Ciri-Ciri Karya Ilmiah, Tujuan, Struktur, dan Jenis-jenisnya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Karya ilmiah adalah serangkaian laporan tertulis yang dipublikasikan melalui pengkajian mendalam. Dalam karya ilmiah, seseorang bisa mendapatkan informasi yang akurat serta berfungsi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karya ilmiah merupakan karya tulis yang dibuat dengan prinsip ilmiah, menurut data dan fakta (observasi, eksperimen, kajian pustaka).

Karya ilmiah erat dengan dunia pendidikan dan penelitian. Kebanyakan karya ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil dari riset yang dilakukan lembaga penelitian maupun pendidikan.

Beberapa jenis karya tulis ilmiah yang populer, antara lain makalah, paper, skripsi, tesis, dan disertasi.

Jadi, beberapa ciri-ciri karya ilmiah adalah dibuat setelah menentukan sebuah permasalahan, lalu diikuti dengan penelitian, pengumpulan data, pengolahan data, analisis, dan kesimpulan yang diperoleh, serta dilaporkan menjadi naskah tersendiri.

Nah, bagi kamu yang sedang membuat karya ilmiah, ada baiknya untuk memahami terlebih dahulu tentang ciri-ciri karya ilmiah.

Berikut ini rangkuman tentang ciri-ciri karya ilmiah, seperti dikutip dari laman Gurupendidikan dan Dosenbahasa, Selasa (9/2/2021).

Ciri-Ciri Karya Ilmiah

Ilustrasi menulis. (Nick Morrison/ Unsplash)
Ilustrasi menulis. (Nick Morrison/ Unsplash)

1. Reproduktif

Karya ilmiah ditulis oleh peneliti atau penulis harus diterima dan dimaknai oleh pembacanya sesuai makna yang ingin disampaikan. Pembaca harus bisa langsung memahami konten dari karya ilmiah.

2. Tidak Ambigu

Sebuah karya ilmiah harus memberikan pemahaman secara detail dan tidak dikemas dengan bahasa yang tidak membingungkan. Dengan begitu, maksud dari karya ilmiah itu bisa langsung diterima oleh pembacanya.

3. Harus Objektif dan Hindari Kesan Emotif

Ciri-ciri karya ilmiah selanjutnya ialah harus objektif dan tidak boleh emotif atau dibuat dengan dasar perasaan penulis. Hal ini penting agar karya ilmiah yang dibuat dapat menjadi suatu karya objektif, bukan berpihak pada emosi penulis.

4. Menggunakan Bahasa yang Baku dan Memperhatikan Cara Penulisan yang Tepat

Ciri-ciri karya ilmiah yang keempat, mengharuskan karya ilmiah untuk ditulis menggunakan bahasa yang baku dan memperhatikan cara penulisan yang tepat. Bahasa yang baku maksudnya di sini adalah bahasa yang formal dan resmi sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

5. Menggunakan Kaidah Keilmuan

Ciri-ciri karya ilmiah yang kelima, yakni sebuah karya ilmiah harus ditulis dan disusun dengan kaidah keilmuan. Kaidah keilmuan di sini maksudnya adalah metodologi penelitian yang harus diperhatikan oleh penulis karena dengan metodologi, karya ilmiah memiliki kerangka pemikiran yang logis.

6. Berkohesi dan Menggunakan Kalimat yang Efektif

Ciri-ciri karya ilmiah yang terakhir ialah berkohesi dan menggunakan kalimat yang efektif. Berkohesi di sini maksudnya adalah antara satu bab dengan bab yang lain harus saling berkesinambungan, terutama isinya.

Hindari penggunakan kalimat yang tidak efektif alias bertele-tele dalam menulis sebuah karya ilmiah.

Tujuan dan Struktur Karya Ilmiah

Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com/alexa mazzarello
Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com/alexa mazzarello

Tujuan Penulisan Karya Ilmiah

  • Sebagai wahana untuk melatih ide tersurat atau hasil penelitian dalam bentuk karya ilmiah yang sistematis dan metodologis.

  • Makalah ilmiah yang telah ditulis diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dan masyarakat.

  • Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.

  • Membuktikan pengetahuan dan potensi ilmiah yang dimiliki oleh siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah dalam bentuk karya ilmiah yang bersangkutan setelah mendapat pengetahuan.

  • Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

Struktur Karya Ilmiah

  • Bagian Pendahuluan

Bagian pendahuluan berisi dasar dalam penelitian ilmiah yang dilakukan, masalah yang diangkat, dan mekanisme dari penyelesaian masalah tersebut.

  • Bagian Isi dan Pembahasan

Bagian dari isi dan pembahasan biasanya terdiri dari satu atau dua bab, dengan jumlah bab yang tergantung pada seberapa pelik pembedahan dan pembahasannya dari bahan penelitian itu sendiri.

  • Bagian Penutup dan Kesimpulan

Bagian dari kesimpulan adalah hasil analisis penelitian dari bagian isi dan pembahasan. Kesimpulan yang disampaikan di bagian yang berupa penjelasan singkat dan padat. Biasanya bagian ini terdiri dari satu bab saja dan ditambah dengan paparan dan saran.

Jenis-Jenis Karya Ilmiah

Ilustrasi menulis. /Sumber: Pixabay.
Ilustrasi menulis. /Sumber: Pixabay.

Makalah

Makalah bisa diartikan sebagai karya tulis ilmiah, yang kajian masalahnya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris objektif. Makalah biasanya dipaparkan dalam sebuah seminar berupa presentasi atau bisa juga untuk dipresentasikan di kelas.

Artikel Ilmiah

Dalam konteks jurnalistik, artikel merupakan karya ilmiah yang berisi pendapat subjektif. Sedangkan menurut sudut pandang ilmiah, artikel dapat diartikan sebagai karya tulis yang sengaja dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau kumpulan artikel dengan memperhatikan kaidah penulisan ilmiah dan mengikuti pedoman ilmiah yang berlaku.

Paper

Paper merupakan satu di antara jenis karya ilmiah yang populer di kalangan mahasiswa. Konten yang disajikan paper hampir mirip artikel ilmiah. Bedanya, dalam paper tidak ada tata cara penulisan tertentu seperti bab dan sub-babnya. Paper biasanya hanya terdiri atas beberapa halaman saja.

Skripsi

Skripsi merupakan jenis karya ilmiah yang digunakan sebagai syarat wajib untuk lulus jenjang strata 1 dan mendapat gelar Sarjana (S1). Penulisan skripsi biasanya dilakukan pada akhir masa studi. Hampir sama artikel ilmiah, penulisan skripsi harus didasarkan teori dari para ahli.

Tesis

Tesis adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan program studi S2 atau Pascasarjana yang bersifat lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang didapat dari penelitian yang dilakukan individu yang bersangkutan.

Disertasi

Bagi mahasiswa program S3 diwajibkan menyusun disertasi untuk meraih gelar Doktor atau yang biasa disingkat Dr. Dalam penulisan disertasi harus berdasarkan pada penemuan atau teori baru yang dicetuskan si penulis.

Sumber: Gurupendidikan, Dosenbahasa