Contoh Surat Jual Beli Tanah Warisan Terbaru 2022

Contoh Surat Jual Beli Tanah Warisan Terbaru 2022
Contoh Surat Jual Beli Tanah Warisan Terbaru 2022

RumahCom – Berbeda dengan proses jual beli tanah pribadi, pengurusan tanah warisan atau hibah harus memperhatikan persyaratan hingga biaya BPHTB. Sebelum memulai prosesnya, perlu ditegaskan dulu posisi kepemilikan tanah yang dimaksud. Tak hanya itu, penting juga mengamati berbagai contoh surat jual beli tanah warisan sebelum membuatnya.

Berdasarkan definisinya, surat jual beli tanah termasuk contoh surat jual beli tanah warisan adalah salah satu dokumen legal yang wajib dimiliki seseorang atau lembaga dalam proses jual beli tanah. Layaknya Sertifikat Hak Milik (SHM), dokumen ini dibutuhkan sebagai bukti bahwa pemindahan kepemilikan tanah dilakukan secara legal. Untuk penjelasan lebih lanjut simak ulasannya berikut ini!

  • Contoh Surat Jual Beli Tanah Warisan

  • Cara Membuat Surat Jual Beli Tanah Warisan

  • Poin Penting yang Wajib Ada di Surat Jual Beli Tanah Warisan

  • Fungsi Surat Jual Beli Tanah Warisan

[ArticleCallout]{ “title”: “Tata Cara Jual Rumah Warisan Sesuai Hukum, Dokumen, dan Persyaratannya”, “excerpt”: ” Cek di sini untuk mengetahui cara jual rumah sesuai hukum.”, “link”: “https://www.rumah.com/panduan-properti/tata-cara-jual-rumah-warisan-61709”, “image”: “https://img.iproperty.com.my/angel-legacy/1110×624-crop/static/2022/03/1-Tata-Cara-Jual-Tanah-Warisan.jpg” } [/ArticleCallout]

Contoh Surat Jual Beli Tanah Warisan

<em>Jika ingin menjual tanah warisan, seluruh ahli waris yang lain harus hadir untuk memberikan persetujuan. </em>
Jika ingin menjual tanah warisan, seluruh ahli waris yang lain harus hadir untuk memberikan persetujuan.

Menjual rumah warisan harus disetujui oleh semua ahli waris sebagai pihak yang mendapatkan hak milik atas tanah tersebut akibat pewarisan. Jika ingin menjual tanah warisan, seluruh ahli waris yang lain harus hadir untuk memberikan persetujuan dan bersama membuat surat pernyataan ahli waris untuk jual beli rumah dan tanah.

Akan tetapi, apabila seorang ahli waris tidak bisa hadir di hadapan Pejabat Pembuat Akta (PPAT), maka dapat membuat surat persetujuan di bawah tangan yang dilegalisir notaris setempat atau dibuat surat persetujuan dalam bentuk akta notaris. Sehingga pada saat penjualan rumah warisan tanpa persetujuan dari para ahli waris oleh orang yang tidak berhak untuk menjualnya bisa dinyatakan batal. Dengan batalnya proses jual tersebut, hak milik atas tanah tetap berada pada ahli waris.

Berikut ini Rumah.com berikan contoh surat jual beli tanah warisan yang bisa dijadikan panduan resmi.

SURAT KETERANGAN JUAL BELI TANAH SEBELUM DIAKTAKAN

Kami yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : ……………………………………………………………………………………………

Tempat Tgl Lahir : ……………………………………………………………………………………………

Pekerjaan : ……………………………………………………………………………………………

Alamat : ……………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………

Nomor KTP : ……………………………………………………………………………………………

Untuk selanjutnya disebut pihak pertama (penjual).

Nama : ……………………………………………………………………………………………

Tempat Tgl Lahir : ……………………………………………………………………………………………

Pekerjaan : ……………………………………………………………………………………………

Alamat : ……………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………

Nomor KTP : ……………………………………………………………………………………………

Untuk selanjutnya disebut pihak kedua (pembeli)

Pada hari ini …………….. tanggal …… (…………………………………………….) bulan …………. tahun ………… (………………………………………………………………………………..). Pihak pertama dengan ini meyatakan dan mengikatkan diri untuk menjual ke pihak kedua dan pihak kedua juga berjanji, menyatakan serta mengikatkan diri untuk membeli dari pihak pertama berupa:

Sebidang tanah dengan hak ……………………………….. yang diuraikan dalam nomor sertifikat tanah…………… Yang berlokasi di…………………………………………(alamat lengkap) dengan ukuran panjang tanah …………..m (……………………………………… meter) lebar ………..m (……………. meter) dengan luas tanah …………….. m2 (…………………… meter persegi) dan untuk selanjutnya disebut dengan Tanah. Dengan batas-batas tanah sebagai berikut:

Sebelah barat : Berbatasan dengan …………………………………………………………………

Sebelah timur : Berbatasan dengan …………………………………………………………………

Sebelah utara : Berbatasan dengan …………………………………………………………………

Sebelah selatan : Berbatasan dengan …………………………………………………………………

Kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan ikatan perjanjian jual beli tanah di mana syarat dan ketentuannya diatur dalam 10 (sepuluh) pasal, seperti berikut di bawah ini:

Pasal 1 – HARGA DAN CARA PEMBAYARAN

Jual beli tanah tersebut dilakukan dan disetujui oleh masing-masing pihak dengan harga per meter persegi Rp ……………… (…………………………………..…Rupiah *terbilang dalam huruf), sehingga keseluruhan harga tanah tersebut adalah: Rp ……………… (…………………………………..…Rupiah *terbilang dalam huruf), dan akan dibayarkan Pihak Kedua kepada Pihak Pertama secara (tunai / kredit ) selambat-lambatnya tanggal …… (………………………………) bulan …………. tahun ………… (……………………………………………………..) setelah ditandatanganinya surat perjanjian ini.

Pasal 2 – JAMINAN DAN SAKSI

Pihak Pertama menjamin sepenuhnya bahwa Tanah yang dijualnya adalah milik sah atau hak pihak pertama sendiri dan tidak ada orang atau pihak lain yang turut mempunyai hak, bebas dari sitaan, tidak tersangkut dalam suatu perkara atau sengketa, hak kepemilikannya tidak sedang dipindahkan atau sedang dijaminkan kepada orang atau pihak lain dengan cara bagaimana pun juga, dan tidak sedang atau telah dijual kepada orang atau pihak lain.

Jaminan pihak pertama dikuatkan oleh dua orang yang turut menandatangani Surat Perjanjian ini selaku saksi. Kedua orang saksi tersebut adalah:

Nama : …………………………………………………………………

Tempat Tgl Lahir : …………………………………………………………………

Pekerjaan : …………………………………………………………………

Alamat : …………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………….

Nomor KTP : …………………………………………………………………

Hubungan kekerabatan : …………………………………………………………………

Selanjutnya disebut sebagai saksi I

Nama : …………………………………………………………………

Tempat Tgl Lahir : …………………………………………………………………

Pekerjaan : …………………………………………………………………

Alamat : …………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………….

Nomor KTP : …………………………………………………………………

Hubungan kekerabatan : …………………………………………………………..

Selanjutnya disebut sebagai saksi II

Pasal 3 – PENYERAHAN TANAH

Pihak pertama berjanji serta mengikatkan diri untuk menyerahkan sertifikat tanah kepada pihak kedua selambat-lambatnya tanggal …… (………………………………) bulan …………. tahun ………… (…………………………………………………..) setelah pihak kedua melunasi seluruh pembayarannya.

Pasal 4 – STATUS KEPEMILIKAN

Sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian ini maka tanah tersebut di atas beserta segala keuntungan maupun kerugiannya beralih dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua dengan demikian hak kepemilikan tanah tersebut sepenuhnya menjadi hak milik Pihak Kedua.

Pasal 5 – PEMBALIKNAMAAN KEPEMILIKAN

Pihak pertama wajib membantu pihak kedua dalam proses pembaliknamaan atas kepemilikan hak tanah dan bangunan rumah tersebut dalam hal pengurusan yang menyangkut instansi-instansi terkait, memberikan keterangan-keterangan serta menandatangani surat-surat yang bersangkutan serta melakukan segala hak yang ada hubungannya dengan pembaliknamaan serta perpindahan hak dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua.

Segala macam biaya yang berhubungan dengan balik nama atas tanah dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua dibebankan sepenuhnya kepada Pihak Kedua.

Pasal 6 – PAJAK, IURAN, DAN PUNGUTAN

Kedua belah pihak bersepakat bahwa segala macam pajak, iuran, dan pungutan uang yang berhubungan dengan tanah di atas:

Sejak sebelum hingga waktu ditandatanganinya perjanjian ini masih menjadi kewajiban dan tanggung jawab Pihak Pertama.

Setelah ditandatanganinya perjanjian ini dan seterusnya menjadi kewajiban dan tanggung jawab Pihak Kedua.

Pasal 7 – MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN

Perjanjian ini tidak berakhir karena meninggal dunianya pihak pertama, atau karena sebab apapun juga. Dalam keadaan demikian maka para ahli waris atau pengganti pihak pertama wajib mentaati ketentuan yang tertulis dalam perjanjian ini dan pihak pertama mengikat diri untuk melakukan segala apa yang perlu guna melaksanakan ketentuan ini.

Pasal 8 – HAL-HAL LAIN

Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan serta diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalan musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak.

Pasal 9 – PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Apabila terjadi perselisihan dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau mufakat maka kedua belah pihak telah sepakat memilih menyelesaikan perkara secara hukum. Tentang perjanjian ini dan segala akibatnya, kedua belah pihak memilih menyelesaikan perkara di …………………………………………………………..

Demikianlah Surat Perjanjan ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak di ……………………………… pada Hari ……………… Tanggal …… (..………………………………) Bulan …………………. Tahun ……… ( …………………………..………………….. ), dalam keadaan sadar serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun

PIHAK PERTAMA, ( …………….……………………….. )

PIHAK KEDUA, ( …………….…Materai…………………….. )

Saksi-Saksi:

SAKSI PERTAMA, ( …………….……………………….. )

SAKSI KEDUA, ( …………….……………………….. )

Download Contoh Surat Jual Beli Tanah Warisan versi PDF

Download

Cara Membuat Surat Jual Beli Tanah Warisan

<em>Bagaimana cara membuat dan menyusun surat jual beli tanah warisan yang tepat? </em>
Bagaimana cara membuat dan menyusun surat jual beli tanah warisan yang tepat?

Tanah warisan merupakan salah satu aset dan simpanan yang berharga. Jika tanah tersebut memiliki banyak ahli waris, maka sebaiknya hasil dibagi secara rata dan adil. Jadi supaya tidak terjadi kesalahpahaman dalam pembagian warisan, sebaiknya Anda harus melakukan perundingan dengan para ahli waris sebelum menjualnya.

Perundingan tersebut untuk mencapai kesepakatan harga tanah dan berapa pembagiannya nanti. Apabila semua sudah setuju, barulah Anda dapat menjual tanah tersebut. Setelah proses penjualan berhasil, para ahli waris harus datang untuk menandatangani Akta Tanah dan mempersiapkan sejumlah dokumen serta persyaratan untuk mempermudah transaksi. Lantas apa saja yang diperlukan untuk membuat dan menyusun surat jual beli tanah warisan yang tepat?

Secara teknis dalam surat jual beli tanah, terdapat komponen-komponen utama yang wajib tercantum dalam surat jual beli tanah warisan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Isi contoh surat jual beli tanah warisan meliputi.

  1. Identitas lengkap para pihak (penjual dan pembeli) dan kedudukannya dalam transaksi jual beli tanah.

  2. Deskripsi atau gambaran tanah yang meliputi:
    – Letak tanah dalam bentuk alamat
    – Luas tanah dalam bentuk meter persegi
    – Batas tanah (empat arah penjuru angin)
    – Status kepemilikan
    – Nomor surat tanah
    – Harga tanah sesuai kesepakatan

  3. Pencantuman jaminan dan identitas saksi

  4. Cara dan batas waktu pembayaran

  5. Kesepakatan penyelesaian masalah jika terjadi perselisihan

Poin Penting yang Wajib Ada di Surat Jual Beli Tanah Warisan

<em>Jika ada yang mengingkari janji dalam transaksi jual beli tanah, bisa dilaporkan melakukan penggelapan. </em>
Jika ada yang mengingkari janji dalam transaksi jual beli tanah, bisa dilaporkan melakukan penggelapan.

Perjanjian jual beli tanah selain melalui dokumen resmi kadang diselipi dengan kesepakatan secara lisan. Perjanjian semacam ini tetap sah di mata hukum dan pelanggarnya bisa diperkarakan. Karena itu, jika ada yang mengingkari janji dalam transaksi jual beli tanah, bisa dilaporkan melakukan penggelapan menurut Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Akan tetapi agar lebih aman dan nyaman antara kedua belah pihak, sebaiknya susun surat jual beli tanah warisan dengan mengikutsertakan poin-poin penting berikut ini:

Identitas Lengkap Pihak Pertama dan Kedua

Dalam contoh surat jual beli tanah warisan di atas, bisa dilihat adanya identitas lengkap pihak pertama dan kedua pada surat. Pasalnya, identitas merupakan salah satu informasi yang paling penting dalam surat jual beli tanah. Pihak pertama biasanya adalah pemilik tanah awal yang akan menjual tanahnya. Sedangkan pihak kedua adalah pembeli yang nantinya adalah pemilik tanah setelah transaksi jual beli selesai.

Selain nama lengkap, identitas lain yang perlu dicantumkan meliputi nomor identitas kependudukan, alamat, tempat tanggal lahir, hingga pekerjaan. Informasi tersebut adalah informasi-informasi dasar yang dapat memvalidasi identitas individu yang melakukan transaksi.

[PropertyTip]Jika dalam jual beli biasa penjual atau orang yang namanya tercantum di sertifikat hadir untuk menandatangani akta jual beli, tetapi pada proses jual beli tanah warisan ini yang menjadi penjual adalah ahli waris dari orang yang meninggal (pewaris) dan adanya kewajiban membayar pajak waris.[/PropertyTip]

Informasi Uang DP dan Metode Pembayaran

Komponen yang wajib ada dalam surat selanjutnya adalah informasi detail pembayaran uang pertama atau DP dan metode pembayaran. Uang pertama biasanya diperlukan sebagai penanda jadi bahwa pembeli serius untuk melakukan transaksi jual beli. Informasi ini wajib tertera dalam surat jual beli tanah agar diketahui, berapa kekurangan biaya yang nantinya wajib dibayarkan pembeli.

Selain itu, metode pembayaran juga wajib dimasukkan baik itu dibayar secara tunai dan lunas, atau melalui cicilan. Jika metode pembayaran dilakukan secara cicil, tuliskan tenggat waktu pembayaran hingga besaran cicilan yang dibayarkan setiap tanggal yang disepakati. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tanggungan atau Beban Biaya

Dalam proses jual beli tanah, biasanya akan terdapat biaya-biaya yang akan dibebankan atau ditanggung oleh pembeli atau pihak kedua. Informasi pernyataan terkait beban biaya dan tanggungan wajib dimasukkan dalam surat agar terdapat kejelasan siapa yang wajib menanggung biasa tersebut.

Biaya-biaya tersebut meliputi biaya balik nama, iuran, pajak dan biaya lainnya. Kewajiban akan biaya tersebut biasanya akan masuk dalam pasal-salah pengikat yang akan dijelaskan pada pembahasan berikutnya.

Pasal Pengikat

Komponen terakhir yang paling penting adalah informasi pasal-pasal yang akan mengikat kedua belah pihak dalam proses transaksi jual beli tanah. Pasal pengikat tersebut memiliki status hukum yang mengikat sehingga siapapun yang berkewajiban, wajib untuk mematuhinya.

Beberapa pasal pengikat dalam surat jual beli tanah meliputi harga dan metode pembayaran, jaminan dan sanksi, pajak dan iuran, hingga penyelesaian masalah apabila dikemudian hari timbul konflik atas jual beli tanah tersebut.

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan jika Anda ingin membeli tanah warisan. Nah, jika Anda sedang mencari hunian dengan mudah dan bukan rumah atau tanah warisan. Cek daftar hunian di bawah Rp1 miliar yang berlokasi di Tangerang berikut ini!

Fungsi Surat Jual Beli Tanah Warisan

<em>Dengan adanya surat jual beli tanah, pembeli dapat memastikan kepemilikan tanahnya. </em>
Dengan adanya surat jual beli tanah, pembeli dapat memastikan kepemilikan tanahnya.

Surat jual beli tanah warisan memiliki peranan penting bagi bukti kepemilikan atau transaksi jual beli tanah. Dengan adanya surat jual beli tanah, pembeli dapat memastikan kepemilikan tanahnya, apakah benar sebagai hak milik orang yang akan menjualnya, tanah warisan, dan lain sebagainya.

Mengingat banyak kasus yang terjadi, setelah suatu bidang tanah atau properti dibeli, baru di kemudian hari diketahui terdapat pihak lain yang mengaku akan kepemilikan tanah tersebut.  Baik mengaku sebagai hak waris yang kemudian berujung dengan sengketa. Untuk itu, pastikan legalitas status tanah tersebut dan sertakan surat jual beli tanah untuk memastikan keamanan transaksinya.

Tonton video berikut ini untuk mengetahui tahapan membangun rumah tumbuh!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

[AskGuru][/AskGuru]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel