Citibank bukukan laba bersih Rp1,1 triliun pada triwulan III-2022

Citibank N.A. Indonesia (Citi Indonesia) membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun pada triwulan III-2022, atau naik 31 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi dalam konferensi pers Paparan Kinerja Citi Indonesia di Jakarta, Kamis, mengatakan peningkatan ini disebabkan oleh lebih rendahnya biaya cadangan kerugian penurunan nilai kredit di lini Institutional Banking.

"Di saat yang bersamaan, kami juga melihat perkembangan yang positif terhadap momentum bisnis dan kualitas aset. Kami akan terus menerapkan asas kehati-hatian dalam manajemen risiko untuk mengatasi faktor risiko yang mungkin timbul," ujar Batara.

Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan portofolio kredit perseroan turun sebesar 4,6 persen yoy pada triwulan III-2022, terutama berasal dari lini bisnis Institutional Banking.

Kemudian, total aset perseroan naik 8,3 persen (yoy) menjadi Rp95,2 triliun pada triwulan III-2022, yang mana pertumbuhan ini didukung oleh kualitas dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 10,2 persen (yoy).

Baca juga: Kredit Citibank naik 9,8 persen, didukung bisnis institusional banking

Dengan demikian, lanjut dia, perseroan mampu mempertahankan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) di angka 54 persen, dengan tingkat kecukupan modal atau Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 28 persen.

Lebih lanjut, kredit bermasalah Gross Non-Performing Loan (NPL) perseroan relatif stabil berada di posisi 3,30 persen, dan pencapaian rasio net NPL menjadi 0,31 persen, atau lebih rendah dari sebelumnya 0,94 persen di periode sama tahun lalu.

Selain itu, lini Citi Commercial Bank membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 25 persen (yoy) pada triwulan III-2022, yang disumbangkan manajemen kas, nilai tukar valuta asing (valas) dan juga kredit.

Sedangkan, dari lini bisnis Retail Banking, transaksi investasi digital perseroan tumbuh 38 persen (yoy) pada triwulan III-2022.

Dalam periode sama, portofolio pinjaman digital meningkat sebesar 115 persen, sehingga mendukung pertumbuhan bisnis wealth management dan peningkatan inklusi digital di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga: Citibank Indonesia perkirakan inflasi inti 3,5 persen di akhir tahun

Baca juga: Citibank: Indonesia cukup baik serap dampak negatif gejolak global