Ciuman Bisa Prediksi Kondisi Kesehatan Pasangan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ciuman kerap dilakukan sebagai tanda ungkapan sayang dan cinta pada pasangan. Ciuman bahkan terbukti bisa mengatasi stres, membuat bahagia dan panjang umur.

Namun, selain membangkitkan perasaan baik di otak, ciuman nyatanya bisa memeriksa kebugaran dan kesehatan pasangan Anda.

Melansir Bright Side, Senin (6/9/2021), para ilmuwan dari Universitas Oxford mengatakan bahwa Anda bisa memeriksa tingkat kesehatan pasangan melalui napas dan rasanya saat berciuman.

Secara alami, bau mulut atau rasa bisa berpotensi menandakan masalah kesehatan. Selanjutnya, ketika kita berciuman, kita juga menukar zat berminyak yang disebut sebum yang diproduksi oleh kelenjar tubuh.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Zat yang bisa mengungkapkan informasi berharga tentang susunan biologis seseorang

Ilustrasi ayah dan anak (pixabay.com)
Ilustrasi ayah dan anak (pixabay.com)

Zat tersebut mengandung feromon yang mengungkapkan informasi berharga tentang susunan biologis seseorang. Dengan kata lain, itu menunjukkan hal-hal yang dimiliki dua orang yang berciuman.

Para ilmuwan juga menyarankan bahwa zat ini mengungkapkan informasi hormonal yang menggoda otak untuk bertanya-tanya apakah orang ini cukup sehat untuk memulai sebuah keluarga.

Ini tentu saja dilakukan secara tidak sadar dan kita tidak benar-benar berpikir bahwa kita sedang menganalisis pasangan kita, tapi bagian bawah sadar kita secara besar-besaran berdampak pada cara kita berperilaku, walaupun kita tidak benar-benar memahami cara kerjanya.

Berciuman Bisa Membuat Bahagia

Ilustrasi Pasangan Credit: pexels.com/ArtemBeliakin
Ilustrasi Pasangan Credit: pexels.com/ArtemBeliakin

Mencium pasangan yang kita cintai menjadi cara yang paling baik untuk memperkuat hubungan. Bibir dipenuhi dengan saraf sensorik dan ketika kita mencium pasangan, itu mendorong otak untuk melepaskan hormon oksitosin yang kuat, juga dikenal sebagai hormon "cinta," yang membuat kita merasa bahagia.

Selain itu, mencium pasangan juga meningkatkan produksi serotonin yang merupakan bahan kimia perasaan--enak lainnya yang meningkatkan keintiman dan kepercayaan sehingga memungkinkan kita untuk membangun hubungan yang kuat dan sehat.

Berciuman juga bisa mengurangi kadar kortisol yang dikenal sebagai hormon stres. Dan, menurut penelitian, semakin besar produksi bahan kimia positif ini, semakin Anda mampu menubuhkan cintamu.

Jadi jika Anda mencium pasanganmu, ingatlah bahwa ini bukan hanya momen yang menyenangkan dan intim antara kamu berdua, tapi juga merupakan bagian integral dari menumbuhkan hubungan yang sehat dan kuat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel