Ciri-ciri Suami yang Berselingkuh

Perselingkuhan dalam sebuah hubungan cinta disebabkan oleh banyak hal. Bisa akibat kejenuhan, komunikasi yang semakin buruk, pikiran yang tak lagi sejalan atau karena kesibukan masing-masing yang tambah padat.

Mau tahu ciri-ciri pria/suami yang selingkuh? Berikut tanda-tandanya, seperti yang dilansir Shine, Jumat (10/6):

1. Semakin senang dandan, tampil necis dan menyemprotkan parfum

Jika di saat pacaran suami senang tampil rapih, lalu setelah menikah tak lagi memerhatikan penampilan, namun kemudian mendadak mulai “genit”, Anda para istri patut curiga kenapa ia menjadi seperti itu. Bisa jadi ia sedang ingin menarik perhatian perempuan lain di luar sana atau ingin menyenangkan perempuan lain.

2. Mulai kurang perhatian terhadap keluarga

Jarang di rumah, jarang bercengkrama dengan anak atau jarang menggoda Anda? Bisa jadi suami sedang teralihkan perhatiannya kepada yang lain. Bisa jadi pekerjaan, atau mungkin perempuan.

3. Suka berganti jadwal

Sudah janjian dengan Anda, namun suami tiba-tiba membatalkannya karena ada jadwal rapat, jadwal bertemu klien atau mendadak lembur. Hmm? Aneh ya. Padahal ia tadinya tak seperti itu. Anda perlu mencari tahu mengapa suami senang mengganti jadwal berduaan dengan Anda secara mendadak.

4. Tagihan telepon membludak atau selalu membawa ponselnya ke mana-mana

Tagihan biaya telepon suami Anda melambung setinggi langit. Nomor yang dituju atau yang menghubunginya itu lagi itu lagi. Suami juga senang membawa-bawa ponselnya ke mana-mana, termasuk ke kamar mandi. Belum lagi jika ia merasa tersinggung kalau Anda melihat isi SMS, BBM atau catatan telepon masuk dan keluar. Ini bisa jadi tanda ia berselingkuh.

5. Naluri tak selalu salah

Jika naluri Anda sebagai istri mengatakan bahwa suami berselingkuh, bisa jadi itu betul. Tapi sebelum menuduh, ajak suami berbicara baik-baik dengan kepala dingin. Bicaralah dengan hati dan kejujuran. Apakah masih ada rasa cinta dan setia di antara Anda dan suami. Ingat semua momen indah Anda dan suami. Jangan pernah lupakan anak-anak. Mungkin dengan pendekatan yang hangat, suami bisa berkata jujur apa adanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.