Ciri-Ciri Teks Negosiasi, Tujuan, Struktur, Cara Pembuatan, dan Contoh-Contohnya

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Teks negosiasi adalah teks yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain.

Dalam kehidupan sehari-sehari, proses negosiasi merupakan hal yang umum dilakukan. Yap, negosiasi erat kaitannya dengan kegiatan tawar menawar, terutama saat jual beli.

Kedua belah pihak yang melakukan negosiasi mempunyai hak terhadap hasil yang akan disepakati. Hasil akhir dari negosiasi tersebut harus terdapat persetujuan dari semua pihak dengan kesepakatan bersama.

Negosiasi tidak hanya terjadi di dunia jual beli atau perekonomian saja, tetapi juga bisa di bidang perusahaan, pendidikan, kerja sama, dan lain-lain.

Nah, bagi kamu yang ingin mendalami teks negosiasi bisa mencari informasi tentang ciri-ciri, tujuan, struktur hingga contohnya.

Berikut ini rangkuman mengenai ciri-ciri teks negosiasi, tujuan struktur, cara pembuatan hingga contoh-contohnya, seperti dilansir dari laman Saintif dan Sahabatnesia, Selasa (2/2/2021).

Ciri-Ciri Teks Negosiasi

Ilustrasi negosiasi. | fauxels dari Pexels
Ilustrasi negosiasi. | fauxels dari Pexels

Ciri-Ciri Teks Negosiasi

1. Menghasilkan kesepakatan.

2. Menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan.

3. Sarana untuk mencari penyelesaian atau jalan tengah.

4. Mengarah kepada tujuan praktis.

5. Memprioritaskan kepentingan bersama.

6. Menyangkut suatu rencana yang belum terjadi.

7. Kegiatan komunikasi langsung.

8. Berbentuk dialog atau diubah menjadi monolog.

Tujuan dan Struktur Teks Negosiasi

Ilustrasi menulis. Credit: unsplash.com/David
Ilustrasi menulis. Credit: unsplash.com/David

Tujuan Negosiasi

Adapun tujuan dilakukan negosiasi dalam hal bisnis, beberapa di antaranya untuk:

1. Mencapai kesepakatan yang memiliki kesamaan persepsi, saling pengertian, dan persetujuan.

2. Mencapai penyelesaian atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi secara bersama.

3. Mencapai kondisi saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan (win-win solution).

Struktur Kompleks Teks Negosiasi

- Orientasi: pembukaan atau awalan dari percakapan sebuah negosiasi. Biasanya berupa kata salam, sapa dan sebagainya.

- Permintaan: di mana pihak yang ingin tahu menanyakan suatu barang atau permasalahan yang dihadapi

- Pemenuhan: pihak yang terkait memberitahukan mengenai barang atau obyek agar orang yang diajak interaksi oleh pihak tersebut menjadi lebih paham.

- Penawaran: suatu puncak dari negosiasi karena terjadi proses tawar menawar pihak satu dengan pihak yang lain untuk mendapat sebuah kesepakatan yang menguntungkan satu sama lain.

- Persetujuan: kesepakatan atas hasil penawaran dari kedua belah pihak.

- Pembelian: terjadinya transaksi jual beli antara masing-masing pihak terkait.

- Penutup: mengakhiri dari sebuah percakapan antara kedua pihak untuk menyelesaikan suatu proses interaksi dalam negosiasi.

Kaidah Kebahasaan dan Langkah Menyusun Teks Negosiasi

Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Startup
Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Startup

Kaidah kebahasaan

Kaidah kebahasaan atau ciri kebahasaan teks negosiasi adalah sebagai berikut:

1. Bahasa persuasif, yaitu bahasa yang digunakan harus membujuk atau menarik perhatian.

2. Kalimat deklaratif, yaitu kalimat yang berisi pernyataan yang berfungsi untuk memberikan informasi atau berita tentang sesuatu.

3. Bahasa yang sopan.

4. Menggunakan konjungsi, seperti: kalau begitu, meskipun, walaupun.

5. Menggunakan kalimat yang efektif, yaitu kalimat yang padat, singkat, jelas, lengkap, dan dapat menyempaikan informasi secara tepat sehingga mudah dipahami.

6. Bersifat memerintah dan memenuhi perintah.

7. Menggunakan kalimat langsung.

8. Menggunakan pronominal, yaitu kata ganti seperti: saya, kami, anda.

9. Menggunakan kalimat yang menyatakan kesepakatan atau tidak.

10. Menggunakan kalimat perbandingan/kontras.

Langkah Pembuatan Teks Negosiasi

1. Menentukan tujuan.

2. Menentukan pihak-pihak yang berkaitan.

3. Menentukan konflik bahasan.

4. Menentukan solusi dalam penawaran.

5. Menentukan model kesepakatan.

Contoh Teks Negosiasi

Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com
Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli

Pembeli: "Bu saya mau beli gitar ini, kira-kira berapa harganya?"

Penjual: "Kalau gitar yang itu harga nya Rp750 ribu, Nak."

Pembeli: "Harganya boleh kurang enggak, Bu?"

Penjual: "Hmmm, boleh saja. Mau nawar berapa ya, Nak?"

Pembeli: "600 ribu, bisa enggak yah?"

Penjual: "Wah, kalau harga segitu rasanya tidak bisa nak."

Pembeli: "Kalau 625 ribu, Bu?"

Penjual: "Naikin sedikit lagi, Nak, Rp650 ribu ibu lepas deh gitar ini."

Pembeli: "Oke deh, Bu, saya setuju, ini ya uangnya."

Contoh Teks Negosiasi antara Guru dan Siswa

Guru: "Anak-anak, minggu depan kita akan melaksanakan ulangan harian bab teks drama ya. Kalian harus mempersiapkan sebaik-baiknya."

Siswa: "Jangan dong, Bu. Tugas kan sudah banyak. Ditambah mapel lain juga banyak tugas."

Guru: "Jadi kalian keberatan kalau ulangan hariannya minggu depan?"

Siswa: "Iya, Bu. Apalagi Ibu sudah ngasih tugas juga barusan."

Guru: "Kalau begitu kapan kalian siap buat ulangan harian?”

Siswa: "Dua minggu lagi saja, Bu."

Guru: "Baiklah. Tapi, karena materi bab teks drama sudah selesai, apa kalian punya usul apa yang akan kita lakukan minggu depan?"

Siswa: "Minggu depan kita pentas drama saja, Bu. Satu kelas dibagi jadi 3 kelompok untuk memainkan drama pendek. Gimana, Bu?"

Guru: "Wah wah. Ide bagus ini."

Contoh Teks Negosiasi antarTeman

Sugeng: "Val, kamu punya kamera DSLR kan ya?"

Noval: "Iya ada bro. Ada apa memang?"

Sugeng: "Gini, saya sama tim mau ada pemotretan untuk beberapa produk baru yang mau dirilis bulan depan."

Noval: "Oiya. Untuk pemotretan produk snack itu?"

Sugeng: "Iya bener. Jadi rencananya saya mau sewa DSLR kamu untuk 3 hari, bisa gak, Bro? Kira-kira berapa?"

Noval: "Rp100 ribu per hari gimana, Bro? Murah kan? he he he..."

Sugeng: "Jangan segitu lah bro. Sama temen ini."

Noval: "Ok ok, Bro. Bercanda bercanda. 50 ribu saja perhari. 3 hari berarti jadi 150 ribu."

Sugeng: "Nah gitu dong, Bro. Sama temen harus saling membantu lah. Kapan bisa diambil kameranya?”

Noval: "Memangnya mau dipakai kapan?"

Sugeng: "Rencana Senin-Rabu besok."

Noval: "Ya sudah. Ambil saja besok Sabtu."

Sugeng: "Oke."

Sumber: Saintif, Sahabatnesia