Coreng Angkatan Darat, 2 Oknum TNI Penganiaya Petrus Dibawa ke Kupang

·Bacaan 2 menit

VIVA – Nama baik atau citra Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat atau Korps Baret Hijau kembali tercoreng oleh dua oknum TNI AD Angkatan Darat yang bernama Serma MSB Anggota Babinsa Koramil 1627-03 Batutua dan Serka AODK Batiminpers Kodim 1627/Rote Ndao di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dua oknum TNI Angkatan Darat yang bertugas di bawah komando Kodim 1627/Rote Ndao, Korem 161/Wirasakti itu telah membuat pelanggaran yang sangat berat dengan menganiaya seorang anak yang masih berusia 13 tahun, Petrus Seuk yang tinggal di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Rote Ndao, NTT.

Kapenrem 161/Wirasakti Mayor Dafrian saat dikonfirmasi VIVA Militer menyatakan, dua oknum prajurit TNI Angkatan Darat yang telah melakukan penganiayaan secara sadis terhadap Petrus Seuk kini sudah ditahan dan berada dibawah pengawasan penyidik Denpom IX/1 Kupang.

Rencananya, lanjut Kapenrem, dua oknum TNI Angkatan Darat pelaku penganiayaan itu hari ini akan dibawa ke Kupang melalui jalur laut dari Kabupaten Rote Ndao untuk menjalani proses pemeriksaan sesuai ketentuan hukum militer yang berlaku di satuan TNI Angkatan Darat.

"Direncanakan siang ini dibawa ke Denpom IX/1 Kupang dari Rote Ndao via kapal laut," kata Kapenrem yang juga menjabat sebagai Pasi Intel Korem 161/Wirasakti Mayor Dafrian kepada VIVA Militer, Senin, 23 Agustus 2021.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan terhadap Petrus Seuk terjadi sejak hari Kamis, 19 Agustus 2021 lalu. Petrus dijemput dari kediamannya oleh dua orang oknum TNI AD itu dan dibawa ke kediaman Serma MSB yang terletak di Kelurahan Metina. Di situ, Petrus diinterogasi hingga disiksa oleh dua oknum TNI AD tersebut secara biadab. Bahkan, Petrus sampai disunduti belasan rokok hingga mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuhnya oleh oknum Anggota TNI Angkatan Darat dan dipaksa mengakui perbuatan nakalnya itu.

Tidak sampai disitu, keesokan harinya, atau Jum'at, 20 Agustus 2021, Petrus kembali dijemput paksa oleh Serka AODK ketika sedang bermain di Pantai Ba'a. Petrus kembali mendapatkan kekerasan dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh Serma MBS dan Serka AODK.

Petrus yang tidak tahan karena penyiksaan dua oknum Anggota TNI Angkatan Darat itu kemudian terpaksa mengaku bahwa dirinya mencuri HP yang dimaksudkan Serka AODK. Namun, ketika diminta menunjukkan keberadaan HP tersebut di rumah Petrus, Petrus kebingungan dan tidak dapat menunjukkan HP yang dimaksud karena yang bersangkutan tidak mencuri HP seperti yang dituduhkan Serka AODK.

Karena Petrus tidak dapat menunjukkan keberadaan HP tersebut, Serka AODK pun kembali naik pitam. Bahkan, dia sempat memukul Petrus di depan orangtuanya dan dipaksa menunjukkan keberadaan HP yang hilang tersebut.

Akibat ulah biadab dua oknum prajurit TNI Angkatan Darat itu, Petrus mengalami luka-luka dan trauma yang sangat mendalam hingga dia harus dilarikan ke RSUD Ba'a.

Baca: Dituduh Mencuri HP, Anak 13 Tahun Jadi Bulan-bulanan 2 Oknum TNI AD

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel