Ciri-Ciri Teks Anekdot, Pengertian, Tujuan, Isi, dan Strukturnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Ciri-ciri teks anekdot penting dipahami ketika ingin membuatnya. Anekdot membuat percakapan atau dialog menjadi lebih pribadi dan menarik. Ciri-ciri teks anekdot biasanya berupa narasi pendek dari insiden yang menarik, lucu, atau biografi.

Ciri-ciri teks anekdot berkaitan dengan tujuannya. Anekdot bertujuan menceritakan kembali suatu kejadian yang tidak biasa dan lucu untuk menghibur pembaca. Ciri-ciri teks anekdot juga bisa dilihat dari struktur dan kebahasaannya.

Dalam penggunaanya, ciri-ciri teks anekdot inilah yang membedakannya dengan teks lain. Selain memahami ciri-ciri teks anekdot, penting juga memahami pengertian, tujuan, isi, dan strukturnya. Berikut ciri-ciri teks anekdot, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis(07/10/2021).

Pengertian anekdot

Sedang tertawa melihat pesan lucu / Sumber: iStockphoto
Sedang tertawa melihat pesan lucu / Sumber: iStockphoto

Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Kata anekdot berasal dari bahasa Yunani anékdoton yang berarti "tidak diterbitkan", secara harfiah "tidak diberikan". Dalam konteks bahasa Yunani, Estonia , Lituania, humor Bulgaria dan Rusia, sebuah anekdot mengacu pada cerita lucu pendek tanpa perlu asal faktual atau biografi.

Anekdot bisa nyata atau fiksi. Sebuah anekdot selalu disajikan sebagai menceritakan kembali kejadian nyata yang melibatkan orang-orang yang sebenarnya dan biasanya di tempat yang dapat diidentifikasi.

Pengertian teks anekdot

Ilustrasi kata-kata lucu (sumber: iStockphorto)
Ilustrasi kata-kata lucu (sumber: iStockphorto)

Anekdot merupakan teks yang lucu, berkarakter dan di dalamnya mengandung kritikan yang membangun. Menurut Keraf, anekdot adalah semacam cerita pendek yang bertujuan menyampaikan karakteristik yang menarik atau aneh mengenai seseorang atau suatu hal lain.

Teks anekdot merupakan sebuah karangan cerita atau kisah yang bisa jadi berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang ditulis secara singkat, pendek dan lucu tentang berbagai topik seperti pendidkan, politik, hukum, sindiran, kritikan, dan sebagainya.

Tujuan dan isi teks anekdot

Sedang berkirim pesan lucu  / Sumber: iStockphoto
Sedang berkirim pesan lucu / Sumber: iStockphoto

Tujuan teks anekdot adalah untuk membangkitkan tawa bagi pembacanya. Anekdot juga bertujuan untuk penghibur, dan sarana pengkritik. Teks anekdot memiliki dua macam isi, isi yang tersurat dan isi yang tersirat.

Isi yang tersurat adalah isi yang tertulis secara harfi ah dan langsung dapat dibaca di dalam teks anekdot. Sedangkan makna tersirat adalah makna teks anekdot tersebut yang berhubungan dengan situasi dan kondisi masyarakat pada umumnya.

Struktur teks anekdot

Kata-Kata Lucu  (sumber: iStockphoto)
Kata-Kata Lucu (sumber: iStockphoto)

Dikutip dari repositori.kemdikbud.go.id, anekdot memiliki struktur teks yang membedakannya dengan teks lainnya. Teks anekdot memiliki unsur struktur yaitu:

Abstraksi

Teks anekdot diawali dengan abstrak yang berisi uraian ringkas tentang objek atau hal yang hendak disindir atau dikritik. Abstraksi terletak pada bagian awal paragraf, berisikan gambaran awal tentang isi dari teks anekdot.

Orientasi

Cerita dilanjutkan dengan pengenalan terhadap pelaku dan peristiwa. Bagian ini berisikan awal mula, latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi di dalam teks.

Event

Event dalam teks anekdot berisikan rangkaian peristiwa yang terjadi di dalam teks.

Struktur teks anekdot

Ilustrasi Kata-kata Lucu Bergambar Bergerak (sumber: iStock)
Ilustrasi Kata-kata Lucu Bergambar Bergerak (sumber: iStock)

Krisis

Memuat tahapan peristiwa dan cerita mulai memuncak dan hampir menuju ke penyelesaian. Bagian ini berisikan tentang pemunculan permasalahan yang terjadi di dalam teks anekdot.

Reaksi

Jawaban terhadap permasalahan yang diajukan pada tahap krisis. Ini merupakan inti kritik yang memuat unsur lucu atau mengesankan. Bagian ini berisikan langkah penyelesaian masalah yang timbul di dalam bagian krisis.

Koda

Berisi penutup, yang merupakan penegasan terhadap hal yang dikritik atau disindir. Pada bagian ini akan muncul perubahan yang terjadi pada tokoh di dalam teks.

Re-orientasi

Bagian ini merupakan bagian akhir dari teks sekaligus sebagai penutup dari teks itu sendiri.

Ciri-ciri teks anekdot

Ilustrasi tertawa, lucu, kata-kata malam Minggu. (Photo by Malte Helmhold on Unsplash)
Ilustrasi tertawa, lucu, kata-kata malam Minggu. (Photo by Malte Helmhold on Unsplash)

Berikut ciri-ciri teks anekdot, dikutip dari buku Modul Bahasa Indonesia Kemendikbud:

- Teks anekdot bersifat humor atau lelucon, artinya teks anekdot berisikan kisah-kisah lucu atau bualan.

- Bersifat menggelitik, artinya teks anekdot akan membuat pembacanya merasa terhibur dengan kelucuan yang ada dalam teks.

- Bersifat menyindir.

- Bisa jadi mengenai orang penting.

- Memiliki tujuan tertentu.

- Kisah cerita yang disajikan hampir menyerupai dongeng.

- Menceritakan tentang karakter hewan dan manusia sering terhubung secara umum dan realistis.

Ciri-ciri teks anekdot menurut kebahasaannya

Ilustrasi Ekspresi Tertawa Credit: shutterstock.com
Ilustrasi Ekspresi Tertawa Credit: shutterstock.com

Berikut ciri-ciri teks anekdot menurut kebahasaannya:

- Menggunakan kata keterangan waktu lampau, misalnya dahulu, tahun lalu, bulan lalu, waktu itu, dan lain-lain.

- Menggunakan kata penghubung (konjungsi), yang dibagi menjadi: konjungsi antara kata yang satu dengan kata yang lain, konjungsi antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain, dan konjungsi antara paragraf yang satu dengan paragraf yang lain.

- Terdapat penggunaan kata kerja (verba), contoh: membaca, tertawa, berjalan, terdiam, dan lain-lain.

- Urutan peristiwa berdasarkan waktu (kronologis).

- Menggunakan jenis pertanyaan retorik, yaitu kalimat pertanyaan yang tidak mengharuskan untuk dijawab.

- Menggunakan kalimat perintah, contoh: buanglah, ambilah, catatlah, perhatikanlah, dan lain-lain.

- menggunakan kalimat seru. Khusus untuk anekdot yang disajikan dalam bentuk dialog, penggunaan kalimat langsung sangat dominan.

- berisi peristiwa-peristiwa yang membuat jengkel

- anekdot terkadang bersifat sindiran alami.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel