Contoh Esai Beasiswa Jabar Future Leaders Scholarship Atau JFLS

·Bacaan 4 menit

VIVA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka program beasiswa Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) bagi masyarakat Jawa Barat untuk seluruh mahasiswa berprestasi jenjang D3, D4, S1, S2, atau S3.

Pendaftaran program beasiswa JFLS ini dibuka mulai 17 Juni hingga 17 Juli 2021 mendatang. Program ini merupakan program bantuan biaya pendidikan tinggi dari pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk masyarakat Jabar yang tengah menempuh pendidikan tinggi dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Program beasiswa JFLS ini diikuti sekitar 112 kampus yang tersebar di Jawa Barat. Untuk dapat mengajukan beasiswa ini, pendaftar merupakan masyarakat Jawa Barat, yang dibuktikan dengan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP).

Untuk mendapatkan beasiswa tentu ada syarat untuk membuat sebuah essay yang harus dibuat oleh calon penerima program beasiswa.

Apa itu esai?

Esai merupakan sebuah lembar promosi diri yang memaparkan kepribadian dari penulisnya. Menitik beratkan pada keinginan terbesar atau target yang sedang ia perjuangkan sampai titik darah penghabisan.

Penulisan esai akan menjelaskan banyak hal dan umumnya menyampaikan dua hal bertentangan terkait kelemahan atau kegagalan yang pernah dilalui serta menuliskan alasan yang menjadi penyebabnya. Kemudian juga menuliskan tentang kelebihan diri, misalnya semangat untuk terus memperbaiki diri agar tidak gagal kembali.

Sehingga di dalam esai kamu akan mencantumkan dua hal yang bertentangan dan kemudian tampak sangat rasional yang berisi fakta dan juga opini.

Lewat esai ini, penyedia program beasiswa bisa menentukan mana calon penerima yang benar-benar memiliki potensi. Hal tersebut sangat penting karena penyedia beasiswa mengharapkan ilmu dan gelar pendidikan yang diraih para peserta bisa bermanfaat besar.

Berikut contoh esai yang bisa menjadi acuan:

Contoh Esai Beasiswa JFLS

Nama saya Ardy Setiawan dan akrab dipanggil dengan nama Ardy. Saya lahir pada 28 Agustus 1996 di kota Cimahi, Jawa Barat. Berasal dari keluarga sederhana yang mengharapkan bisa meraih Pendidikan yang lebih tinggi. Penulisan esai ini sendiri saya tujukan untuk memenuhi persyaratan mengajukan beasiswa Jabar Future Leaders Scholarship.

Alasan Pemilihan Jurusan

Terdapat pilihan jurusan pendidikan menarik perhatian saya. Namun, hati saya tertuju pada Jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran. Ilmu komunikasi adalah pilihan yang kemudian saya ambil dengan sejumlah pertimbangan.

Sehingga saat ada kesempatan SNMPTN (jalur undangan) langsung saya terima, maka kesempatan ini saya manfaatkan sebaik-sebaiknya dan tidak ingin saya sia-siakan. Bermodalkan nekat, saya memilih jurusan utama di Ilmu Komunikasi, selanjutnya disusun jurusan Hukum, dan baru kemudian jurusan Argumentation, Rhetoric, and Communication di University Of Amsterdam untuk S2.

Ilmu komunikasi menjadi program studi utama karena tertarik dalam bidang komunikasi, dan akreditasi prodi tersebut sangat baik. Alasan kedua, kenapa jurusan ini saya utamakan karena untuk membantu saya keluar dari kejenuhan belajar hitung-hitungan dengan angka-angka.

Alasan ketiga, adalah karena Ilmu Komunikasi sejalan dengan passion dan kemampuan saya pribadi khususnya dalam hal publik speaking dan menulis. Selain itu, pilihan ini juga memberi saya kesempatan untuk belajar lebih banyak hal di bidang keilmuan baru yang akan saya tekuni sesuai bakat saya.

Alasan Kebutuhan Beasiswa

Setelah satu tahun setengah menempuh pendidikan Ilmu Komunikasi di Unpad saya kemudian mencoba bergabung di sejumlah organisasi intra maupun ekstra kampus. Tujuan dari langkah ini adalah membantu saya untuk mengembangkan diri saya. Sebab dari organisasi ini saya bisa mengasah berbagai keterampilan yang belum tentu saya dapatkan di perkuliahan.

Keaktifan saya di sejumlah organisasi membantu saya tidak hanya menjadi mahasiswa dengan dua kesibukan, yakni kuliah lalu pulang. Hanya saja keaktifan ini juga menuntut biaya lebih. Yaitu untuk memenuhi kebutuhan selama mengikuti kegiatan organisasi dan juga kegiatan pembelajaran Ilmu Komunikasi.

Kebutuhan dana juga saya rasakan untuk bisa memenuhi kebutuhan buku-buku kuliah dan referensi lainnya. Selain itu juga untuk menabung biaya penyusunan skripsi saat memasuki semester akhir di masa mendatang. Harapan saya, dengan adanya beasiswa JFLS ini akan membantu saya untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan meringankan beban orangtua saya.

Jangka Panjang Setelah Lulus Kuliah

Sebagai salah satu Sarjana Ilmu Komunikasi, saya memiliki keinginan untuk bisa menjadi komunikator yang baik dan handal di bidang jurnalistik. Selanjutnya, saya ingin mengamalkan ilmu dan keahlian yang saya dapat semasa kuliah dengan terjun di dunia media. Sehingga bisa menjadi jurnalis yang memiliki kredibilitas yang baik.

Rencana lain yang saya miliki setelah lulus, pertama adalah berkarir di bidang jurnalistik dan presenter. Dalam hal ini saya berkeinginan untuk mendirikan sebuah perpustakaan kecil untuk membantu anak-anak mengakses buku dengan mudah serta memiliki minat dan bakat menulis untuk bisa menerbitkan karya-karyanya.

Kedua, saya berkeinginan untuk melanjutkan studi S2 di Amsterdam jurusan Argumentation, Rhetoric, and Communication di University Of Amsterdam. Setelah selesai, saya ingin menjadi tenaga pengajar, berbekal ilmu dan pengalaman yang saya miliki maka bisa saya implementasikan kepada peserta didik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel