Contoh-Contoh Puisi tentang Ibu, Menyentuh Hati

·Bacaan 3 menit
Ilustrasi puisi (Sumber: Pexels)

Bola.com, Jakarta - Ibu adalah sosok wanita hebat yang paling berjasa bagi semua manusia di dunia. Untuk itu, setiap anak wajib bersyukur telah mendapatkan kasih sayang dari beliau.

Beragam cara bisa kamu lakukan sebagai tanda syukur kepada ibu tercinta. Satu di antaranya, kamu bisa mencoba menulis atau membaca puisi tentang ibu.

Puisi tentang ibu cocok diberikan untuk ibu tercinta sebagai ungkapan kado ulang tahun, hari ibu, dan menyatakan kasih sayang kepada beliau.

Kasih sayang seorang ibu membuat beberapa pengarang puisi terkenal seperti Chairil Anwar atau Emha Ainun Najib terinspirasi menciptakan puisi bertema ibu.

Diharapkan puisi tentang ibu yang kamu berikan kepada beliau bisa membuatnya bahagia. Bagi kamu yang tertarik membuat puisi tentang ibu, ada beragam referensi yang bisa menjadi inspirasimu.

Berikut ini koleksi contoh puisi tentang ibu yang menyentuh hati, dikutip dari laman Saintif dan Kozio, Minggu (5/9/2021).

Contoh-Contoh Puisi tentang Ibu

- Setetes Air Mata

Oleh: Hanim Fatmawati Madiun

Setetes air mata seorang ibu

Gejolak hati yang seakan akan ingin menjerit

Air mata terus mengair

Membasahi kedua pipinya

Yang sangat lembut

Di malam yang sunyi gelap gurita

Kedinginan yang merada ditubuhnya

Hati yang terluka terhanyut dalam kesedihan

Seorang ibu terus

Meneteskan air mata

Dan ia mulai bertanya

Kepada seorang anak

Ia mulai mengucapkan

Kata-kata dengan lisan

Mulutnya seakan akan ingin marah

Penderitaan yang dirasakan

Ia mulai berbaring

Dan meneskan air mata

Apa yang ia rasakan

Dan mulai merenung dan diam

Tanpa kata-kata

- Bunga

Oleh: Ellen Erviandani

Aku pilih mati!

Jika bunga tetap menangis

Karena tiap-tiap tetesannya luka dalam jiwaku

Aku pilih mati!

Buratan benang kusam jalannya terlampau terbatas

Kala itu menghendaki aku bunuh sang waktu

Aku pilih mati!

Sebagai aku kupu-kupu yang tak bersayap

Bagi aku yang tak terbang cerahkan kelopaknya

Aku marah!

Jika keasingan merengut senyum bunga

Sangat teriris ..

Aku tak pilih mati!

Sinar doa-doanya selimuti malamku

Begitu banyak harapan mimpi bunga padaku

Aku bakal berdiam diri

Dengarkan sepoi angin berasal dari dirinya

Menyongsong tajam sorot mata tuanya

Aku tak boleh mati!

Mendahului bunga

Itu pintanya

Contoh-Contoh Puisi tentang Ibu

- Tangisan Air Mata Bunda

Oleh: Monika Sebentina

Dalam senyummu kau sembunyikan lelahmu

Derita siang dan malam menimpamu

Tak sedetik pun menghentikan caramu

Untuk bisa memberi harapan baru bagiku

Seonggok cacian selalu menghampirimu

Secerah hinaan tak perduli bagimu

Selalu kau teruskan cara untuk masa depanku

Mencari harapan baru kembali bagi anakmu

Bukan setumpuk emas yang kau menginginkan di dalam kesuksesanku

Bukan gulungan duit yang kau minta di dalam kesuksesanku

Bukan juga sebatang perunggu di dalam kemenanganku

Tapi permohonan hatimu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata terhadapku

Aku menyayangimu saat ini dan pas aku tak kembali bersama denganmu

Aku menyayangimu anakku bersama dengan ketulusan hatiku

- Untuk Ibuku Tercinta

Oleh: Agus Suarsono

Ku ingin,

Menghirup hawa yang kau hirup

Melangkah,

Di tempatmu melangkah

Berteduh,

Di tempatmu berteduh

Dan terlelap di atas pangkuanmu

Ibu...

Ku cuma inginkan selalu bersamamu

sepanjang waktuku...

Contoh-Contoh Puisi tentang Ibu

- Ibu Malaikatku

Oleh: Mosdalifah Sepudi

Ibu...

Di sini kutulis cerita tentangmu

Napas yang tak pernah terjerat dusta

Tekad yang tak koyak oleh masa

Seberapapun sakitnya kau tetap penuh cinta

Ibu...

Tanpa lelah kau layani kami

Dengan segenap rasa bangga dihati

Tak terbesit sejenak pikirkan lelahmu

Kau terus berjalan di antara duri-duri

Ibu...

Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta

Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia

Selalu kuharapkan kau terus bersamaku

Dengan cinta berikan petuahmu

Ibu...

Kau lah malaikatku

Penyembuh luka dalam kepedihan

Penghapus dahaga akan kasih sayang

Sampai kapan pun itu...

Aku akan tetap mencintaimu...

- Bait Sajak untuk Ibu

Oleh: Kusnan

Tetes-tetes darah, keringat, dan air matamu

Cukup sudah menorehkan

Prasasti-prasasti indah di hidupku

Menggenapi di setiap celah ruang dan waktu

Gumam doa tulus nan sederhanamu

Jua, keriput di kening untuk menata asa

Demi anak-anakmu

Telah menjadi saksi

Pada hamparan permadani indah beranda surga

Akhirnya...

Maafkan bila belum sempurna baktiku padamu

Saat renta usia menjemputmu... ibu, maafkan kami anak-anakmu

Selamat jalan... ibu

Merengkuh jalan panjang menuju haribaan-Nya

Tuhan semesta jagad raya

Yakinlah suatu saat bersama takdir, nanti

Kita akan tersenyum bersama semerbak harum surga

Amien ...

Sumber: saintif.com, kozio.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel