Coba Menyeberang ke Malaysia Lewat Pelabuhan Tikus, 10 WNI dan 1 WNA Ditangkap

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 10 orang Warga Negara Indonesia (WNI) dan 1 orang warga Malaysia ditangkap saat hendak bepergian ke Malaysia. Para imigran ini diduga akan menyeberang ke Malaysia tanpa melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Komandan Pos TNI Angkatan Laut (AL) Selatpanjang Letnan Dua (Letda) Laut Yustine menyerahkan para imigran itu ke Kantor Imigrasi (Kanim) Selatpanjang untuk diproses.

Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, M Jahari Sitepu mengatakan, awalnya para calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan ke Malaysia secara ilegal menggunakan speedboat kayu. Mereka berlayar melalui pelabuhan tikus di Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Selanjutnya pada Sabtu (6/8) dini hari kemarin, tim melihat secara visual adanya speedboat yang mengapung. Lalu petugas melakukan pendekatan serta pemeriksaan," kata Jahari Minggu (7/8).

Koordinasi dengan Konsulat Malaysia

Petugas Angkatan Laut itu langsung mengamankan 9 orang calon PMI, 1 orang yang WN Malaysia, dan 1 orang WNI sebagai ABK Kapal.

"Satu lagi diduga tekong speedboat terjun ke laut dan melarikan diri ke pinggir hutan bakau. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh TNI AL, sebanyak 11 orang ini diserahkan ke Kanim Selatpanjang dan ditempatkan di ruang detensi untuk proses pemeriksaan,” tegas Jahari.

Jahari segera menghubungi Konsulat Malaysia di Pekanbaru untuk memeriksa status kewarganegaraan 1 orang yang mengaku WN Malaysia.

"Setelah cukup alat bukti, nantinya kita akan melaksanakan Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK) kepada yang bersangkutan. Bisa berupa cegah dan tangkal, deportasi atau bahkan proses peradilan (projusticia)," jelasnya.

Mayoritas Warga NTB

Sementara mengenai WNI yang ditahan, kata Jahari, akan dikoordinasikan ke Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Ke-10 WNI itu sebagian besar merupakan pekerja asal NTB.

Jahari mengingatkan anak buahnya agar dapat bekerja maksimal menjaga kedaulatan NKRI. Dia tidak ingin ada penyusup atau imigran yang keluar masuk Indonesia secara ilegal.

"Jangan ada yang keluar masuk NKRI tanpa melewati pos pemeriksaan dan dokumen keimigrasian yang lengkap. Jaga integritas dan kejujuran, jangan mau disuap oleh imigran ilegal. Karena saya akan kenakan sanksi tegas bagi yang coba bermain suap menyuap," pungkasnya. [yan]