Ciri-Ciri Orang Siap Beli Rumah. Apakah Anda Salah Satunya?

·Bacaan 8 menit
Ciri-Ciri Orang Siap Beli Rumah. Apakah Anda Salah Satunya?
Ciri-Ciri Orang Siap Beli Rumah. Apakah Anda Salah Satunya?

RumahCom – Rumah merupakan kebutuhan primer yang harus terpenuhi. Sebagai tempat berlindung, menumbuhkan cinta kasih sayang, merawat, dan lainnya. Oleh karena itu, memiliki rumah bisa menjadi sebuah pencapaian dalam kualitas hidup seseorang. Pun demikian, membeli rumah juga bukan perkara kecil. Ada komitmen jangka panjang yang terlibat. Ini membuat sebagian orang ragu dengan kesiapan mereka dalam membeli rumah.

Tak sedikit orang yang secara penghasilan cukup besar namun masih ragu untuk membeli rumah. Lalu kebalikannya, secara penghasilan terlihat pas-pasan namun ia sudah memiliki rumah. Anda sendiri mungkin termasuk dari salah seorang yang sadar bahwa sudah saatnya Anda punya rumah sendiri. Tetapi, di lubuk hati, Anda juga belum bisa menjawab pertanyaan, "Sudah siapkah saya beli rumah?". Nah, Rumah.com akan membantu Anda untuk menjawab pertanyaan tersebut lewat ulasan yang terbagi dalam topik-topik berikut:

  1. Kesiapan Beli Rumah, Niat atau Materi?

  2. Tiga Ciri Orang yang Sudah Siap Beli Rumah

    1. Aspek Finansial

    2. Aspek Emosional

    3. Aspek Psikologis

  3. Jika Mampu, Segeralah Beli Rumah. Jangan Ditunda!

Yuk simak pembahasannya di artikel berikut ini.

1. Kesiapan Beli Rumah, Niat atau Materi?

kesiapan beli rumah bukan hanya niat dan materi, tetapi kemampuan pengelolaan keuangan yang baik. (foto:123rf)
kesiapan beli rumah bukan hanya niat dan materi, tetapi kemampuan pengelolaan keuangan yang baik. (foto:123rf)

kesiapan beli rumah bukan hanya niat dan materi, tetapi kemampuan pengelolaan keuangan yang baik. (foto:123rf)

Penghasilan seringkali dijadikan alasan untuk menunda rencana membeli rumah. Padahal, penghasilan bukanlah faktor utama. Mau buktinya? Simak kisah seorang office boy yang telah berkeluarga, yang akhirnya mampu memiliki rumah sendiri dalam Cerita Rumah Irwan.

Menurut financial consultant Ike Hamdan, “Gaji atau penghasilan bukan menjadi indikator siap punya rumah atau nggak. Yang terpenting dari segi finansial memiliki kemampuan pengelolaan baik. Lalu, aspek emosional dalam pengelolaan diri. Contohnya saja ada orang yang punya penghasilan Rp20 juta sibuk berhura-hura, sehingga selalu merasa penghasilannya belum cukup untuk beli rumah."

"Tetapi ada juga orang dengan gaji Rp12 juta tapi mampu menahan diri sehingga mereka bisa membeli rumah,” ia menambahkan.

Jadi materi bukanlah tolak ukur utama dalam kesiapan membeli hunian, baik rumah ataupun apartemen. Ada faktor-faktor lain yang menyebabkan seseorang merasa sudah siap ataupun belum siap melakukannya.

2. Tiga Ciri Orang yang Sudah Siap Beli Rumah

Tiga aspek yang menjadi penentu kriteria Anda siap beli rumah (foto:123rf)
Tiga aspek yang menjadi penentu kriteria Anda siap beli rumah (foto:123rf)

Tiga aspek yang menjadi penentu kriteria Anda siap beli rumah (foto:123rf)

Ike Hamdan selaku financial consultant menyebutkan ada tiga hal yang menjadi ciri-ciri orang yang sudah siap beli rumah yaitu finansial, emosional, psikologi.

a). Aspek Finansial

Sudah pasti Anda butuh penghasilan untuk bisa membeli rumah, tetapi besarnya penghasilan bukanlah hal yang utama. Anda bisa membeli rumah dengan cicilan Rp3 juta per bulan di kawasan Tangerang. Harga rumahnya sekitar Rp250 jutaan. Jika dilihat dari prinsip keuangan yang sehat, besarnya cicilan tak boleh lebih dari 30% dari total penghasilan. Ini artinya, Anda butuh penghasilan sekitar Rp9 juta per bulan.

Ini akan lebih ringan bagi mereka yang sudah menikah karena syarat penghasilan Rp9 juta ini ditanggung berdua. Jadi, Rp9 juta per bulan adalah jumlah penghasilan gabungan antara istri dan suami. Jika Anda butuh rumah yang lebih terjangkau lagi, masih ada hunian subsidi.

Nah, aspek finansial lain yang lebih penting selain besarnya penghasilan adalah rasio utang dan riwayat utang Anda. Pengecekan terhadap hal ini sering disebut BI checking. Anda akan kesulitan mengajukan KPR jika dalam BI checking Anda diketahui memiliki utang macet. Kondisi utang Anda ini akan dinilai berdasarkan skor kredit pinjaman.

Skor kredit pinjaman harus baik dan di angka normal, memiliki uang muka 10%, punya cukup dana darurat, dan memiliki penghasilan tetap yang stabil dari 3-5 tahun ke depan yang berdasar pada 2-3 tahun ke belakang.

Jika Anda merasa sudah sesuai dengan aspek tersebut, maka finansial Anda termasuk sudah siap beli rumah. Ini membutuhkan komitmen yang cukup matang.

Tip Rumah

Saat membeli rumah harus ada uang muka minimal 10% dari harga rumah, usahakan KPR tenor single digit (maksimum 9 tahun), kalau tidak sanggup Anda bisa mengurangi pokok KPR untung meringankan cicilan bulanan.

b) Aspek Emosional

Selain finansial, kesiapan membeli rumah juga dilihat dari aspek emosional yang sering kali menjadi hambatan seseorang untuk menilai apakah dia cukup siap untuk membeli sebuah rumah. Berikut ini 3 aspek emosional yang menjadi ciri-ciri orang siap beli rumah.

a) Komitmen Jangka Panjang

Membeli rumah adalah sebuah komitmen jangka panjang sehingga seseorang yang ingin membeli rumah harus sudah memiliki komitmen ini. Seseorang harus siap untuk berkomitmen membayar cicilan dengan jangka waktu yang panjang dan jumlah yang lumayan besar. Besarnya jumlah cicilan ini mungkin akan memaksa Anda mengurangi pengeluaran konsumtif seperti gonta-ganti gadget, liburan terlalu sering dan mewah, atau nongkrong di cafe atau resto saat akhir pekan.

Komitmen ini terasa berat, terutama bagi mereka yang masih lajang dan sedang 'menikmati hidup'. Tetapi satu hal yang pasti, semakin cepat Anda memiliki rumah, semakin kecil tantangan yang akan Anda hadapi.

Anda adalah orang yang siap beli rumah jika Anda sudah berani berkomitmen untuk mengurangi pengeluaran konsumtif seperti gonta-ganti gadget, liburan terlalu sering dan mewah, atau nongkrong di akhir pekan.

b) Mau Berkompromi dan Ikhlas Menerima Keadaan

Membeli rumah sesuai anggaran tentu ada plus minus yang harus diterima. Contohnya, jika penghasilan Anda saat ini cukup untuk membeli rumah di kisaran harga Rp300 jutaan, Anda juga harus menerima bahwa lokasinya tidak dekat dengan kota atau tempat kerja. Anda mungkin perlu waktu lebih lama dalam perjalanan pulang pergi ke kantor dan, untuk menghemat pengeluaran, Anda mungkin juga harus meninggalkan kenyamanan menggunakan kendaraan pribadi dan beralih ke sarana transportasi umum.

Atau, jika Anda memilih tinggal di dalam kota namun dengan budget yang sama. Pilihannya adalah apartemen. Tetapi, Anda harus terbiasa tinggal di hunia yang tidak memiliki halaman layaknya rumah tapak dan mungkin harus berkompromi dengan ruangan yang tidak terlalu luas.

Namun, dibalik itu semua, ada suatu kebanggaan karena Anda berhasil mengamankan kebutuhan pokok terbesar Anda sebagai manusia, yakni memiliki tempat tinggal sendiri.

c) Bertahan Tinggal Di Daerah yang Sama dalam Waktu Panjang

Saat memiliki rumah sendiri, artinya Anda sudah siap untuk bertahan tinggal di daerah tersebut dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan. Dengan lingkungan yang baru dan berbeda tentu Anda harus siap untuk beradaptasi. Tidak semua hunian sudah memiliki fasilitas dan infrastruktur yang baik. Oleh karena itu Anda harus siap menerima serta bertahan. Karena untuk menyempurnakan fasum dan fasos memakan waktu yang cukup panjang.

Informasi Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), Syarat, Proses Pengajuan, dan Keunggulan
Informasi Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), Syarat, Proses Pengajuan, dan Keunggulan

panduan kpr

Informasi Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), Syarat, Proses Pengajuan, dan Keunggulan

c) Aspek Psikologi

Yang terakhir ciri-ciri orang sudah siap beli rumah dilihat dari aspek psikologi (psikis). Ini menjadi penting karena tidak hanya secara materi namun fisik pun juga harus disiapkan.

a) Mampu Beradaptasi dan Menghadapi Perubahan Secara Fisik

Saat memiiliki rumah sendiri, Anda harus siap beradaptasi dan menghadapi perubahan fisik. Contohnya saja saat Anda kos di dekat kantor hanya menempuh 15 menit, sedangkan berangkat ke kantor dari rumah bisa memakan waktu 70 menit dengan kereta api. Ini tentu Anda akan menghadapi perubahan fisik yaitu perjalanan ke kantor ditempuh lebih lama.

b) Kematangan Secara Psikologis

Dalam aspek psikologis lainnya, Ike Hamdan mengatakan, “Pengelolaan pikiran keinginan versus kebutuhan dibutuhkan kematangan secara psikologis untuk mengalahkan kesenangan jangka pendek untuk mementingkan kebahagiaan jangka panjang.”

Dari apa yang dikatakan memang sebuah rumah merupakan kebahagiaan jangka panjang dengan mengorbankan kesenangan saat ini. Akan ada hasil yang baik jika memiliki rumah sedini mungkin. Jadi kematangan seseorang secara psikologis penting dimiliki.

3. Jika Mampu, Segeralah Beli Rumah. Jangan Ditunda Karena Banyak Untungnya!

Jangan tunda pembelian rumah di saat mampu. (foto:123rf)
Jangan tunda pembelian rumah di saat mampu. (foto:123rf)

Jangan tunda pembelian rumah di saat mampu. (foto:123rf)

Beberapa dari Anda mungkin berkata, "Okay! Saya sudah memenuhi ketiga ciri-ciri tersebut. Namun, saya punya kewajiban lain. Seperti tabungan pensiun, tabungan menikah, atau membiayai orang tua. Bagaimana dengan itu?"

Akan hal ini, Ike pun menjelaskan, “Seumur hidup tidak ada orang yang tidak punya kewajiban. Tidak masalah apabila masih memiliki kewajiban lainnya. Sepanjang pengelolaan benar. Oleh karena itu dibutuhkan pengelolaan keuangan mendasar untuk bisa mengatur dan menyeimbangkan keuangan.”

Bagaimana sih cara mengelola keuangan? Tentu ada rumus yang bisa Anda ikuti. Ini adalah rumus mengelola keuangan yang disampaikan Ike Hamdan, yaitu pola 10:20:30:40. Berikut ini pembagiannya.

  • 10% sebagai kewajiban seperti zakat, sedekah, bantu keluarga, donasi, dan lainnya.

  • 20% sebagai keinginan. Contohnya, Anda memiliki keinginan untuk punya masa depan yang lebih baik, maka perlu disiapkan dari sekarang. Jadi, mulai siapkan dana darurat, investasi jangka panjang untuk pensiun, dan sekolah anak.

  • 30% sebagai keperluan. Bagian ini adalah total rasio hutang (bila perlu berhutang). Maksimumkan hutang produktif, minimumkan hutang konsumtif. Dengan rasio 20% utang produktif sifatnya meningkatkan kemampuan untuk berproduksi lebih baik (utang usaha dengan KPR) dan 10% maksimal utang konsumtif.

  • 40% sebagai kebutuhan. Pos ini dialokasikan untuk kehidupan sehari-hari mulai dari makan, transportasi, iuran rumah, sewa rumah, dan lainnya.

Nah, jika ketiga ciri-ciri orang siap beli rumah di atas terpenuhi, kapan Anda seharusnya membeli rumah? Jawabnya adalah Segera!

Menurut Ike, ada tiga sumber keuntungan properti yang bisa didapatkan, yaitu dari kenaikan harga properti (jual-beli), rental yield (Sewa rumah), renovasi ulang dan dijual kembali dengan harga tinggi (flipping). “Jadi saat uang sudah ada, kesiapan emosional dan psikologis juga sudah siap. Lebih baik beli dan mulai rencanakan dan pikiran, mau diapakan rumah tersebut, apakah akan dijadikan investasi atau hunian,” jelas Ike.

Perlu diingat, harga rumah setiap tahun naik. Oleh karena itu, jika Anda merasa sudah siap dan mampu dengan tiga aspek tersebut. Segerakan membeli properti, sebab uang yang Anda miliki saat ini belum tentu akan kebeli rumah yang diinginkan dalam beberapa tahun ke depan. Manfaatkan booking fee atau NUP untuk mengunci rumah yang Ada idamkan sambil menyicil DP.

Banyak lika liku yang dihadapi saat membeli rumah namun tetap bisa terwujudkan. Simak cerita para pencari rumah di video singkat berikut ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya