pembanding yang bersifat eksplisit dengan maksud menyatakan sesuatu hal dengan hal lainnya.

Sumber: Gurupendidikan