Ciri-Ciri Cerpen, Fungsi, dan Jenis-jenisnya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Cerita pendek atau sering disingkat cerpen merupakan satu di antara karya sastra berbentuk prosa yang hanya memiliki satu tahapan alur cerita.

Seperti namanya, cerpen cenderung singkat, padat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novelet dan novel.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerita berarti tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal atau karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, penderitaan orang, atau kejadian baik yang sungguh terjadi maupun hanya rekaan belaka.

Cerpen biasanya mengangkat berbagai macam jenis kisah, baik itu kisah nyata maupun kisah fiksi. Cerita pendek kebanyakan berfokus pada satu kejadian tertentu atau spesifik dan terdiri dari beberapa pemeran karakter.

Definisi klasik dari cerpen ialah harus dapat dibaca dalam waktu sekali duduk. Ada juga menyebutkan panjang cerpen tidak lebih dari 20 ribu kata atau paling tidak mencapai 10 ribu kata.

Itulah sedikit penjelasan mengenai apa itu cerpen. Untuk mengetahui lebih dalam bisa memahami cirinya. Apa saja ciri-cirinya?

Berikut ini rangkuman tentang ciri-ciri cerpen, fungsi, dan jenis-jenisnya yang perlu diketahui, seperti dilansir dari laman bahteraindonesia.unwir.ac.id, Jumat (24/9/2021).

Ciri-Ciri Cerpen

Ilustrasi cerita. (Image by �� Mabel Amber ��, Messianic Mystery Guest from Pixabay0
Ilustrasi cerita. (Image by �� Mabel Amber ��, Messianic Mystery Guest from Pixabay0

Ciri-Ciri Cerpen

1. Jalan ceritanya lebih pendek dari novel.

2. Sebuah cerpen memiliki jumlah kata yang tidak lebih dari 10.000 kata.

3. Biasanya isi cerita cerpen berasal dari kehidupan sehari-hari.

4. Tidak menggambarkan semua kisah para tokohnya, hal ini karena dalam cerpen yang digambarkan hanyalah inti sarinya saja.

5. Tokoh dalam cerpen digambarkan mengalami masalah atau suatu konflik hingga pada tahap penyelesaiannya.

6. Pemakaian kata yang sederhana serta ekonomis dan mudah dikenal pembaca.

7. Kesan yang ditinggalkan dari cerpen tersebut sangat mendalam sehingga pembaca dapat ikut merasakan kisah dari cerita tersebut.

8. Biasanya hanya terdapat satu kejadian saja yang diceritakan.

9. Memiliki alur cerita tunggal dan lurus.

10. Penokohan pada cerpen sangat sederhana, tidak mendalam serta singkat.

Fungsi Cerpen

Ilustrasi cerita fiksi. Credit: pexels.com/Gabby
Ilustrasi cerita fiksi. Credit: pexels.com/Gabby

Fungsi Cerpen

1. Fungsi rekreatif: sebagai penghibur bagi para pembaca.

2. Fungsi estetis: memiliki nilai estetika atau keindahan sehingga memberi rasa puas dalam hal estetis bagi para pembaca.

3. Fungsi didaktif: memberi pembelajaran atau pendidikan bagi para pembaca.

4. Fungsi moralitas: memiliki nilai moral sehingga pembaca mengetahui mana yang baik dan buruk berdasarkan cerita yang terkandung.

5. Fungsi relegiusitas: memberi pembelajaran religius sehingga dapat dijadikan contoh bagi pembaca.

Jenis-Jenis Cerpen

Ilustrasi cerita fiksi. Credit: pexels.com/Aline
Ilustrasi cerita fiksi. Credit: pexels.com/Aline

Berdasarkan jumlah kata, cerpen dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Cerpen mini (flash)

Cerpen mini adalah cerpen dengan jumlah kata antara 750-1000 kata.

2. Cerpen ideal

Cerpen ideal adalah cerpen dengan jumlah kata antara 3000-4000 kata.

3. Cerpen panjang

Cerpen panjang adalah cerpen yang jumlah kata 4000-10.000 kata.

Berdasarkan teknik pengarangnya, cerpen dibagi menjadi dua, sebagai berikut:

1. Cerpen sempurna

Cerpen sempurna adalah teknik penulisan cerpen oleh pengarang di mana cerpen yang ditulis hanya terfokus pada satu tema dan memiliki plot yang sangat jelas, serta ending atau penyelesaiannya mudah dipahami.

Cerpen jenis ini pada umumnya bersifat konfensional dan berdasar pada realitas (fakta).

2. Cerpen tak utuh

Cerpen tak utuh adalah teknik penulisan cerpen di mana pengarang menulis cerpen dengan tidak terfokus pada suatu tema atau berpencar, susunan plot atau alurnya tidak tertata, serta ending-nya mengambang.

Cerpen jenis ini umumnya bersifat kontemporer dan ceritanya ditulis berdasarkan gagasan atau ide yang orisinal.

Sumber: unwir.ac.id

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel