Contoh Proposal Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

·Bacaan 9 menit

VIVA – Ketika Anda menginjakkan kaki di Perguruan Tinggi, pasti sudah tak asing lagi dengan yang Namanya proposal penelitian. Penulisan proposal penelitian tidak bisa asal-asalan. Karena jika Anda menulisnya denga nasal-asalan, maka contoh proposal penelitian tidak akan disetujui oleh dosen pembimbing. Anda juga perlu mengetahui kaidah-kaidah serta tata cara penulisan proposal penelitian berikut.

Lalu, Apa Itu Proposal Penelitian dan Bagaimana Contoh Proposal Penelitian?

Arti Proposal Penelitian

Dilansir dari Brimingham.ac.uk proposal merupakan ringkasan singkat dan koheren dari penelitian yang diusulkan. Proposal penelitian berisi masalah atau pertanyaan utama yang ingin diteliti. Dalam proposal penelitian juga harus menunjukkan orisinalitas penelitian yang diusulkan.

Proposal merupakan dokumen terpenting yang Anda kirimkan sebagai bagian dari proses penelitian. Proposal juga akan memberi Anda kesempatan untuk menunjukkan bahwa Anda memiliki bakat untuk penelitian tingkat pascasarjana, misalnya, dengan menunjukkan bahwa Anda memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan ide-ide kompleks dengan jelas, ringkas dan kritis. Proposal juga membantu institusi untuk mencocokkan minat penelitian Anda dengan dosen yang sesuai.

Tujuan Proposal Penelitian

Tujuan dibuatnya proposal ini biasanya untuk mendapatkan persetujuan dari dosen atau instansi terkait agar bisa melaksanakan penelitian. Proposal penelitian juga akan memberikan validasi metode riset yang akan dilaksanakan dan memberikan gambaran tentang penelitian yang akan dilakukan.

Selain itu, sebuah proposal juga bisa digunakan sebagai alat agar mendapatkan dana sponsor untuk melakukan riset. Sehinga proposal ini bisa memenuhi kebutuhan yang menunjang penelitian.

Jenis Proposal Penelitian

Umumnya ada dua jenis proposal penelitian yang ditinjau dari isinya. Berikut penjelasannya.

  1. Proposal penelitian kualitatif

Penelitian kualitatif adalah metode penulisan dengan pendekatan yang bersifat deskriptif serta lebih cenderung memerlukan analisis, sehingga dalam penlitian ini perspektif subjek akan lebih diperlihatkan. Kualitatif juga bersifat dinamis dan kontekstual.

Seorang peneliti akan berperan penting dalam penelitian ini, karena menggunakan teori yang telah ada sebagai penjelas. Umumnya penelitian kualitatif tidak dapat dijelaskan oleh pendekatan kuantitatif.

  1. Proposal penelitian kuantitatif

Proposal penelitian kuantitatif adalah proposal penelitian yang menitikberatkan pada pengukuran secara objektif atu ilmiah tentang suatu fenomena sosial. Proposal ini juga bersifat ilmiah yang dapat dihitung secara pasti.

Ciri-ciri penelitian jenis ini dapat dilihat dari data berupa angka, penulisannya sistematis, dan jelas. Biasanya, visualisasi datanya berbentuk gambar, table grafik dan lain sebagainya.

Cara Membuat Proposal Penelitian

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari judul yang sesuai dengan kajian Pustaka. Judul harus dibuat secara jelas dan ringkas. Setelah itu, Anda harus membuat latar belakang masalah. Didalamnya, jelaskan mengapa mengambil judul tersebut dan bagaimana rencana penelitiannya.

Setelahnya, tentukan juga cara mengumpulkan data, sumber data, analisis data, cara pengambilan data, perkiraan data, perkirakan error ataupun kegagalan, hipotesis serta kebutuhan penelitian. Ringkas proposal tersebut secara singkat dan padat dalam abstrak.

Sistematika Penulisan Proposal Penelitian

Perhatikan sistematika proposal penelitian berikut ini.

Sampul depan yang berisi judul penelitian, nama peneliti, dan identitas lembaga tempat peneliti berada (untuk mahasiswa : nama Program Studi, Jurusan, Fakultas, dan Perguruan Tinggi), dan bulan serta tahun ketika proposal tersebut diajukan. Bisa juga diberi logo lembaga Anda.

Pendahuluan biasanya berisi latar belakang masalah, identifikasi masalah, tujuan penelitian, penjelasan istilah, dan manfaat penelitian

Kajian pustaka (kajian teoretik, atau landasan teoretik), tuliskan hal-hal teoretik dan informasi-informasi mendasar terkait dengan masalah yang diteliti (bisa sampai beberapa subbab), kerangka berpikir, hipotesis penelitian (kalau ada)

Metode penelitian biasanya berisi jenis penelitian, subjek penelitian (Pada penelitian kuantitatif yang akan menggeneralisasi kan hasil penelitian dari sampel ke populasi : Populasi dan sampel penelitian), objek Penelitian, perumusan variabel-variabel (yaitu variabel-variabel yang dicari datanya dalam penelitian ini. Jika sesuai, variabel bisa dipisahkan atas variabel bebas dan variabel terikat), metode dan instrumen pengumpulan data, metode/ teknik analisis data, upaya-upaya untuk meningkatkan kredibilitas data dan hasil penelitian (khususnya pada penelitian kualitatif), rosedur pelaksanaan penelitian secara keseluruhan, penjadwalan waktu pelaksanaan penelitian

Daftar Pustaka

Lampiran-lampiran (bila ada, misalnya draft instrumen yang sudah dibuat, perencanaan biaya, dsb.)

Contoh Proposal Penelitian

Berikut contoh proposal penelitian yang dikutip dari belajargiat.id

Contoh Proposal Penelitian Kualitatif

I. JUDUL PENELITIAN

Kontribusi Dana IDT dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo.

II. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Pemikiran awal yang mendasari studi ini adalah sudah banyak Strategi Pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial, akan tetapi berbagai laporan menunjukkan kekurangberhasilan strategi tersebut. Hal ini dapat dimaklumi, karena pada umumnya strategi tersebut sasarannya adalah pembangunan fisik sarana dan prasarana desa dengan tujuan membuka isolasi dan demi memacu mobilitas ekonomi suatu kawasan, sehingga yang dapat merasakan bantuan tersebut hanya sebagian kecil masyarakat saja. Sementara masyarakat kelas marjinal semakin jauh tertinggal. Sebenarnya pembangunan desa dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa, jikalau pembangunan tersebut memperhatikan potensi desa yang ada dan mendasarkan pada kebutuhan masyarakat desa. Akan lebih baik lagi kalau semuanya itu dilaksanakan secara terpadu (integral), seperti diungkapkan oleh Taliziduhu Ndraha sebagai berikut: “... pembangunan desa meninggikan taraf penghidupan masyarakat desa dengan jalan melaksanakan pembangunan yang integral daripada masyarakat desa, berdasarkan azas kekuatan sendiri daripada masyarakat desa serta azas permufakatan bersama antara anggota-anggota masyarakat desa dengan bimbingan serta bantuan alat-alat pemerintah yang bertindak sebagai suatu keseluruhan (kebulatan) dalam rangka kebijaksanaan umum yang sama” (1986:3).

  1. Perumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, selanjutnya rumusan masalah yang akan diteliti adalah:

1. Adakah latar belakang budaya yang menyebabkan kemiskinan masyarakat ? 2. Adakah latar belakang tipologi wilayah yang menyebabkan kemiskinan ?

3. Mampukah bantuan dana IDT memberdayakan aktivitas ekonomi masyarakat miskin ?

4. Bagaimana keberhasilan pembangunan pada desa setelah mendapatkan dana IDT ?

5. Bagaimana model pemberdayaan ekonomi masyarakat desa tersebut ?

  1. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui kemungkinan adanya latar belakang budaya yang menyebabkan kemiskinan.

2. Untuk mengetahui kemungkinan adanya latar belakang tipologi wilayah yang menyebabkan kemiskinan.

3. Untuk mengetahui kontribusi dana IDT dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

4. Untuk mencari suatu model pemberdayaan ekonomi masyarakat.

  1. Kegunaan Penelitian

1. Bagi Pemerintah Sebagai masukan bagi pemerintah untuk mengevaluasi kebijaksanaannya.

2. Bagi Peneliti untuk memperluas wawasan tentang strategi pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

3. Bagi IKIP Yogyakarta Untuk menambah koleksi hasil-hasil penelitian, khususnya yang menyangkut kebijaksanaan Inpres Desa Tertinggal.

  1. Fokus Penelitian Fokus awal penelitian ini sebagai jembatan peneliti menjaring data di lapangan adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana karakteristik dari wilayah desa Sidomulyo ?

2. Bagaimana karakteristik masyarakat miskin desa Sidomulyo, terutama pola hidup dan aktivitas ekonominya ?

3. Bagaimana pengorganisasian POKMAS IDT ?

4. Bagaimana aktivitas ekonomi POKMAS IDT ?

5. Bagaimana perkembangan modal POKMAS IDT ?

6. Bagaimana peran pendamping desa IDT ?

III. METODE PENELITIAN

  1. Subyek Penelitian.

Untuk menentukan subyek penelitian supaya dapat menjaring informasi yang memadai agar dapat menemukan suatu model pemberdayaan ekonomi masyarakat, maka semua informasi akan digali langsung dari anggota POKMAS IDT, dengan menggunakan metode Snow Balling.

  1. Setting Penelitian

Untuk memudahkan memasuki setting penelitian, maka peneliti mula-mula akan berkenalan secara umum melalui forum rembug desa yang telah ada di desa tersebut melalui key informant. Selanjutnya kepada calon subyek penelitian akan diadakan pendekatan secara pribadi melalui Guide person. Setelah kehadiran peneliti dirasa telah diterima dengan baik, barulah akan memulai mengumpulkan data yang diperlukan, tentunya dengan tetap membina hubungan baik yang telah terjalin.

  1. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah: teknik utama digunakan indeph interview, sebagai pendukung digunakan observasi dan analisis dokumen.

  1. Analisis Data

Pola analisis data yang akan digunakan adalah etnografik, yaitu dari catatan lapangan (field note) kemudian akan dilakukan pengkodean, kategorisasi atau klasifikasi kemudian disusun secara sistematis dan selanjutnya akan disusun tema-tema berdasarkan hasil analisis data tersebut. Sebagai bahan pijakan sekaligus pisau analisis bila perlu digunakan teori-teori yang relevan dan hasil penelitian terdahulu yang mendukung. D. Keabsahan Data Untuk menghindari kesalahan data yang akan di analisis, maka keabsahan data perlu diuji dengan beberapa cara sebagai berikut: 1. Pengumpulan data secara terus menerus pada subyek penelitian yang sama. 2. Triangulasi pada sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan, dan bila perlu 3. Pengecekan oleh subyek penelitian.

Daftar Pustaka

Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif

Pengaruh Motivasi dan Minat terhadap Prestasi Belajar Siswa pada mata pelajaran K3 di MAN 2 Yogyakarta

  1. Latar Belakang

Ilmu K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) penting untuk dikuasai guru maupun siswa. Sayangnya, dari hasil observasi yang dilakukan, nilai ulangan harian siswa pada diklat K3 rata-rata hanya 69, padahal kriteria lulusan minimum adalah 75.

Dari hal ini dapat dilihat bahwa siswa perlu diberikan dorongan motivasi belajar agar tertarik untuk mempelajari K3. Berdasarkan latar belakang tersebut, penyusun tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Motivasi dan Minat terhadap Prestasi Belajar Siswa pada mata pelajaran K3 di MAN 2 Yogyakarta”

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan masalah yang telah diuraikan, berikut adalah rumusan masalah dalam penelitian ini:

  • Apa motivasi dan minat belajar siswa dalam mempelajari K3?

  • Apakah motivasi dan minat belajar siswa berpengaruh pada prestasi siswa terutama dalam mata pelajaran K3?

  1. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:

  • Mengetahui motivasi dan minat belajar siswa dalam mempelajari K3

  • Mengetahui pengaruh motivasi dan minat belajar siswa terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran K3 di MAN 2 Yogyakarta

  1. Hipotesis

Berdasarkan kajian teoritik dan kerangka berfikir yang telah disusun, hipotesis yang dimiliki penulis adalah:

  • Motivasi dan minat belajar siswa terhadap K3 sebatas sebagai mata pelajaran wajib sekolah

  • Motivasi dan minat belajar siswa berpengaruh pada prestasi siswa pada mata pelajaran K3

  1. Kegunaan Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah:

  • Sebagai bahan evaluasi bagi guru maupun siswa

  • Untuk menyusun regulasi sekolah yang baru agar lebih efisien

  1. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data di MAN 2 Yogyakarta dengan beberapa murid yang ada.

  1. Metode Penelitian

  1. Pendekatan penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian Ex Post Facto karena variabel yang dipilih dalam penelitian ini merupakan variabel bebas dan tidak dikendalikan khusus, melainkan hanya mengungkap fakta dari pengukuran gejala yang telah terdapat pada diri responden sebelum adanya penelitian ini

  1. Tempat dam Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di MAN 2 Yogyakarta yang terletak di jalan Adi Sucipto, Bantul, Yogyakarta. Pelaksanaan penelitian ini dijadwalkan sejak bulan januari hingga bulan maret 2020.

  1. Desain Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif.

  1. Populasi dan Sampel Penelitian

  2. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan menggunakan metode angket dan melalui tes.

  1. Teknik Analisis Data

Menyesuaikan dengan apa yang hendak dicapai dalam penelitian ini, untuk itu data yang telah terkumpul dari responden dianalisis dengan analisis statistik.

  1. Instrumen Penelitian dan Pengukuran

  2. Uji Validitas dan Reabilitas

  3. Teknik analisis data

Data yang telah didapat di lapangan dianalisis dengan metode analisis statistik.

  1. Landasan Teori

Untuk menjeawab persoalan yang ada dibahas dalam penelitian ini, penyusun menggunakan teori motivasi, minat, dan teori K3. K3 merupakan uraian yang berisi tentang K3, tujuan keselamatan kerja, manfaat, dan tujuan diadakannya pembelajaran K3 di sekolah.

  1. Tinjauan Pustaka

Dalam sebuah penelitian dibutuhkan dukungan dari hasil-hasil penelitian yang telah ada sebelumnya yang mana hasil penelitian ini berhubungan dengan penelitian yang penyusun lakukan saat ini. Berdasarkan penelusuran penyusun, berikut adalah beberapa karya tulis yang memiliki titik kesamaan dengan penelitian yang ditulis penyusun.

Penelitian Eddy Raya (1995) membahas mengenai banyak ditemukannya sistem pembelajaran K3 di sekolah yang masih kurang sesuai dengan kurikulum yang seharusnya, sehigga hal ini berdampak pada prestasi siswa. Untuk itu Eddy Raya membahas prestasi siswa dalam diklat K3 ini dari sudut panda guru pengajar. Berbeda dengan penelitian penulis yang membahas dari sudut pandang minat dan motivasi siswa.

  1. Daftar Pustaka

Purwanto, Drs. M. Ngalim. (1993). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel