Ciri-Ciri Tekanan Darah Tinggi dan Penyebabnya yang Harus Diwaspadai

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Darah tinggi atau penyakit hipertensi adalah penyakit yang harus segera diwaspadai, agar tidak menyebabkan komplikasi penyakit yang serius. Penyakit ini jarang sekali disadari karena gejalanya ringan.

Untuk mengetahui tekanan darah tinggi, Sahabat Fimela bisa melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin, menggunakan tensi meter yang manual maupun digital. Secara umum, tekanan darah yang normal sekitar 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg untuk orang dewasa.

Akibat dari tekanan darah tinggi yang berbahaya adalah serangan jantung, stroke, gagal ginjal hingga menyebabkan seseorang meninggal. Untuk itu, berikut ciri-ciri tekanan darah tinggi yang harus di waspadai, dan kenali penyebab tekanan darah tinggi.

Ciri-Ciri Tekanan Darah Tinggi

ilustrasi tekanan darah tinggi/Andrea Piacquadio/pexels
ilustrasi tekanan darah tinggi/Andrea Piacquadio/pexels

Tekanan darah tinggi sebenarnya sangat mudah dirasakan dan dideteksi, saat tubuh terasa tidak enak badan. Walaupun ciri-ciri tekanan darah tinggi tidak bisa dirasakan secara spesifik.

Ciri-ciri tekanan darah secara umum dengan gejala yang ringan, yaitu seseorang akan merasakan pusing atau sakit kepala, sesak napas ringan, dada terasa sesak dan penglihatan terlihat buram.

Namun ciri-ciri tekanan darah tinggi yang berat, bisa ditandai dengan keluarnya darah dari dalam urine hingga mimisan. Jika ciri-ciri tekanan darah tinggi ini muncul, sebaiknya segera periksakan kepada dokter, agar segera ditangani dan tidak berakibat fatal.

Penyebab Tekanan Darah Tinggi

ilustrasi sakit/Anna Shvets/pexels
ilustrasi sakit/Anna Shvets/pexels

Penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi ada dua, yaitu disebabkan oleh hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Berikut penjelasannya:

1. Hipertensi Primer

Hipertensi primer disebabkan karena faktor genetik, memiliki pola hidup yang tidak sehat, sering merokok, stres berlebih, jarang berolahraga, mengonsumsi alkohol dan obesitas. Kebiasaan tersebut bisa meningkatkan kolesterol jahat di dalam tubuh, sehingga tekanan darah naik dan menyebabkan hipertensi primer.

2. Hipertensi Sekunder

Sedangkan hipertensi sekunder disebabkan karena memiliki riwayat penyakit khusus, seperti sleep apnea, gangguan ginjal, tumor pada kelenjar adrenal, masalah pada tiroid, diabetes atau mengonsumsi obat-obatan yang memicu darah tinggi.

Cara Mencegah Darah Tinggi

ilustrasi darah tinggi/Andrea Piacquadio/pexels
ilustrasi darah tinggi/Andrea Piacquadio/pexels

Tekanan darah tinggi bisa dialami segala usia. Tetapi semakin bertambahnya usia, maka faktor terkena tekanan darah tinggi akan semakin besar. Karena pembuluh darah akan menebal dan menegang seiring dengan pertambahan waktu, yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan tekanan darah tinggi.

Sebenarnya cara mencegah tekanan darah tinggi bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan khusus, seperti golongan ACE-inhibitor, beta-blocker, thiazide, angiotensin II receptor blockers, calcium chanel blocker dan sebagainya.

Tetapi untuk mengatasi tekanan darah tinggi, tetap harus merubah pola hidup menjadi lebih sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, olahraga secara teratur, menjaga berat badan tetap ideal, mengurangi asupan gula atau garam, serta menghindari rokok atau alkohol.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel