Corak Kepemimpinan yang Ideal di Masa Pandemi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi Covid-19 mendorong negara-negara di dunia untuk melakukan serangkaian perubahan. Dalam kondisi yang penuh ketidakpastian ini pemimpin pada tingkatan negara maupun pada tingkatan perusahaan memerlukan peningkatan kemampuan kepemimpinan demi mempertahankan eksistensi organisasi yang dipimpinnya.

Salah satu upaya yang krusial yang dapat dilakukan oleh pemimpin yakni dengan meningkatkan kemampuan adaptif. Lalu sikap seperti apa yang dimaksud dengan kepemiminan adaptif?

Menurut (Heifetz, 2009) kompetensi pemimpin yang adaptif mencakup (1) kemampuan untuk mengamati (observe), (2) kemampuan menginterpretasikan (interpret), dan (3) kemampuan untuk bertindak dan intervensi (intervene).

Secara umum, untuk dapat merumuskan 'resep jitu' dalam menghadapi penyebaran virus Corona seorang seorang leader harus mampu mengobservasi (observe) keadaan yang muncul secara menyeluruh.

Dalam melakukan perumusan kebijakan, pemimpin wajib menggunakan ilmu pengetahuan dan data yang valid sehingga dalam hal ini pemimpin perlu mau bekerjasama dengan ilmuwan dan sebaliknya, ilmuwan juga mendapatkan dukungan dari sang pemimpin.

Data yang diperoleh kemudian digunakan sebagai dasar pemikiran untuk dapat memperkirakan berbagai skenario yang akan terjadi di masa depan. Tak berhenti disitu, bukti ilmiah yang ditemukan perlu disertai transparansi.

Selanjutnya, kebijakan yang dirumuskan perlu dijelaskan melalui penjelasan yang rasional. Pemimpin perlu mampu menjelaskan alasan yang rasional dibalik keputusan yang diambil. Tidak terbatas pada pertanyaan “apa (what)” melainkan juga dalam bentuk why, when, where, who, dan how.

Situasi yang penuh ketidakpastian dapat menumbuhkan rasa kekhawatiran bagi orang banyak sehingga sangat penting bagi pemimpin untuk dapat berkomunikasi secara jelas dan konsisten (El-Serag, 2020).

Poin terakhir yang perlu diperhatikan seorang leader, yakni implementasi kebijakan secara menyeluruh. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan data yang valid, seorang pemimpin harus konsisten dalam menerapkan kebijakan yang dirumuskan. Hal ini menjadi penting bagi pemimpin untuk menambah kepercayaan orang-orang di dalam organisasi. Sejatinya, social trust merupakan unsur paling penting yang perlu diperoleh seorang pemimpin untuk mewujudkan tujuan organisasi.

Dengan masih berlangsungnya pandemi Covid-19 hingga kini, harapannya adalah para pemimpin baik itu kepala negara, pemimpin perusahaan, dan para pemimpin lainnya mampu merumuskan resep jitu dalam menghadapi penyebaran virus Corona yang kasusnya masih terus bertambah.

Tingginya ekspektasi yang ditujukan kepada dirinya, membuat seorang pemimpin harus mampu terus beranjak dari zona nyamannya dan menghadapi “musuh” yang tak terlihat ini dengan beragam upaya pencegahan dan pengobatan demi orang-orang yang dipimpinnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel