Ciri-Ciri Porifera, Klasifikasi, dan Contohnya dalam Ilmu Biologi

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Ciri-ciri porifera perlu dikenali karena masih banyak yang ragu apakah makhluk hidup satu ini binatang atau tumbuhan. Porifera adalah salah satu filum yang terdapat dalam kingdom Animalia, dan masuk kategori Invertebrata atau hewan tanpa tulang belakang.

Secara umum, dalam ilmu biologi Kingdom Animalia dibagi menjadi 2, yaitu hewan invertebrata (tak bertulang belakang) dan hewan vertebrata (bertulang belakang). Hewan invertebrata adalah hewan yang tidak punya tulang belakang dan susunan sarafnya terletak di bawah saluran pencernaan.

Invertebrata terbagi menjadi delapan filum, yaitu hewan berpori (Porifera), hewan berongga (Coelenterata), hewan berkulit duri (Echinodermata), cacing pipih (Platyhelmintes), cacing gilig (Nemathelminthes), cacing gelang (Annelida), hewan lunak (Mollusca), dan hewan berbuku-buku (Arthropoda).

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (17/9/2021) tentang ciri-ciri porifera.

Mengenal Porifera

Ilustrasi terumbu karang. (dok. pexels/N I E R O S H O T S)
Ilustrasi terumbu karang. (dok. pexels/N I E R O S H O T S)

Sebelum mengetahui ciri-ciri porifera, kamu perlu mengenali apa itu porifera terlebih dahulu. Porifera adalah salah satu filum pada invertebrata. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, porifera adalah salah satu filum yang terdapat dalam kingdom Animalia, dan masuk kategori Invertebrata atau hewan tanpa tulang belakang. Mereka termasuk hewan primitif yang paling sederhana, karena tidak punya jaringan atau organ sejati.

Porifera sering juga disebut dengan hewan berpori atau spons. Hal ini disebabkan karena ciri-ciri porifera sebagian besarnya memiliki kerangka yang terbuat dari serabut spongin. Hal inilah yang membuat tubuhnya seperti spons.

Porifera juga memiliki ukuran yang bervariasi, ada yang tumbuh hanya beberapa milimeter saja, ada pula yang bermeter-meter. Hewan ini memiliki habitat di perairan, umumnya di lautan. Namun, ada juga beberapa porifera yang hidup di perairan air tawar. Porifera merupakan organisme heterotrof yang tidak bisa membuat makanan sendiri. Mereka mengonsumsi bakteri dan plankton untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sederhananya, porifera adalah spons yang ternyata adalah hewan berongga atau spons yang biasa dikenal sebagai terumbu karang.

Ciri-Ciri Porifera

Setelah mengenal pengertiannya, kamu perlu juga mengetahui ciri-ciri porifera. Ciri-ciri porifera inilah yang akan membedakannya dengan filum lainnya. Berikut beberapa ciri-ciri porifera yang perlu kamu kenali.

1. Sebagian besar hewan berpori hidup di laut, hanya sebagian yang hidup di air tawar.

2. Ciri-ciri porifera selanjutnya adalah tubuhnya berpori-pori, berbentuk seperti vas bunga, pipih, atau bercabang, dan melekat di dasar air. Pori-pori ini berfungsi sebagai tempat untuk masuknya air yang mengandung bahan makanan ke dalam tubuh.

3. Rangka luar terdiri atas spikula yang tersusun dari zat kapur dan zat kersik.

4. Termasuk hewan diploblastik, yaitu terdiri dari dua lapisan tubuh luar (epidermis) dan dalam (koanosit). Di antara kedua lapisan tersebut, terdapat mesoglea yang berbahan kental dan terdapat sel amoebosit, sklerobas, dan arkheosit.

5. Tidak memiliki rongga sejati, yaitu tidak bisa dibedakan antara organ-organnya, seperti mata, hidung, dan telinga.

6. Ciri-ciri porifera tidak memiliki sistem saraf, pencernaan, dan pernapasan. Sistem di dalam tubuhnya bekerja hanya melalui aliran atau saluran air yang keluar-masuk lewat pori-pori tubuhnya.

7. Pencernaan dilakukan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit.

8. Tubuhnya melekat pada suatu dasar dan sedenter (menetap).

9. Reproduksi dilakukan secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dengan cara tunas dan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual dengan cara fusi gametik.

10. Jenis kelamin Porifera tidak terpisah antara jantan dan betina (hemafrodit). Dengan kata lain, di dalam satu tubuh terdapat dua jenis kelamin sekaligus.

11. Memiliki tiga tipe saluran air, yaitu askon, sikon dan leukon.

Klasifikasi Porifera

Ilustrasi Ikan-ikan dan Terumbu Karang (Pixabay)
Ilustrasi Ikan-ikan dan Terumbu Karang (Pixabay)

Seperti Liputan6.com kutip dari Zenius, porifera diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu Calcarea, Hexactinellida, dan Demospongiae. Berikut penjelasannya:

Calcarea

Calcarea adalah salah satu kelas porifera yang perlu kamu kenali. Anggota Calcarea ini merupakan para spons berkapur, dimana seluruh kerangkanya terdiri dari spikula kalsium karbonat (seperti jarum).

Tubuhnya berbentuk tabung dengan ukuran yang kecil sekitar 1-3 cm, jarang sekali ada yang mencapai 15 cm. Umumnya memiliki warna yang kusam dan hidup di dasar perairan yang dangkal dengan iklim sedang. Contoh calcarea yaitu Sycon ciliatum dan Leucosolenia botryoides.

Hexactinellida

Hexactinellida merupakan kelas porifera yang habitatnya di lautan dan biasa disebut juga dengan spons gelas atau kaca. Spikula kelas Hexactinellida terdiri dari silikat dan tidak mengandung spongin. Selain itu, spikula tersebut juga berbentuk bidang triaxon, di mana pada masing-masing bidangnya terdapat dua jari-jari (hexactinal).

Hexactinellida hidup di laut dalam, itulah mengapa jenis ini lebih sulit didapatkan. Contoh anggota Hexactinellida adalah Euplectella aspergillum.

Demospongiae

Jenis spons yang sering ditemukan di lautan adalah jenis Demospongiae ini. Bahkan, kelas porifera satu ini juga dapat ditemuan di air tawar. Mereka gak punya spikula triaxon, tetapi spikula yang dimilikinya berbentuk monoaxon dan tetraxon yang mengandung silikat.

Namun, beberapa jenisnya juga ada yang tidak mengandung spikula, melainkan hanya mengandung spongin. Contoh anggota Demospongiae adalah Spongilla lacustris.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel