Ciri-Ciri Kucing Peliharaan Anda Cocok Jadi Hewan Terapi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Siapa bilang hewan terapi hanya anjing. Sejumlah penelitian ilmiah mempromosikan manfaat kesehatan dari menjadikan kucing sebagai hewan terapi. Mamalia yang satu itu diyakini bisa menyembuhkan mereka yang menderita masalah kesehatan fisik dan mental, pemulihan dari operasi, atau mengalami kecemasan dan bahkan kesepian.

Sederhananya, tugas si kucing terapi adalah membawa keceriaan dan kebahagiaan. Banyak rumah sakit, khususnya di Amerika Serikat, memasukkan terapi hewan sebagai bagian dari rencana perawatan pasien. Pesertanya didominasi pasien anak dan para lansia yang diajak untuk dihibur dengan cinta menyembuhkan dan dengkuran kucing.

Menurut Elisabeth Van Every, spesialis komunikasi dan penjangkauan Pet Parners, organisasi pendaftaran hewan terapi terbesar di AS, anjing masih menjadi hewan terapi terpopuler karena mereka memiliki kualitas bawaan yang dibutuhkan sebagai hewan terapi. Tetapi, kucing pun berpotensi serupa meski jumlahnya masih rendah.

"Kami jelas melihat kucing bisa memiliki kemampuan tersebut , dan perawat kucing terapi kami sangat bangga dengan mitra kucingnya," kata Van Every, dikutip dari laman Catster, Minggu (8/11/2020).

Salah satu kucing terapi populer di AS bernama Casey. Selain jadwalnya dipenuhi kunjungan terapi ke berbagai tempat, ia juga mendampingi ibu kucingnya, Arden Moore, saat mengisi kelas pertolongan pertama/CPR yang disetujui para dokter hewan di seluruh negara. Ia juga menjadi bintang dalam buku terbaru Arden yang berjudul A Kid's Guide to Cats, yang berisi saran dan tips untuk anak dari sudut pandang kucing.

Arden mengadopsi kucing oranye itu dari San Dieo Humane Society saat masih berusia empat bulan. Saat itu, ia mencari kucing cerdas, punya rasa ingin tahu, dan percaya diri untuk menjadi kucing keselamatan peliharaan untuk program Pet Firs Aid 4U yang dirancangnya.

"Dari momen kita bertemu, ia senang digendong dan bermain dengan mainan tongkat. Aku, tentu saja, segera jatuh cinta padanya dan kami sudah bersama selama enam tahun," kata Arden.

Sangat Sosial

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Arden menyatakan Casey sangat menyukai manusia. Kucing tersebut sangat sosial, ia sedang bertemu dengan banyak tipe orang dan mengunjungi beragam tempat.

"Tapi aku percaya kunjungan terapi dengan para lansia Brookdale Buddies adalah favoritnya. Ketika kami bersiap pergi untuk kunjungan terapi, ia berada di dalam kandangnya di sudut belakang, dan ketika aku bertanya, 'Hai Casey, siap untuk mengunjungi teman-teman Brookdale?', dia akan segera menjawa dengan suara riang gembira," aku Arden.

Selain para lansia, Casey juga tak keberatan untuk berjalan-jalan dengan banyak anak di SPCA of Texas Critter Camp, baik dengan dituntun memakai tali kekang maupun mendorong keretanya sepanjang koridor. "Dia selalu menerima perlakuan secara lembut - tidak pernah menggigit maupun mencakar," sambung Arden.

Untuk menjadikan Casey sebagai hewan terapi, Arden melatihnya sejak awal. Ia sengaja menyentuh dan menekan bantalan kakinya, menyentuhnya dari kuping hingga ekor, dan bahkan meniup perutnya.

"Dia tidak pernah bereaksi marah atau mengeluarkan cakarnya atau mencoba menggigitku. Dia bahkan duduk tenang di pangkuanku saat pertama kali dipotong kukunya," jelas dia.

Sesi Latihan

Ilustrasi kucing peliharaan. (dok. pexels.com/Buenosia Carol)
Ilustrasi kucing peliharaan. (dok. pexels.com/Buenosia Carol)

Ia kemudian memperkenalkan Casey kepada beragam tipe orang dan hewan peliharaan lain dari sekitar. Dia tidak pernah mendesis, menyerang, atau berusaha kabur dan bersembunyi.

"Aku sering bilang Casey tak pernah bertemu dengan orang asing atau berada di tempat asing. Dia beradaptasi dengan cepat kepada orang dan situasi, kualitas yang baik untuk menjadi kucing terapi," kata Arden.

Arden juga melatih Casey untuk memastikan bahwa ia akan datang sesuai aba-aba, berjalan dengan tali, naik kereta dorong hewan peliharaan dengan gembira, duduk, menyapa dengan tos, dan berputar lambat. Ia awalnya menggunakan clicker dan tongkat target saat pertama-tama melatih kucing itu.

"Secara bertahap saya dapat menghilangkannya dan hanya menggunakan suara dan isyarat tanganku," ujar Casey.

Ia percaya trik kecil membuat kucing terapi tampil menawan sehingga membantu orang merasa rileks dan menikmati keberadaan mereka. kucing terapi yang hebat juga selalu suka belajar dan sangat membantu bila kucing juga termotivasi oleh makanan.

Arden bahkan meningkatkan standar, selalu memastikan Casey selalu masuk dengan megah dengan mengenakan topi koboi hitam dan mengendarai kereta dorong hewan peliharaannya dengan bangga. Ini menetapkan suasana yang menyenangkan dalam setiap kunjungan.

Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: