Ciri-Ciri Teks Ulasan, Tujuan, Struktur, dan Contohnya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Teks ulasan adalah jenis teks yang berisi penilaian atau review terhadap suatu karya. Karya yang biasanya dibuat ulasannya, antara lain cerpen, puisi, novel, buku, film, maupun album lagu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ulasan adalah kupasan, tafsiran, atau komentar. Sedangkan mengulas mempunyai arti berupa memberikan penjelasan, komentar, menafsirkan dalam bentuk pendapat dan sebagainya.

Dalam praktiknya, pengulas harus bersikap kritis saat memberikan ulasannya agar tulisannya tersebut dapat menjadi suatu kontribusi di kemudian hari bagi kemajuan karya yang dijadikan ulasan.

Teks ulasan memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan jenis teks lainnya. Penting untuk mengetahui dan memahami ciri-ciri dari teks ulasan.

Berikut ini rangkuman tentang ciri-ciri teks ulasan, tujuan, struktur, dan contohnya, seperti dilansir dari gerbangkurikulum.sma.kemdikbud.go.id, Senin (15/11/2021).

vidio:Para Pencetak Total Minimal 10 Gol dalam Sejarah Piala AFF, Termasuk Bambang Pamungkas

Ciri-ciri Teks Ulasan

Ilustrasi menulis, mengetik di laptop. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)
Ilustrasi menulis, mengetik di laptop. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Ciri-ciri yang dimiliki oleh teks ulasan, sebagai berikut:

1. Memiliki struktur teks yang tersusun dari orientasi, tafsiran, evaluasi, dan rangkuman.

2. Memuat informasi berdasarkan pandangan atau opini dari penulis terhadap suatu karya atau produk.

3. Opini yang dibuat berdasarkan fakta yang diinterpretasikan.

4. Teks ulasan disebut juga dengan resensi.

Tujuan Teks Ulasan

Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Startup
Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Startup

1. Menunjukkan pandangan atau penilaian penulis resensi atau pengulas terhadap suatu karya, produk atau peristiwa.

2. Memberikan informasi kepada pembaca atau publik tentang kelayakan yang dimiliki suatu karya atau produk.

3. Membantu pembaca untuk mengetahui isi dari suatu karya.

4. Memberikan informasi kepada pembaca tentang kelebihan dan kekurangan karya atau produk yang diulas.

5. Mengetahui perbandingan karya atau produk tersebut dengan karya atau produk lain yang sejenis.

6. Memberikan informasi yang komprehensif tentang suatu karya, produk atau peristiwa.

7. Memberi informasi dan mengajak pembaca agar merenungkan, memikirkan, dan mendiskusikan masalah yang terdapat dalam suatu karya.

8. Memberikan pertimbangan kepada pembaca tentang suatu karya apakah pantas untuk dinikmati atau tidak.

9. Memudahkan pembaca dalam memahami hubungan suatu karya dengan karya lain atau produk dengan produk lain yang serupa.

10. Memberikan pertimbangan bagi pembaca sebelum memutuskan untuk memilih, membeli, dan menikmati suatu karya atau produk.

Struktur Teks Ulasan

Ilustrasi menulis. | pexels.com/@tirachard-kumtanom-112571
Ilustrasi menulis. | pexels.com/@tirachard-kumtanom-112571

1. Orientasi

Menjelaskan tentang gambaran umum mengenai karya yang akan diulas atau di-review. Dari sini, pembaca akan dengan mudah mengetahui apa yang akan diulas dari karya atau produk tersebut.

2. Tafsiran

Menjelaskan tentang perincian atau informasi detail tentang karya yang akan diulas atau di-review. Perincian tersebut dapat berupa kelebihan atau keunggulan, hal yang unik, kualitas, atau bagian dari karya tersebut.

3. Evaluasi

Memberikan gambaran tentang pandangan dari pengulas atau reviewer terhadap karya yang diulas. Evaluasi dilakukan setelah membuat tafsiran untuk mempermudah pengulas dalam menilai bagian yang bernilai atau yang kurang dari suatu karya atau produk.

4. Rangkuman

Memberikan tentang komentar dari pengulas atau reviewer mengenai karya atau produk yang diulasnya, apakah bagus atau tidak, apakah berkualitas atau tidak.

Contoh Teks Ulasan Puisi

Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Julia
Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Julia

Hujan Bulan Juni

(Sapardi Djoko Damono)

tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Juni

dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan Juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan Juni

dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu

Contoh Ulasan

  • Orientasi

Puisi berjudul "Hujan Bulan Juni" merupakan puisi karya Sapardi Djoko Damono. Dalam puisi tersebut menceritakan tentang ketabahan seseorang untuk berada jauh dari kekasih hati yang sangat dirindukannya.

  • Tafsiran

Hujan bulan Juni merupakan lambang perasaan yang tabah, bait pertama puisi ini menggambarkan perasaan untuk menyimpan rasa rindu kepada seorang kekasih. Perasaan ini dilaluinya dengan hati yang tabah dengan merelakan dirinya merasakan rindu yang indah.

Pada bait kedua, perasaan yang berusaha untuk menyimpan penderitaannya dengan menerima kenyataan dan berusaha untuk melaluinya dengan sabar. Pada bait ketiga, tergambar kearifan hati dari seseorang yang menyimpan perasaan rindu.

  • Evaluasi

Puisi ini tersaji dengan tema menarik sehingga pembaca merasa terkesan. Selain itu, puisi ini berisi kerinduan seseorang kepada kekasihnya. Dalam puisi ini, penulis juga cukup baik dalam penggunaan kata-kata puitis.

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel