Corina, Harimau Sumatera yang Selamat dari Jerat Pemburu Dilepaskan

Syahrul Ansyari, Bambang Irawan (Pekanbaru)
·Bacaan 1 menit

VIVA - Harimau Sumatera merupakan salah satu satwa yang sangat dilindungi karena populasinya yang hampir punah. Kampanye soal pelestarian satwa terus menggelora meski masih banyak persoalan dan kendala terjadi, seperti konflik satwa dengan manusia dan perburuan liar.

Pihak terkait dan pemerhati satwa tidak tinggal diam untuk mengawasinya. Seperti kisah harimau Sumatera betina yang diberi nama, Corina.

Nama ini santer karena kisahnya terjadi di tengah pandemi corona (Covid-19) yang melanda tanah air pada Maret 2020, lalu.

Baca juga: Putri Singguluang Turun ke Jalan, Memangsa dan Menghebohkan Solok

Harimau Sumatera yang tergolong masih remaja itu ditemukan mengenaskan dalam kondisi terjerat di kawasan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Riau. Kondisinya begitu sulit karena terdapat luka yang cukup serius.

KSDA Riau yang mendapatkan kabar itu dengan tanggap mendatangi lokasi sampai pada proses evakuasi.

Belum cukup sampai di situ, untuk menyelamatkan nyawanya, satwa tersebut juga sempat menjalani proses perawatan sampai masa penyembuhan di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya ARSARI.

Setelah melewati waktu delapan bulan, akhirnya satwa dinyatakan sembuh. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BKSDA Riau, bersama-sama melakukan berbagai persiapan sampai pada proses pelepasliarkan satwa di Hutan Alam Semenanjung Kampar yang merupakan habitat Harimau Sumatera.

Harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang diberi nama Corina berada di kandang habituasi saat proses pelepasliaran, di kawasan hutan alam, Provinsi Riau, Sabtu, 19 Desember 2020.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melepasliarkan Corina, setelah harimau korban jerat pemburu itu dinyatakan sembuh usai dirawat di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya ARSARI selama delapan bulan.

"Tolong dijaga keamanan dan kelestarian alam dan satwa di Riau. Ini untuk semua pihak, jangan ada lagi jerat liar yang membahayakan kelestarian satwa," kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, dalam agenda Webinar Zoom secara virtual yang diberi tema Corina Pulang Kampung, Minggu, 20 Desember 2020, di Kabupaten Pelalawan, Riau.