Ciri-ciri Kata Baku dan Tidak Baku, Fungsi serta Contohnya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Secara umum, klasifikasi kata dalam bahasa Indonesia ada dua, yakni kata baku dan tidak baku. Kedua istilah tersebut mempunyai maksud dan pengertian yang tak sama tentunya.

Kata baku adalah kata yang sudah benar dengan aturan maupun ejaan kaidah bahasa Indonesia. Kata baku merupakan sebuah kata yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang sudah ditentukan.

Sumber utama dari bahasa baku ialah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata baku sering dipakai pada kalimat yang resmi, baik itu dalam tulisan maupun dalam sebuah pengungkapan.

Selain kata baku, penting diketahui penjelasan dari kata tidak baku. Kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Ada beberapa penyebab suatu kata dikatakan tidak baku.

Selain penulisan yang salah, bisa juga disebabkan oleh pengucapan dan penyusunan suatu kalimat yang tidak benar. Penggunaan kata tidak baku sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, bisa disimpulkan, kata tidak baku adalah kata yang dipakai tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang berlaku atau sudah ditentukan.

Untuk lebih jelas memahami kata baku dan tidak baku dalam bahasa Indonesia, ketahui ciri-ciri, fungsi hingga contohnya.

Berikut ini rangkuman tentang ciri-ciri kata baku dan tidak baku, fungsi hingga contohnya, seperti dilansir dari emodul.kemdikbud.go.id, Senin (8/11/2021).

vidio:Luka Modric dan 3 Pemain Real Madrid dengan Klausul Rilis Termahal

Fungsi Bahasa Baku

Ilustrasi menulis. (Nick Morrison/ Unsplash)
Ilustrasi menulis. (Nick Morrison/ Unsplash)

Sebelum membahas ciri-ciri kata baku dan tidak baku, ketahui dulu fungsinya. Secara umum, fungsi bahasa baku adalah sebagai berikut:

  • Pemersatu

Pemakaian bahasa baku dapat mempersatukan sekelompok orang sekaligus menjadi satu kesatuan masyarakat dalam berbahasa.

  • Pemberi kekhasan

Pemakaian bahasa baku dapat menjadi pembeda dengan masyarakat pemakai bahasa lainnya, seperti bahasa asing atau daerah.

  • Pembawa kewibawaan

Pemakai bahasa baku dapat memperlihatkan kewibawaan pemakainya. Itulah mengapa kata baku sering dipakai dalam urusan formal.

  • Kerangka acuan

Bahasa baku menjadi tolok ukur bagi benar tidaknya pemakaian bahasa seseorang atau sekelompok orang.

Ciri-Ciri Kata Baku dan Tidak Baku

Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Julia
Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Julia

Ciri-Ciri Kata Baku

• Bentuknya tetap dan tidak mudah berubah.

• Tidak terpengaruh bahasa asing atau daerah.

• Penggunaan sesuai konteks dalam kalimat.

• Memiliki arti yang pasti, tidak rancu, dan tidak berlebihan.

Penggunaan kata baku untuk:

1. Membuat surtat dinas, surat edaran, dan surat resmi lainnya.

2. Membuat laporan.

3. Membuat karya ilmiah.

4. Membuat nota dinas.

5. Membuat surat lamaran pekerjaan.

6. Saat musyawarah atau diskusi.

7. Saat berpidato dan rapat dinas.

8. Surat menyurat antarorganisasi, instansi atau lembaga.

Ciri-Ciri Kata Tidak Baku

• Bentuknya mudah berubah-ubah dan dipengaruhi oleh zaman/waktu.

• Dipengaruhi oleh bahasa daerah dan asing.

• Bahasa yang digunakan percakapan sehari-hari.

• Memiliki arti yang sama, meski terkesan berbeda dengan bahasa baku.

Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

Ilustrasi menulis, teks. (Image by Free-Photos from Pixabay)
Ilustrasi menulis, teks. (Image by Free-Photos from Pixabay)

Contoh Kata Baku = Contoh Kata Tidak Baku

adab = adap

antre = antri

atlet = atlit

azan = adzan

afdal = afdol

banderol = bandrol

baterai = baterei

blender = belender

bengkuang = bengkoang

bus = bis

cabai = cabe

cendekia = cendikia

cedera = cidera

cokelat = coklat

debit = debet

ekshibisi = eksibisi

ekstrem = ekstrim

esai = essai

vaksinasi = faksinasi

familier = familiar

fotokopi = foto copy

glamor = glamour

hafal = hapal

andal = handal

embus = hembus

imbau = himbau

ingar-bingar = hingar-bingar

ijazah = ijasah

izin = ijin

ihwal = ikhwal

intens = inten

jagat = jagad

kaidah = kaedah

kanguru = kangguru

kendur = kendor

kuitansi = kwitansi

legalisasi = legalisir

manajer = manager

napas = nafas

nakhoda = nahkoda

nasihat = nasehat

paspor = pasport

peduli = perduli

pelesetan = plesetan

rapor = rapot

Ranking = rengking

Saus = saos

Sekadar = sekedar

Saksama = seksama

servis = service

salat = shalat

sistem = sistim

smes = smash

surah = surat

Teknik = tehnik

tekad = tekat

toleransi = tolerir

vermak = vermaks

junior = yunior

Zamrud = jamrud

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel