Contoh Majas Personifikasi Lengkap dengan Ciri dan Fungsinya

·Bacaan 4 menit

VIVA – Kamu pasti pernah membuat majas personifikasi ketika sedang sekolah, atau mungkin kamu sudah sering menggunakannya dalam sebuah karya ilmiah. Majas ini termasuk ke dalam beberapa jenis majas dalam bahasa Indonesia. Majas atau gaya bahasa memang kerap digunakan dalam berbagai karya tulis karena untuk memperindah tulisan yang dibuat.

Selain itu, penggunaan majas personifikasi dalam sebuah karya tulis juga akan membuat tulisan tersebut semakin menarik, enak dibaca, enak didengar dan juga bisa membuat tulisan tersebut semakin hidup. Sehingga majas merupakan salah satu keragaman yang akan memberikan efek positif pada sebuah karya.

Biasanya majas digunakan dalam puisi atau prosa, tapi intensitas penggunaan yang lebih banyak adalah dalam puisi. Sehingga tidak heran apabila kamu sering menemukan majas atau gaya bahasa dalam sebuah puisi. Majas biasanya terbagi ke dalam empat jenis, yaitu majas perbandingan, majas pertentangan, majas pertautan, dan majas penegasan. Nah saat ini, VIVA akan membahas mengenai majas personifikasi yang merupakan salah satu bagian majas perbandingan dari beberapa sumber terpercaya.

Lantas, Bagaimana Contoh Majas Personifikasi?

Pengertian Majas Personifikasi

Majas personifikasi merupakan majas yang membandingkan sifat manusia dengan sifat-sifat yang dimiliki oleh benda atau makhluk selain manusia. Artinya, mengibaratkan benda mati seolah-olah memiliki sifat bernyawa atau hidup.

Jadi, setiap kamu menemukan kata-kata atau kalimat yang menyatakan bahwa sebuah benda mati bisa memiliki sifat layaknya manusia, maka kamu telah menemukan sebuah karya yang didalamnya menggunakan majas personifikasi. Pengggunannya memang sangat sering, bukan hanya dalam puisi melainkan dalam karya tulis yang lain seperti cerpen, novel, dan lain-lain.

Majas Personifikasi Menurut Para Ahli

Dilansir dari eprints.umm.ac.id terdapat beberapa ahli yang menjelaskan mengenai majas personifikasi berikut ini.

Dele

Personifikasi berasal dari persona (aktor, topeng yang dipakai dalam sebuah drama, pelaku, dan orang) atau membuat. Jika memakai majas personifikasi maka harus memakai kualitas-kualitas atau ciri-ciri orang terhadap gagasan atau benda yang tidak memiliki nyawa.

Keraf

Majas personifikais merupakan sejenis majas yang melukiskan barang tidak bernyawa atau benda mati sehingga seolah-olah memiliki sifat manusia seperti dalam berbuat, berbicara, atau bertindak.

Ciri-Ciri Majas Personifikasi

Majas personifikasi memiliki beberapa ciri atau karakteristik khas yang membedakannya dengan majas yang lain. Berikut beberapa ciri majas personifikasi.

1. Mengumpamai benda tidak bernyawa dengan manusia

Ciri yang kedua adalah membandingkan sebuah benda dengan karakter yang dimiliki oleh manusia. Jadi, dalam majas personifikasi terdapat unsur yang membandingkan sifat benda mati dengan menambahkan sifat manusia. Kamu biasanya langsung menyadarinya, karena secara logika benda yang dijelaskan dalam tulisan tidak bisa melaksanakan sifat insani manusia.

2. Menerangkan situasi dengan bayangan atau angan

Majas personifikasi memiliki ciri khas yaitu kemampuan untuk bisa menjelaskan situasi dengan bayangan dalam bentuk angan-angan. Jadi, seorang penulis akan mengajak pembaca untuk membayangkan apa yang ditulis olehnya. Misalnya, pembaca diajak untuk membayangkan cara angin mengelus rambut seseorang.

3. Memakai kata-kata atau kalimat yang menjelaskan sifat manusia.

Ciri utama dari majas personifikasi adalah memakai kata-kata yang menjelaskan sifat manusia. Sehingga majas ini kerap memakai sebuah kata yang bisa melukiskan karakter atau sifat pada manusia. Tapi, diterapkan pada benda mati.

Fungsi Majas Personifikasi

Setelah kamu mengetahui pengertian dan ciri-ciri majas personifikasi, kamu juga harus tahu mengenai fungsi dari majas personifikasi tersebut. Berikut beberapa fungsi dari majas personifikasi.

  1. Fungsi yang pertama adalah membuat sebuah tulisan menjadi unik dan lebih cantik karena memakai susunan atau gaya bahasa yang menarik.

  2. Membantu penulis supaya membangun suasana tertentu berdasarkan kiasan atau majas yang diaplikasikan dalam tulisan.

  3. Membantu untuk menciptakan kesan imajinatif untuk para pembaca. Dengan kata lain bisa mengajak para pembaca untuk berimajinasi ketika membaca tulisan.

  4. Dapat membantu penulis dalam menyampaikan suasana atau emosi ketika menceritakan sesuatu sehingga pemakaian majas tersebut menjadi penting untuk dilakukan.

  5. Dapat membangun ketertarikan dengan benda mati yang ada di sekitarnya karena tanpa sadar pembaca seolah-olah memanusiakan benda mati dan memperlakukannya seolah-olah makhluk hidup.

Contoh Majas Personifikasi

  1. Mobil Alphard keluaran terbaru itu sangat gagah.

  2. Bulan itu terlihat malu-malu karena bersembunyi di balik awan.

  3. Padi merunduk mengucapkan selamat pagi kepada para petani.

  4. Udara dingin di daerah Puncak terasa menusuk-nusuk kulit.

  5. Mobil jenazah meraung-raung seiring dengan merebaknya pandemic Covid-19.

  6. Kami akan terlambat, karena waktu berjalan sangat cepat.

  7. Musibah banjir di Jakarta memberikan teguran kepada masyarakat supaya selalu menjaga kebersihan.

  8. Makanan itu tampak melambai-lambaikan tangannya karena ingin segera disantap.

  9. Angin topan mengamuk di Amerika.

  10. Rumput-rumput ikut bergoyang ketika diriku memutar musik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel