Coba-coba Bikin Kacau di Twitter, Akun Kamu Dihapus Selamanya

Lazuardhi Utama, ABC Indonesia
·Bacaan 2 menit

Usaha jaringan media sosial seperti Twitter untuk memerangi berbagai informasi palsu, hoax atau menyesatkan yang disengaja mengenai vaksin COVID-19 tampaknya semakin serius.

Kartu Kuning dari Twitter

  • Twitter mengatakan sudah menghapus ribuan cuitan sejak Desember karena berisi informasi palsu mengenai COVID-19

  • Sekarang mereka yang dapat peringatan lima kali akan ditutup akunya

  • Twitter sebelumnya memberikan beberapa peringatan atas cuitan yang dilakukan mantan Presiden AS Donald Trump

Twitter sekarang mengatakan akan memberikan peringatan kepada cuitan yang berisi berbagai hoax, misinformasi dan kalau beberapa kali melakukannya, pemilik akun dilarang selamanya.

Jaringan media sosial ini sudah memulai mempromosikan informasi mengenai kesehatan publik bahkan sebelum COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi global.

Twitter mengatakan juga akan menghapus informasi palsu atau yang menyesatkan (hoax) mengenai virus karena berpotensi besar menciptakan kekacauan.

Sejak adanya kebijakan petunjuk mengenai COVID-19 pada Desember 2019, Twitter mengatakan sudah menghapus lebih dari 8.400 cuitan dan memberi peringatan kepada 11,5 juta akun.

Dalam kebijakan terbaru ini pengguna Twitter yang dianggap menyebarkan informasi keliru mengenai COVID-19 akan diberi peringatan seperti kartu kuning dalam pertandingan olahraga.

Twitter mengenai tidak akan hukuman yang diberikan dalam peringatan pertama, namun pemilik akun akan dikunci sementara dari akun mereka setelah adanya peringatan kedua dan ketiga.

Bila seseorang mendapat peringatan keempat, mereka akan dilarang melakukan kegiatan selama tujuh hari.

Bila pemilik akun mendapat peringatan kelima maka mereka akunnya akan ditutup permanen.

Dengan semakin banyak orang ingin mendapatkan informasi yang benar mengenai vaksin dari pihak yang berwenang karena adanya vaksinasi yang dilakukan di seluruh dunia, Twitter juga mengatakan akan memperlebar petunjuk mereka.

Katy Minshall kepala kebijakan publik Twitter di Inggris mengatakan perusahaannya mengakui peran yang mereka mainkan dalam memberikan informasi kesehatan publik yang bisa dipercaya.

"Kami terus bekerja sama dengan otoritas kesehatan di seluruh dunia guna memastikan akses ke sumber yang terpercaya tersedia termasuk informasi mengenai vaksin COVID-19," katanya kepada Reuters.

"Hari ini kami akan mulai menerapkan pemberian label bagi informasi palsu atau menyesatkan mengenai vaksin COVID-19, sebagai tambahan dari usaha kami menghilangkan informasi palsu mengenai Virus Corona dari layanan kami."

Sunita Bose explains what's being done to limit spread of misinformation
Sunita Bose explains what's being done to limit spread of misinformation

Sunita Bose explains how big tech companies will battle the...

Space to play or pause, M to mute, left and right arrows to seek, up and down arrows for volume.

Sunita Bose explains how big tech companies will battle the spread of misinformation. ( ABC News )

Peringatan yang dibuat oleh Twitter menjadi pusat perhatian ketika mereka menggunakannya dalam pemilihan presiden Amerika Serikat baru-baru ini, dengan Twitter mengeluarkan peringatan beberapa kali kepada Presiden Donald Trump sebelum kemudian menghapus akunnya.

Reuters/ABC

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dan lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini