Contoh-Contoh Kalimat Konotasi dan Denotasi yang Perlu Dipahami

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Konotasi dan denotasi bukan istilah yang asing. Istilah konotasi dan denotasi digunakan dalam banyak hal, terutama dalam ilmu bahasa.

Konotasi adalah sebuah kata yang mengandung makna kias atau bukan kata sebenarnya. Sementara, denotasi adalah sebuah kata yang memiliki arti yang sebenarnya dan apa adanya seperti yang sehari-hari kita gunakan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konotasi adalah kata yang mempunyai makna lain di baliknya atau sesuatu makna yang berkaitan dengan sebuah kata.

Sedangkan denotasi menurut KBBI, adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif.

Konotasi biasanya sering kita jumpai pada sebuah pantun, cerpen, dan beberapa karya seni sastra lainnya. Adanya konotasi tersebut bertujuan memperindah sebuah kalimat ungkapan pada sebuah kata.

Sementara, denotasi sangat mudah dijumpai karena merupakan kata yang sebanarnya tertulis pada kalimat.

Berikut ini kumpulan contoh kalimat konotasi dan denotasi yang perlu dipahami, seperti dilansir dari laman e-sbmptn.com, Selasa (7/9/2021).

Contoh Kalimat Konotasi

Ilustrasi menulis, mengetik. (Photo by rishi on Unsplash)
Ilustrasi menulis, mengetik. (Photo by rishi on Unsplash)

Contoh Kalimat Konotasi

1. Fadlan tak ingin sombong, meski berada di kursi empuk di kantornya. (kursi empuk: jabatan yang bagus)

2. Mukhlis hidup sebatang kara. (sebatang kara: sendirian/tanpa keluarga)

3. Rumah Paijo hangus di lalap si jago merah. (jago merah: Api)

4. Para pedagang tersebut gulung tikar. (gulung tikar: bangkrut)

5. Benny orang yang pandai bersilat lidah. (bersilat lidah: pandai berbicara/pandai mencari alasan)

6. Dian hanya sebagai sapi perah bagi bosnya. (sapi perah: dimanfaatkan saja)

7. Irfan merupakan keturunan darah biru. (darah biru: bangsawan/terhormat)

8. Anisa menjadi buah bibir semenjak sukses mendirikan toko kue (buah bibir: pembicaraan orang banyak)

9. Ahmad angkat kaki dari kosnya. (Angkat kaki: pindah/keluar)

10. Kenaikan BBM bukan hanya kabar angin. (kabar angin: isu/tidak pasti kebenarannya)

11. Ternyata dia adalah maling kelas kakap yang sudah insyaf (kelas kakap: hebat/berkuasa)

12. Didin sudah tahu akal bulus Bejo. (akal bulus: licik/ penipu)

13. Dian bisa kerja di kantor tersebut karena ada orang dalam. (orang dalam: kerabat atau kenalan yang berwenang )

14. Rossi sangat lihai menunggangi kuda besinya. (kuda besi = motor balap)

15. Pengalaman pahit yang aku rasakan, menjadi penyemangat kesuksesanku. (pahit: tidak menyenangkan hati)

Contoh Kalimat Denotasi

Ilustrasi menulis, mengetik. /Copyright unsplash.com
Ilustrasi menulis, mengetik. /Copyright unsplash.com

Contoh Kalimat Denotasi

1. Alibaba menyeduh kopi dengan air panas. (panas: suhu air yang tinggi)

2. Kaca itu jatuh dan hancur berkeping-keping. (hancur: rusak menjadi pecahan-pecahan kecil)

3. Padi di sawah bu Yusda masih hijau. (hijau: muda)

4. Sungai yang berada di belakang rumah Anggi meluap akibat hujan tadi malam. (meluap: melimpah dengan banyak )

5. Adik kecilku sangat suka menggigit jari. (menggigit jari: memasukkan jari ke mulut dan di gigit)

6. Zakiyan memiliki seekor sapi perah. (sapi perah: sapi yang diambil air susunya)

7. Ibu Andi pergi dini hari tadi ke rumah nenek. (dini: pagi sekali)

8. Tangan Reno terbakar ketika bermain api. (bermain api: melakukan permainan dengan api)

9. Adik duduk di kursi empuk yang terbuat dari busa. (kursi empuk: kursi yang nyaman diduduki)

10. Suasana hari ini terasa sangat panas. (panas: keadaan pada suhu tinggi)

11. Neny sedang menggulung tikar. (tikar: anyaman yang biasanya digunakan untuk tempat duduk)

12. Warga Jamruj berhasil menangkap pencuri kambing bandot milik Andi. (menangkap: memegang pencuri dan tidak melepaskan)

13. Ayam itu tenggelam di sungai. (tenggelam: masuk terbenam ke dalam air)

14. Makanan ini terasa pahit di mulut. (pahit: rasa tidak sedap seperti rasa empedu)

15. Anakku Ahmad, jangan banting tulang ayamnya ya! (banting tulang: kegiatan membanting tulang)

Sumber: e-sbmptn

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel