Coba 5 Jurus Ini, Dijamin Keuangan Aman di Masa Depan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Menjamin stabilitas keuangan yang baik di masa depan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Untuk mencapai hal tersebut membutuhkan waktu dan usaha yang lama, dan tentunya konsistensi.

Ahli Perilaku Keuangan, Morgan Housel menyarankan 5 hal yang perlu dilakukan setiap orang dalam mengelola kebiasaan keuangan.

Ini diketahuinya setelah sekian lama berkecimpung dalam industri ini untuk memahami perilaku seseorang dalam mengalokasikan uang yang dimilikinya.

Menurut Housel, jika kelima langkah tersebut dilakukan secara konsisten, dapat mengantarkan pada hasil yang baik di masa depan. Apa saja? berikut daftarnya, seperti dikutip dari CNBC, Kamis (11/2/2021).

1. Menekan Ego

Mengalokasikan banyak uang yang dimiliki untuk berbelanja di luar kebutuhan dasar disebabkan karena ego untuk memperoleh pengakuan sosial.

Salah satu cara yang bisa dilakukan ialah dengan menabung. Ini merupakan cara untuk membantu mengalihkan dari dorongan untuk memenuhi ego kepada pertimbangan terhadap masa depan.

Mereka yang sukses dalam mengelola finasial bukanlah yang berpenghasilan tinggi, melainkan mereka yang mampu menekan egonya dan tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentangnya.

2. Jangan Memiliki Pasangan yang Tidak Sependapat dalam Hal Keuangan

Cara cepat untuk menghancurkan rencana keuangan ialah dengan menikahi pasangan yang memiliki pola pengaturan keuangan yang berbeda. Karena dalam keluarga, biasanya masalah keuangan merupakan alasan umum dalam perceraian.

Karena itu, penting untuk menjalin hubungan dengan orang yang memiliki pola pikir tentang keuangan yang sama. Pasangan yang sama-sama boros mungkin akan lebih baik ketimbang pasangan yang satu rajin menabung namun pasangannya sangat boros.

3. Menghindari Masalah

Tips mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji Rp 5 Juta per bulan dan tetap bisa menabung untuk masa depan.
Tips mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji Rp 5 Juta per bulan dan tetap bisa menabung untuk masa depan.

Kesuksesan tidaklah instan didapatkan tanpa konsistensi melakukan yang terbaik. Dalam hal keuangan, menurut Housel lebih baik konsisten menabung dibanding mengejar kekayaan instan dengan investasi besar dalam sekaligus.

Ini akan memperkecil resiko, karena menurutnya tidak ada seorang pun yang lebih cepat mampu melunasi hutangn ketimbang orang yang dari awal memang tidak memutuskan untuk berhutang.

Keputusan besar yang instan tidak selalu berbuah sukses. "Anda tidak perlu membuat banyak keputusan bagus untuk berhasil sepanjang waktu; Anda hanya harus secara konsisten tidak membuat masalah untuk jangka waktu yang lama," jelas dia.

4. Menggunakan Kebutuhan yang Memiliki Status Rendah namun Efisiensi Tinggi

Jika mengejar ego atas pengakuan sosial, biasanya orang cenderung mengeluarkan banyak uang untuk mendapat layanan dengan status tinggi.

Namun sebaliknya, kesuksesan bisa didapat dengan menekan ego tersebut lewat pengeluaran dengan pertimbangan terhadap nilai efisiensi tinggi ketimbang pertimbangan karena statusnya tinggi.

Misalnya, pendidikan di sekolah negeri mungkin memiliki status sosial biasa saja namun dari segi kualitasnya cukup terjamin. Atau juga memutuskan menggunakan kendaraan umum ketimbang kendaraan pribadi.

5. Pilih Karier yang Bukan Minat Anda namun dengan Gaji yang Layak

Alih-alih bekerja sesuai minat yang sudah ditekuni selama ini, mungkin bekerja pada bidang lain bisa menjanjikan pendapatan yang lebih baik di masa depan.

Ini bukan tentang sedikitnya uang dan banyaknya kebebasan. Namun, biasanya pekerjaan sesuai minat yang memiliki gaji rendah dapat menimbulkan perasaan benci seiring bertambahnya usia, memiliki keluarga, melihat tagihan rumah tangga yang membengkak dan kebutuhan yang terus meningkat.

Sehingga ini justru bisa menggantikan kebahagiaan yang awalnya diharapkan menjadi penyesalan di kemudian hari.

Reporter: Abdul Azis Said

Saksikan Video Ini