COP26: Indonesia Komitmen Tinggalkan Batu Bara, Tapi...

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Glasgow - Indonesia ikut ke daftar negara yang berkomitmen untuk meninggalkan batu bara di ajang iklim COP26 di Glasgow. Bank-bank internasional juga sepakat untuk mengakhiri pendanaan untuk pembangkit listrik tenaga batu bara pada akhir 2021.

Ada 23 negara yang ikut mengumumkan komitmen meninggalkan batu bara. Selain Indonesia, negara yang ikut adalah Korea Selatan, Vietnam, Polandia, Mesir, Spanyol, Nepal, Singapura, Chili, dan Ukraina.

Berdasarkan pernyataan resmi Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Senin (8/11/2021), hal itu tertuang dalam Global Coal to Clean Power Transition Statement di COP26 Glasgow. Para negara-negara maju turut berjanji akan memberikan pendanaan untuk energi terbarukan.

Presiden COP26 Alok Sharma mengatakan bahwa sebagai tuan rumah COP26, Inggris ingin menjadikan batu bara bagian dari energi masa lalu.

“Dengan komitmen ambisius yang kita lihat hari ini, akhir dari listrik tenaga batubara telah di depan mata," ujar Sharma.

Akan tetapi, Indonesia tak setuju Coal to Clean Energy Statement secara utuh. Indonesia menolak kecuali klausa 3 terkait menolak pemberian izin baru tenaga batu bara yang bersifat "unabated" (yang tak memiliki teknologi untuk menangkap emisi karbon).

"Namun sebagai bagian dari komitmen untuk mencapai Net Zero di tahun 2060 atau lebih cepat, Indonesia akan mempertimbangkan untuk menghentikan PLTU lebih cepat yaitu tahun 2040-an jika didukung dengan bantuan teknis dan pendanaan internasional," jelas pihak Kedubes Inggris.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bantuan Internasional

Kapal tongkang pengangkut batu bara lepas jangkar di Perairan Bojonegara, Serang, Banten, Kamis (21/10/2021). BPS mencatat ekspor produk pertambangan dan lainnya pada September 2021 melesat 183,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Kapal tongkang pengangkut batu bara lepas jangkar di Perairan Bojonegara, Serang, Banten, Kamis (21/10/2021). BPS mencatat ekspor produk pertambangan dan lainnya pada September 2021 melesat 183,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kedubes Inggris juga berkata bahwa negara-negara berkembang hari ini mengambil langkah penting untuk beralih dari batubara ke energi bersih dan dukungan baru untuk merealisasikan hal ini telah diumumkan.

India, Indonesia, Filipina, dan Afrika Selatan mengumumkan kerjasama dengan Climate Investment Funds untuk mengakselerasi transisi dari batubara, dengan dukungan senilai $2 miliar.

Indonesia dan Filipina juga mengumumkan kerjasama dengan Asian Development Bank untuk mendukung rencana penghentian dini terhadap penggunaan pembangkit listrik tenaga batubara.

Inisiatif ini disebut akan melengkapi lingkup kerja Friends of Indonesia Renewable Energy (FIRE) Dialogues, yang secara resmi diluncurkan di Paviliun Indonesia di COP26 pada 4 November lalu dengan tajuk Partnering for Indonesia’s Energy Transition (Bekerjasama untuk Energi Transisi Indonesia).

FIRE mempertemukan mitra lokal dan internasional untuk secara bersama-sama berkoordinasi, bekerjasama, dan memberikan dukungan yang efektif dan responsif terhadap transisi energi yang berkeadilan dan inklusif melalui kerjasama dengan Pemerintah Indonesia.

Duta Besar Inggris di Indonesia, Owen Jenkins, berkata bahwa transisi menuju energi yang lebih bersih sedang berlangsung.

"Kami memuji determinasi dan ambisi Indonesia untuk menjadi bagian dalam gerakan ini, dan memperkuat komitmen Inggris dan mitra internasional untuk mendukung transisi berkeadilan dan inklusif untuk kebaikan seluruh rakyat Indonesia," ucap Dubes Owen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel