Contoh Laporan Keuangan Lengkap dengan Cara Membuatnya

·Bacaan 4 menit

VIVAContoh laporan keuangan merupakan sesuatu hal yang harus dipahami dan diketahui oleh Anda yang ingin bergelut di dunia bisnis. Bekerja menjadi seorang karyawan perusahaan terkadang menuntut kita untuk membuat beragam laporan.

Salah satu laporan yang sering dibutuhkan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan data yang menjelaskan posisi dan aktivitas keuangan pada sebuah instansi untuk periode tertentu.

Untuk perusahaan-perusahaan besar, laporan keuangan ini sudah tersusun dengan rapi dan terstruktur karena dibuat oleh seorang akuntan profesional dan berpengalaman. Tapi, beda lagi dengan perusahaan kecil yang baru merintis sebuah bisnis.

Terlebih lagi untuk perusahaan yang mempekerjakan seorang fresh graduate atau lulusan baru untuk membuat sebuah laporan. Membuat laporan keuangan merupakan sesuatu hal yang cukup menantang karena tingkat kesulitannya yang cukup tinggi.

Lalu, bagaimana cara membuat laporan keuangan?

Pentingnya membuat contoh laporan keuangan

Perusahaan kecil biasanya mengabaikan laporan pengeluaran dan pemasukan yang kecil, padahal hal ini akan memengaruhi seberapa sukses perusahaan tersebut dijalankan.

Uang tetap saja uang, meski pun jumlahnya kecil, apabila dikeluarkan secara terus menerus maka hal tersebut akan menjadi besar. Bahkan bisa membuat perusahaan gulung tikar.

Buku stok barang

Bukan hanya uang, sebuah perusahaan juga harus memiliki buku catatan barang masuk dan keluar. Barang-barang tersebut adalah produk yang dibeli atau yang dijual.

Semakin tinggi jumlah pengeluaran dan pemasukan barang, otomatis penjualan perusahaan semakin tinggi. Buku ini merupakan contoh laporan yang paling sederhana karena tidak menyantumkan uang.

Buku catatan pemasukan

Buku catatan pemasukan memiliki fungsi untuk memantau keseimbangan bisnis yang dijalani. Buku ini akan mencatat semua pemasukan keuangan dalam perusahaan, termasuk utang yang telah lunas.

Buku ini akan diperlukan di akhir bulan, kuartal, dan tahun. Jadi, catatlah semua pemasukan setiap hari.

Buku catatan pengeluaran

Setiap perusahaan, baik perusahaan baru maupun perusahaan lama harus memiliki buku catatan pengeluaran. Buku ini dipergunakan untuk mencatat semua pengeluaran perusahaan tanpa celah.

Anda perlu mencatat seluruh biaya yang dikeluarkan, misalnya untuk membeli peralatan kantor dan lainnya. Dengan menggunakan buku catatan ini, Anda bisa dengan mudah menyeimbangkan buku kas di akhir tahun.

Membuat buku inventaris

Buku ini sangat berguna untuk memeriksa semua barang yang dimiliki oleh perusahaan. Buku ini akan berisi semua catatan yang barang yang diurus dan dibeli oleh perusahaan.

Selain itu, buku ini juga akan berfungsi sebagai acuan stabilitas pada sebuah perusahaan. Buku ini cukup penting karena akan bersangkutan dengan laporan keuangan di akhir periode.

Buku catatan kas utama

Sebuah perusahaan harus memiliki buku catatan kas utama, karena jika Anda membuat laporan keuangan tanpa adanya buku catatan kas utama akan sulit dilakukan. Buku ini akan merangkum semua pemasukan dan pengeluaran, baik uang maupun barang.

Dalam buku ini juga, Anda bisa mengetahui seberapa banyak keuntungan dan kerugian yang dialami perusahaan. Selain itu, buku kas utama juga berfungsi sebagai dasar laporan keuangan.

Contoh laporan keuangan

1. Laporan laba rugi

Laporan laba rugi umumnya menyuguhkan informasi mengenai sleuruh kegiatan operasional perusahaan pada sebuah periode akuntansi. Dalam laporan ini akan tercantum rincian mengenai pendapatan, laba rugi, dan pengeluaran atau beban perusahaan. Selain itu, dalam laporan laba rugi ada dua unsur utama yaitu penjulana dan beban, sementara unsur lainny adalah harga pokok penjualan.

PT Makmur Jaya Abadi

LAPORAN LABA RUGI

Untuk periode berakhir pada tanggal 31 Desember 2020

Pendapatan Usaha Rp. 50.000.000,-

Beban Usaha :

  • Beban gaji karyawan Rp. 7.000.000,-

  • Beban sewa kantor Rp. 5.000.000,-

  • Beban listrik, telepon dan air Rp. 3.000.000,-

  • Beban penyusutan Rp. 2.000.000,-

  • Beban lain-lain Rp. 2.000.000,-

Jumlah beban usaha Rp. 19.000.000,-

Laba Usaha Rp. 31.000.000,-

Pendapatan Luar Usaha:

  • Pendapatan bunga Rp. 1.000.000,-

  • Pendapatan jasa giro Rp. 500.000,-

Jumlah pendapatan luar usaha Rp. 1.500.000,-

Beban Luar Usaha:

  • Beban bunga pinjaman Rp. 800.000,-

  • Denda keterlambatan Rp. 200.000,-

  • Jumlah biaya luar usaha Rp. 1.000.000,-

Pendapatan / Biaya luar usaha Rp. 500.000,-

Laba bersih sebelum pajak Rp.31.500.000,

Pajak penghasilan badan (PPh ps 29) – lampiran Rp. 4.500.000,-

Laba bersih setelah pajak Rp. 27.000.000,-

2. Laporan neraca

Laporan neraca adalah informasi yang mencatat daftar komponen aktiva, kewajiban, dan modal dari sebuah bisnis selama periode tertentu. Tujuan dari laporan ini adalah untuk mengetahui posisi keungan perusahaan. Selain itu, laporan ini juga bisa melihat kegiatan keuangan perusahaan, yakni dari pengeluaran dan pendapatan.

3. Laporan keuangan arus kas

Laporan arus kas atau cash flow statement memiliki manfaat sebagai data tentang arus kas yang masuk dan keluar. Dengan laporan ini, Anda bisa mengetahui seberapa banyak anggaran kas yang terkuras oleh perusahaan dan apakah jumlahnya setara dengan pemasukan atau tidak.

Data tersebut akan digunakan untuk memperkirakan perputaran uang sebuah perusahaan di masa depan. Bukan hanya itu, laporan arus kas juga akan bermanfaat sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada para pemangku kepentingan instansi.

4. Laporan persediaan barang perusahaan dagang

Laporan persediaan ii dapat dikatak sebagai laporan yang berisi rincian mengenai stok barang, seperti daftar kode barang, harga jual, stok awal, pembelian dan penjualan barang, retur pembelian, dan stok akhir yang masih tersedia pada gudang atau pun toko.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel