Coblosan Pemilihan Kepala Desa di Bogor Diatur dengan Sistem Shift

Mohammad Arief Hidayat, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak gelombang I. Panitia Pilkades diwajibkan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin, mengatakan, kegiatan itu untuk memantau kesiapan panitia penyelenggara di masing-masing desa. Dari 88 desa di 34 kecamatan yang melaksanakan pilkades serentak pada 20 Desember 2020, hampir seluruhnya sedang melaksanakan seleksi bakal calon kepala desa.

Dalam acara rapat koordinasi itu dipetakan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) dan jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Pemetaan di antaranya untuk mengetahui wilayah yang berpotensi terjadi konflik, khususnya wilayah yang jumlah penduduknya padat.

"Kita juga sambil melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi menimbulkan gesekan saat pelaksanaan pilkades serentak. Semuanya kita bahas di sini," ujarnya.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah, pelaksanaan pilkades serentak Kabupaten Bogor bakal dilakukan secara manual di masing-masing TPS dengan mewajibkan penerapan protokol kesehatan dan membagi jadwal peserta TPS.

"Panitia Pilkades melaksanakan prokes 3M semua sudah disiapkan panitia setiap TPS dan dibagi jadwal peserta TPS dalam beberapa shift (bergantian secara kelompok),” katanya.

Pemberlakuan jadwal shift di TPS dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan di masa pandemi COVID-19 seperti satu TPS untuk 500 orang, maka akan dilakukan shift awal 250 orang dan shift akhir 250 lagi. Semua panitia diberi keleluasaan untuk mengatur sesuai kondisi.

#pakaimasker
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitanganpakaisabun
#ingatpesanibu
#satgascovid19

Baca: Wiku Bocorkan Rahasia Penurunan Angka COVID-19 di Jakarta