Coretan ‘PKI’ di PDIP Pacitan Diduga Ulah Orang Nelangsa dan Emosi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Timur Kusnadi tidak ingin berburuk sangka kepada orang tak dikenal yang mencorat-coret kantor partainya dengan tulisan ‘PKI’ dan ‘Jokowi PKI’ di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Karena itu, agar persoalannya jelas, PDIP melaporkan itu kepada polisi.

Kusnadi menduga, bisa jadi corat-coret kalimat bernada kebencian itu dilakukan orang iseng karena didorong oleh dua hal. Pertama, kata dia, bisa jadi karena kantor partai di sana tidak ada yang menjaga. “Kedua, mungkin ada orang yang ingin minta bantuan ke PDIP, karena kosong tidak ada yang jaga, jengkal, kemudian melakukan itu,” ujarnya kepada wartawan, Rabu, 25 Agustus 2021.

Karena itu, ia meminta seluruh pengurus PDIP di kabupaten/kota se-Jawa Timur agar tidak membiarkan kantor partai kosong dan tidak ada yang menjaga. Pengurus diminta membuat jadwal jaga selama 24 jam dengan sistem bergilir. Dengan begitu peristiwa-peristiwa seperti diharapkan tidak terjadi lagi. “Karena peristiwa ini tidak hanya sekarang,” ujarnya.

“Ini sebuah pembelajaran bagi kami bahwa marilah lambang-lambang partai itu selalu kita jaga. Kantor-kantor sekretariat partai itu jangan dibiarkan kosong, apalagi ini masa pandemi bisa saja itu ada tangan jahil, bisa jadi bahwa itu ada orang yang pengin bantuan ke kantor partai, karena tidak ada orang, nelangsa dan emosi, kemudian lakukan itu,” ujar Ketua DPRD Jawa Timur itu.

Selain meminta seluruh pengurus menjaga kantor partai 24 jam, Kusnadi juga mengatakan bahwa PDIP Jawa Timur meminta kader di bawah tidak melakukan aksi-aksi reaktif. Ia meminta kader di cabang agar menempuh jalur hukum sebagai tindaklanjut aksi provokatif yang menyerang partainya. PDIP sudah melaporkan peristiwa di Pacitan itu kepada polisi.

“Jadi, kita saat ini sedang proses itu, yang di Pacitan. Dan teman-teman dari biro bantuan hukum DPD PDIP Jatim mendampingi proses pelaporan kepada penegak hukum. Alhamdulillah, kami mengapresiasi kepada pihak yang berwajib karena menindaklanjuti laporan kita. Kita sebenarnya masih menunggu bagaimana hasil dari penyidikan yang dilakukan oleh pihak berwajib,” ujar Kusnadi.

Kepolisian Resor Pacitan di Jawa Timur memeriksa sejumlah orang sebagai saksi untuk menyelidiki kasus aksi vandalisme atau coret-coretan provokatif dengan menyebut PKI (Partai Komunis Indonesia) di kantor PDIP setempat dan sebuah depo pengisian bahan bakar minyak milik warga.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pacitan AKP Juwair membenarkan bahwa aksi vandalisme itu telah dilaporkan oleh kuasa hukum PDIP pada Sabtu pekan lalu. Polisi telah mengolah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.

Juwair menjelaskan, sesuai tahapan, polisi akan kembali mengolah tempat kejadian perkara. Jika keterangan para saksi itu menguatkan terhadap pelaku, katanya, polisi akan mengetahui siapa pelaku di balik vandalisme dan motifnya. Pelaku akan diproses hukum sesuai prosedur hukum yang telah ditentukan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel