Contoh Portofolio Beserta Cara Membuatnya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Hingga saat ini banyak lowongan kerja yang mengharuskan pelamarnya untuk mencantumkan portofolio. Bahkan ketika Anda ingin mendaftar kuliah melalui jalur SNMPTN atau SBMPTN untuk jurusan seni harus mencntumkan portofolio.

Lalu Bagaimana Cara Membuat dan Contoh Portofolio?

Pengertian Portofolio

Portofolio umumnya berisi dokumen yang terstruktur dan rapi dari hasil karya Anda sendiri yang dimuat ke dalam desain menarik. Portofolio umumnya sebagai syarat dari beberapa lowongan kerja seperti desain grafis, content writer, dan lain sebagainya.

Portofolio biasanya digunakan sebagai acuan bagi rekruter dalam melihat perkembangan dan kemampuan calon kandidat. Di era yang semakin modern ini, banyak situs atau aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat portofolio, seperti canva.com, dribble, dan lain sebagainya.

Selain itu, portofolio juga bertujuan untuk melihat apakah tujuan yang telah ditetapkan sudah tercapai atau belum. Portofolio juga berupa foto, video atau karya yang lain.

Perbedaan CV dan Portofolio

Tapi banyak orang yang mengganggap bahwa portofolio sama dengan cv, padahal itu salah. CV dan portofolio kedua berbeda meskipun keduanya sering dipasangkan sebagai syarat melamar sebuah pekerjaan.

CV berisi kualifikasi seorang kandidat, yang mencakup data pribadi, latar belakang Pendidikan, keterampilan, prestasi pengalaman professional, dan lain sebagainya. Maka, perbedaan CV dan portofolio terletak pada informasi yang disampaikan. CV berisi data priadi dan portofolio berisi hasil karya yang telah dibuat.

Cara Membuat Portofolio

Portofolio yang menarik akan membuat peluang Anda diterima lebih besar, baik untuk masuk kerja maupun kepentingan lainnya. Sebelum itu, Anda harus memerhatikan kerangka portofolio agar terlihat lebih rapi dan sistematis. Berikut urutan membuat portofolio.

  1. Daftar Isi

Laman ini mungkin terlihat sepele, padahal daftar isi cukup penting untuk memudahkan pembaca mengantisipasi dokumen apa saja yang aka dilihat.

  1. Data Diri

Bagian ini cukup penting untuk dimasukkan. Karena akan memudahkan rekruter dalam melihat dan mengontak Anda. Dalam data diri, Anda perlu mencantumkan informasi kontak seperti nomor telepon dan e-mail.

  1. Pencapaian dan Tujuan

Bagian ini cukup penting bagi Anda. Anda harus menuliskan rencana jangka pendek dan jangka Panjang. Selain itu, Anda juga harus menjabarkan tujuan dan pencapaian yang akan memberi gambaran kepada pembaca bahwa Anda adalah sosok yang bersemangat dalam bekerja.

  1. Pengalaman dan Keahlian

Jelaskan secara detail mengenai pengalaman, keahlian, dan kelebihan Anda yang bisa menunjang dalam menyelesaikan pekerjaan. Jabarkan selengkap-lengkapnya mengenai keahlian atau karya seni Anda seperti bermain bola voli, basket, desain garfis, video editor, dan lain sebagainya.

  1. Testimoni

Bagian ini cukup penting bagi seorang pelamar pekerjaan. Dengan mencantumkan testimoni maka Anda akan terlihat rajin, semangat, dan bekerja keras dalam mengerjakan sesuatu. Anda bisa mencantumkan testimoni dari klien, rekan kerja, atau atasan Anda.

  1. Contoh Karya

Contoh karya merupakan bagian yang paling utama dalam sebuah portofolio. Lengkapi portofolio Anda dengan dokumentasi hasil karya maupun piagam penghargaan yang relevan dengan posisi yang dilamar. Bukti-bukti ini menjadi acuan bagi rekruter khususnya dalam menilai kualifikasi Anda.

Contoh Portofolio

Agar lebih jelas, perhatikan beberapa contoh portofolio yang bisa Anda gunakan sebagai referensi. Selain itu, Anda juga bisa memodifikasi portofolio sendiri sesuai kebutuhan dan keinginan masing-masing.

Contoh 1

Contoh 2

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel