Ciri-Ciri Hamil Anak Laki-Laki Menurut Dokter, Ketahui Faktanya

Liputan6.com, Jakarta Ciri-ciri hamil anak laki-laki menurut dokter biasanya sudah berdasarkan penjelasan ilmiah. Banyak orang menebak-nebak jenis kelamin saat sedang mengandung. Jenis kelamin bayi memang membuat penasaran para calon orang tua. Ini membuat orang percaya ciri-ciri hamil anak laki-laki yang beredar di masyarakat.

Padahal, bisa jadi ciri-ciri hamil anak laki-laki yang dipercaya kebanyakan orang adalah mitos belaka. Hal ini membuat sebagian orang bertanya-tanya mengenai ciri-ciri hamil anak laki-laki menurut dokter.

Untrasonografi atau USG adalah cara paling akurat untuk mengetahui ciri-ciri hamil anak laki-laki. Ciri-ciri hamil anak laki-laki yang masih banyak dipercaya menurut dokter masih jauh dari fakta dan lebih sebagai mitos.

Berikut ulasan mengenai ciri-ciri hamil anak laki-laki menurut dokter, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (14/1/2020).

Fakta ciri-ciri hamil anak laki-laki menurut dokter

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Detak jantung bayi lebih rendah dari 140 per menit

Mitos ciri-ciri hamil anak laki-laki yang cukup populer adalah detak jantung bayi. Beberapa orang percaya bahwa jika jantung bayi berdetak kurang dari 140 denyut per menit berarti ibu mengandung bayi laki-laki. Sebaliknya, kecepatan detak jantung lebih dari 140 denyut per menit berarti ibu mengandung bayi perempuan.

Faktanya, peneliti membantah mitos mengenai tingkat detak jantung yang menentukan jenis kelamin bayi beberapa dekade lalu dalam sebuah penelitian. Mereka tidak menemukan perbedaan signifikan antara denyut jantung pada janin laki-laki dan perempuan.

Bentuk perut yang lebih ke depan

Beberapa orang mengatakan bentuk kandungan bayi laki-laki akan cenderung lebih maju ke depan daripada bayi perempuan. Namun, bukti ilmiah tidak mendukung teori ini.

Faktanya, bentuk perut dan berat badan pada wanita hamil tergantung pada tipe badan, pertambahan berat badan, tingkat kebugaran, dan kekuatan otot.

Fakta ciri-ciri hamil anak laki-laki menurut dokter

Ilustrasi ibu hamil (iStockphoto)

Tidak mengalami “Morning Sickness”

Morning sickness adalah kondisi yang umum dialami perempuan yang sedang hamil terutama saat mereka hamil muda. Mitos beredar ibu yang mengandung bayi laki-laki tidak mengalami morning sicknes. Sebaliknya, wanita hamil dengan morning sickness ekstrem dikaitkan dengan ciri-ciri hamil anak perempuan.

Faktanya, hormon yang memengaruhi morning sickness memang cenderung lebih tinggi dimiliki ibu dengan anak perempuan. Namun, ibu yang hamil anak laki-laki juga berpotensi mengalami morning sickess parah.

Perubahan warna urin

Hal ini juga dipercaya bahwa jika urin seorang ibu hamil berubah warna menjadi kuning terang, maka ia sedang mengandung bayi laki-laki.

Namun, faktanya, tidak ada korelasi antara warna urin dan jenis kelamin bayi. Proses sekresi urin terjadi di sistem kemih yang semua terganung pada apa yang diminum ibu selama kehamilan.

Fakta ciri-ciri hamil anak laki-laki menurut dokter

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/LightField Studios

Pertumbuhan bulu kaki

Mitos juga mengatakan bahwa pertumbuhan bulu kaki yang cepat dikaitkan dengan jenis kelamin laki-laki pada bayi. Ini dipercaya karena perubahan hormon yang dipengaruhi janin.

Faktanya, janin tidak dapat memengaruhi hormon yang menyebabkan pertumbuhan rambut cepat pada ibu.

Ngidam

Ada mitos yang mengatakan bahwa ibu yang cenderung ngidam makanan asam atau asin adalah tanda hamil anak laki-laki. Sementara ika seorang wanita ngidam makanan manis, hal ini merupakan ciri-ciri hamil anak perempuan.

Namun, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mengidam makanan selama kehamilan dapat menunjukkan jenis kelamin bayi.

Cara Mendapatkan Anak Laki-laki menurut Dr Boyke

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/interstid

Ciri-ciri hamil anak laki-laki menurut dokter hanya dapat dianalisis melalui USG. Ciri-ciri hamil anak laki-laki yang beredar tak lebih hanyalah mitos yang tak didasari penjelasan ilmiah.

Namun, ada cara untuk mendapatkan anak dengan jenis kelamin yang diinginkan. Hal ini diungkapkan oleh Dr Boyke Dian Nugraha. Menurutnya, penentu jenis kelamin anak ada pada sperma milik suami. Kalau sperma suami X kemungkinan memiliki anak perempuan terbuka lebar. Sementara yang ingin punya anak laki-laki, pastikan suami memiliki sperma Y.

"Untuk mendapatkan sperma X, tentu sesuai dengan kondisi vagina si istri. Vagina istri haruslah dalam keadaan asam. Dan untuk anak laki-laki, vagina harus basa," kata Boyke dikutip dari Vidio.com.

Untuk menghasilkan sperma Y, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Biasanya 3 bulan sebelum pembuahan kondisi ini bisa diatur dengan berbagai cara, seperti mengatur pola makan. Meski tidak menjamin berhasil 100%, namun kebanyakan orang berhasil menggunakan metode ini.

Cara Mendapatkan Anak Laki-laki menurut Dr Boyke Lainnya

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Africa Studio

Pola makan

Untuk mendapatkan anak laki-laki, suami harus memperbanyak makan daging dan istri perlu memperbanyak konsumsi sayuran atau menerapkan pola makan vegetarian. Kondisi tubuh wanita yang cenderung asam mampu membunuh sperma anak laki-laki yang hanya mampu bertahan sekitar 48 jam saja di dalam rahim. Untuk itu, untuk menjaga kondisi tubuh tetap basa bisa di lakukan dengan mengonsumsi beberapa makanan seperti jamur, buah, dan sayur-sayuran

Berhubungan Seks Tepat di Masa Subur

Berhubungan seks sebaiknya dilakukan saat istri memasuki masa ovulasi atau di saat keluarnya telur yaitu di hari ke-12. Hal ini dikarenakan sifat sel sperma Y, memiliki bentuk yang lebih kecil dan gesit tetapi hanya mampu bertahan paling lama 48 jam dalam rahim. Ini bisa meningkatkan kemungkinan hamil anak laki-laki, karena sperma Y akan mengungguli kecepatan sperma X untuk bertemu dan dibuahi oleh sel telur.