Ciri-Ciri Teks Biografi, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Cara Menyusun, dan Contohnya

·Bacaan 6 menit

Bola.com, Jakarta - Teks biografi adalah tulisan yang berisi sejarah hidup, pengalaman-pengalaman, sampai kisah sukses seseorang. Biasanya, biografi berisikan kisah hidup seseorang yang terkenal, seperti pahlawan, politisi, aktor, atlet, dan sebagainya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), biografi adalah riwayat hidup (seseorang) yang ditulis oleh orang lain. Penulis biografi disebut biografer dan orang yang dituliskan disebut sebagai subjek atau biographee.

Dalam teks biografi, biasanya lebih berfokus pada satu orang dan membahas hal-hal khusus dari kehidupan. Adapun tujuan lain dari teks biografi ialah untuk memberikan edukasi masyarakat terkait berbagai sisi dari seorang tokoh.

Membaca tulisan biografi akan memperkaya wawasan dan bisa menjadi teladan agar bisa menjalani kehidupan dengan baik serta mengisi hidup dengan karya yang bermanfaat, baik bagi sendiri maupun orang lain.

Untuk mengetahui dan memahami lebih dalm dan jelas perihal teks biografi, bisa membaca ciri-ciri, struktur, hingga contohnya.

Berikut ini rangkuman mengenai ciri-ciri teks biografi, struktur, kaidah hingga contoh, seperti dikutip dari laman Dosenbahasa dan Serupa, Jumat (5/2/2021).

Ciri-ciri Teks Biografi

Ilustrasi menulis. Credit: unsplash.com/Corrine
Ilustrasi menulis. Credit: unsplash.com/Corrine

1. Isi teks biografi menceritakan kisah atau perjalanan hidup seorang tokoh.

2. Menggunakan beberapa unsur kebahasaan seperti kata hubung, kata rujukan, kata kerja, waktu, aktivitas, dan tempat.

3. Teks biografi dapat disajikan dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi.

4. Teks biografi disajikan mengikuti pola tertentu yang didasarkan pada alur cerita khususnya alur maju, sudut pandang penceritaan, gaya penulisan, fokus penceritaan, dan penggunaan bahasa.

5. Paragraf-paragraf dalam teks biografi dikembangkan secara deskriptif dan naratif.

6. Teks biografi umumnya disusun mengikuti struktur tertentu seperti orientasi, kejadian atau peristiwa penting, dan reorientasi.

7. Karakter sang tokoh dalam teks biografi digambarkan secara langsung maupun tidak langsung.

8. Pola pengembangan teks biografi bersifat kronologis.

Struktur Teks Biografi

Ilustrasi kaidah kebahasaan. (Nick Morrison/ Unsplash)
Ilustrasi kaidah kebahasaan. (Nick Morrison/ Unsplash)

Orientasi atau setting (aim)

Orientasi atau setting berisi gambaran awal tentang tokoh atau pelaku di dalam teks biografi secara umum. Dengan kata lain, orientasi berisi informasi mengenai latar belakang kisah atau peristiwa yang akan diceritakan.

Informasi yang dimaksud umumnya berkenaan dengan siapa, kapan, di mana, dan bagaimana.

Kejadian atau Peristiwa Penting

Kejadian atau peristiwa penting berisi rangkaian peristiwa yang disusun secara kronologis menurut urutan waktu, yang meliputi kejadian-kejadian utama yang dialami sang tokoh.

Pada bagian ini juga diuraikan hal-hal yang menarik, mengesankan, mengagumkan, dan mengharukan yang dialami tokoh atau pelaku serta komentar-komentar pencerita pada beberapa bagiannya.

Reorientasi

Dalam bagian reorientasi berisi komentar evaluatif atau pernyataan simpulan mengenai rangkaian peristiwa yang telah diceritakan sebelumnya. Singkatnya, reorientasi berisi pandangan penulis terhadap tokoh yang diceritakan.

Reorientasi bersifat opsional, dalam arti boleh ada, boleh juga tidak ada di dalam teks biografi.

Kaidah Kebahasaan Teks Biografi

Ilustrasi menulis. (dok. pixabay.com/Asnida Riani)
Ilustrasi menulis. (dok. pixabay.com/Asnida Riani)

1. Banyak menggunakan pronomina atau kata ganti orang ketiga tunggal. Kata ganti ini digunakan secara bervarisi dengan penyebutan nama tokoh atau panggilan tokoh.

2. Menggunakan kata kerja tindakan untuk menjelaskan berbagai peristiwa atau perbuatan yang telah dilakukan oleh tokoh yang diulas.

3. Sering menggunakan kata adjektiva atau kata sifat untuk memberikan informasi secara rinci mengenai sifat-sifat tokoh.

4. Banyak menggunakan kata kerja pasif untuk menjelaskan peristiwa yang dialami tokoh sebagai subjek yang diceritakan.

5. Menggunakan kata kerja yang berhubungan dengan aktivitas mental dalam rangka penggambaran peran tokoh.

6. Menggunakan kata sambung, kata depan, ataupun nomina yang berkenaan dengan urutan waktu.

Langkah-langkah Menyusun Teks Biografi

Ilustrasi kaidah kebahasaan. (Photo by rishi on Unsplash)
Ilustrasi kaidah kebahasaan. (Photo by rishi on Unsplash)

1. Mengumpulkan informasi dasar tokoh yang akan diceritakan, mulai nama, nama gelar kalau ada, tempat tanggal lahir, nama orang tua, dan riwayat singkat sang tokoh.

2. Menggali data dan informasi yang berkaitan dengan sang tokoh dari berbagai sumber.

3. Memilah dan memilih data dan informasi yang diperlukan.

4. Mengolah semua data dan informasi yang diperlukan untuk membangun teks biografi.

5. Merangkai semua informasi dengan kalimat yang runut dan bernalar sesuai dengan kaidah kebahasaan dalam menyusun teks biografi.

6. Membangun abstrak teks biografi yang akan dibangun.

6. Mengembangkan abstrak teks biografi sesuai struktur teks biografi yakni membangun bagian orientasi, mengurutkan semua peristiwa yang dialami sang tokoh, dan menuliskan atau menyampaikan pendapat penulis tentang sang tokoh yang diceritakan.

Jenis Teks Biografi

Ilustrasi menulis. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)
Ilustrasi menulis. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Jenis-jenis teks biografi itu dapat dibagi atas empat jenis, berikut adalah penjelasannya.

Berdasarkan sisi penulis

  • Autobiografi, merupakan suatu riwayat hidup yang ditulis sendiri oleh tokohnya sendiri.

  • Biografi kisah atau cerita suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya yang ditulis oleh orang lain.

Berdasarkan isinya

  • Biografi perjalanan hidup, berisi sebuah perjalanan hidup lengkap seorang tokoh atau diambil dari bagian-bagian yang dianggap mempunyai kesan.

  • Biografi perjalanan karier, berisi sebuah perjalanan karier seorang tokoh, mulai dari awal hingga karier yang dilakukan saat ini atau bisa juga perjalanan karier dalam mencapai sebuah kesuksesan tertentu.

Berdasarkan persoalan yang dibahas

  • Biografi politik, yakni penulisan cerita hidup tokoh suatu negara dilihat dari sudut pandang politik. Biografi semacam ini mendapat bahan dari kumpulan berbagai riset. Akan tetapi, biografi politik biasanya tidak lepas atau syarat akan kepentingan penulis atau tokoh yang diminta untuk ditulis.

  • Biografi intelektual, biografi yang kumpulan bahannya yang didapatkan dari berbagai riset. Penulisannya juga dituangkan dalam gaya bahasa ilmiah.

  • Biografi jurnalistik, sebuah biografi yang penulisannya didapatkan dari hasil wawancara dan atau prosedur pers lainnya dengan tokoh yang akan ditulis atau tokoh yang menjadi rujukan sebagai bahan pendukung cerita.

Berdasarkan penerbit

  • Buku Sendiri

Biaya produksi mulai penulisan, percetakan dan pemasaran ditanggung sendiri, meski tetap diproduksi oleh penerbit. Penulisan biografi ini biasanya bertujuan untuk laku dijual di pasaran atau mendapatkan perhatian publik.

  • Buku Subsidi

penulisan biografi tokoh yang biaya produksinya ditanggung oleh sponsor. Biasanya pertimbangannya karena biografi seperti ini kurang komersial (sulit dijual).

Contoh Teks Biografi

Ilustrasi kaidah kebahasaan. /Copyright unsplash.com
Ilustrasi kaidah kebahasaan. /Copyright unsplash.com

BJ Habibie

B.J. Habibie adalah salah seorang tokoh anutan dan menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia. Beliau adalah Presiden ketiga Republik Indonesia. Nama dan gelar lengkapnya Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA.Tuti Marini Puspowardojo. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Habibi menjadi yatim sejak bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Setelah ayahnya meninggal, Ibunya menjual rumah dan kendaraannya kemudian pindah ke Bandung bersama anak-anaknya. Ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya.

Di Indonesia, Habibie menjadi Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT selama 20 tahun, ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), memimpin perusahaan BUMN strategis, dipilih menjadi wakil Presiden RI dan menjadi Presiden RI ke 3 setelah Soeharto mundur pada tahun 1998. Pada masa jabatan Habibie, terjadi referendum di Timor Timur, sampai akhirnya Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia. Dalam masa jabatannya yang singkat, B.J. Habibie telah meletakkan dasar bagi kehidupan demokrasi dan persatuan wilayah di Indonesia dengan disahkannya undang-undang tentang otonomi daerah dan undang-undang tentang partai politik, UU tentang Pemilu dan UU tentang susunan kedudukan DPR/MPR.

Turun dari jabatan sebagai Presiden, Habibie kembali ke Jerman bersama keluarga. Pada 2010, Ainun meninggal dunia karena kanker. Sebagai terapi atas kehilangan orang yang dicintai, Habibie membuat tulisan tentang kisah kasih dengan Ainun, yang kemudian dibukukan dengan judul "Ainun dan Habibie". Buku ini telah difilmkan dengan judul yang sama.

Sumber: Dosenbahasa, Serupa