Clark dan Armor melawan angin untuk sama-sama puncaki PGA Bermuda

·Bacaan 3 menit

Miami (AFP) - Dua pegolf Amerika Serikat, Wyndham Clark dan Ryan Armor, berjuang melawan angin kencang dan sama-sama memuncaki klasemen sementara dengan satu pukulan pada babak kedua US PGA Bermuda Championship yang sempat terganggu gelap, Jumat.

Clark yang tidak pernah melewati lima besar dalam turnamen PGA ini melepaskan tiga-di bawah par 68, sedangkan Armor melepaskan total 70 pukulan untuk membuat keduanya sama-sama mencatat delapan di bawah 134 setelah 36 lubang di Lapangan Golf Port Royal di Southampton.

"Saya melakukan apa yang saya bisa di luar sana. Untuk membuatnya di bawah par itu hebat," kata Armor.

"Saya tak bisa menekankan betapa sulitnya di luar sana. Ini secara fisik melelahkan dan kemudian secara mental ... Anda hanya berusaha membuat diri Anda tetap bertarung."

Kramer Hickok menempati urutan ketiga dengan total 135 pukulan (dari dua babak) bersama dengan dua senegaranya dari AS Ollie Schniederjans dan Doc Redman mencatat total 136 pukulan. Sekelompok pegolf lainnya menempati urutan keenam setelah membuat 137 pukulan termasuk pegolf Inggris Luke Donald.

Lima pegolf tetap berada di jalur ketika gelap menghentikan lomba, tidak ada satu pun yang mengancam lima besar saat mereka bersiap menyelesaikan babak berikutnya Sabtu.

Clark yang merupakan pegolf nomor 183 dunia memulai dari lubang ke-10, dengan membuat birdie awal pada lubang ke-11 dan berturut-turut mengemas dua birdie pada par-3 lubang ke-16 dan par-5 lubang ke-17.

Clark (26) menciptakan, eagle pada par-5 lubang kedua pada hari kedua berturut-turut namun membuat bogey pada par-5 lubang ketujuh dan par-3 lubang kedelapan yang membuatnya berbagi keunggulan.

"Secara keseluruhan saya cukup senang pada cara saya bermain," kata Clark. "Saya berhasil melakukannya dengan cukup baik."

"Saya memainkan par-5 dengan cukup solid, saya membuat putt yang mesti saya lakukan dan saya cuma harus benar-benar bersabar di luar sana. Memang benar-benar berat dan saya tidak memiliki cacat sampai akhir, jadi saya merasa sangat bagus."

Armor (44) yang berperingkat 217 dunia, meraih satu-satunya mahkota PGA dalam Sanderson Farms Championship pada 2017.

Armor membuka lomba dengan satu birdie dan disusul dua birdie berturut-turut pada lubang keempat dan kelima, tetapi diikuti tiga bogey pada par-5 lubang ketujuh, par-4 lubang ke-11 dan par-3 lubang 13. Berkat satu birdie pada par-5 lubang ke-17 dia bisa berbagi keunggulan.

"Saya menikmati tantangan ini," kata Armor. "Hari ini berat sekali. Kami tidak bisa menilai jarak dengan sangat baik dan kami memiliki sejumlah bola yang bergerak ke samping di luar sana. Itu cuma menerpa angin dan itu akan bergerak 20 yard lebih jauh ke kiri atau ke kanan dari yang Anda tuju."

Kiradech Aphibarnrat dari Thailand melepaskan 66 pukulan bebas bogey untuk bergabung dengan kelompok yang mencatat total 137 pukulan.

"Terlebih dalam kondisi seperti ini, menurut saya ini adalah babak terbaik bagi saya sepanjang musim ini," kata dia. "Saya sudah agak sedikit berjuang sejak awal tahun. Semoga hari ini menjadi titik balik."

Fred Funk, bermain bersama putranya Taylor dalam usia 64 tahun, menyumbang birdie pada par-4 kesembilan untuk melepaskan 72 pukulan sehingga menjadi pegolf keempat seusianya atau lebih tua sejak 1970 yang lolos babak PGA setelah rekan-rekan senegaranya dari AS Jack Nicklaus, Sam Snead dan Tom Watson.

"Senang rasanya mengetahui Anda bisa melakukannya," kata Funk senior. "Tidak banyak orang yang memiliki kesempatan. Ini besar artinya, tetapi hal terbesar adalah bermain bersama Taylor. Bonusnya lolos ke babak selanjutnya."

Taylor gagal melenggang ke babak berikutnya setelah finis di 12-over.