Citigroup Tetapkan Vaksinasi Jadi Syarat Kerja, Ini Alasannya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pengumuman Citigroup pada Kamis, 28 Oktober 2021 berisi perintah kepada staf yang berlokasi di Amerika Serikat (AS) melakukan vaksinasi penuh jika ingin tetap bekerja.

Head of Human Resources Citigroup Sara Wechter dalam unggahan di LinkedIn mengutip pesan vaksin administrasi Joe Biden untuk kontraktor federal. Tertulis ini (Citigroup) adalah klien besar dan penting pemerintah AS di bank.

"Kami memiliki kewajiban untuk mematuhi seruan eksekutif yang dikeluarkan oleh Gedung Putih. Pemerintah mengamanatkan agar individu yang mendukung kontrak pemerintah harus divaksinasi sepenuhnya. Anjuran ini akan berdampak pada sebagian besar rekan kami di AS," tulis Wechter dilansir dari CNN, Jumat (29/10/2021).

Pada September, Presiden AS Joe Biden teken perintah eksekutif. Isinya meminta karyawan kontraktor yang bermitra dengan pemerintah federal wajib vaksinasi COVID-19.

Sehingga tidak perlu lagiuji anti-COVID-19 saat keluar-masuk kantor. Pemerintah memberi jangka waktu bagi kontraktor untuk melakukan vaksinasi kepada karyawannya sampai Rabu, 8 Desember 2021.

Seorang pejabat perusahaan mengungkapkan bank akan mendorong dengan memberi insentif kepadakaryawan. Dengan syarat menyerahkan bukti vaksinasi per 8 Desember 2021.

Bahkan bank akan menghadiahi USD 200 atau Rp 2,8 juta (estimasi kurs Rp 14.187 per dolar AS) sebagai ucapan terima kasih atas kesediaan karyawan divaksinasi.

Citigroup menjadikan bukti vaksinasi sebagai syarat kerja. Penyerahan paling lambat Jumat, 14 Januari 2022. Jika tidak divaksinasi sampai waktu dtentukan karyawan akan diberhentikan. Bank berupaya guna membantu karyawan divaksinasi penuh sehingga tidak dipecat.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Perlindungan untuk Karyawan

Ilustrasi vaksinasi COVID-19 (Gambar oleh Spencer Davis dari Pixabay)
Ilustrasi vaksinasi COVID-19 (Gambar oleh Spencer Davis dari Pixabay)

Selain mengikuti mandat dari pemerintah AS, langkah ini tujuannya sebagai tindakan Citi melindungi karyawan.

“Memiliki tenaga kerja yang divaksinasi memungkinkan kami untuk memastikan kesehatan dan keselamatan rekan kerja kami saat kembali ke kantor di AS,” tulis Wechter pada unggahan di LinkedIn.

Citi berujar akan membayar akomodasi, medis atau lainnya berdasarkan per kasus.

"Kami telah membuat keputusan untuk mewajibkan rekan-rekan di AS untuk divaksinasi sepenuhnya sebagai syarat pekerjaan. Keputusan ini dibuat dengan pertimbangan dan analisis yang cermat,” tambah Wechter dalam unggahannya.

Reporter: Ayesha Puri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel