Update Corona 28 Oktober Pasien Positif Covid-19 Capai 400 Ribu

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Update corona di Indonesia, 28 Oktober 2020 kembali dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Jika kemarin angka pasien sembuh lebih tinggi daripada kasus terkonfirmasi baru, kali ini posisi kembali terbalik.

Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 4.029 dengan akumulasi tembus 400.483. Sementara itu kasus sembuh bertambah 3.545 orang dengan akumulasi 325.793 orang.

Kasus kematian karena Covid-19 juga masih terus bertambah sebanyak 100 orang sehingga akumulasinya 13.612 orang. Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Selasa, 27 Oktober 2020 pukul 12.00 WIB hingga hari ini pukul 12.00 WIB.

Kontribusi Pemuda Selama Pandemi Covid-19

Ilustrasi Pandemi Covid-19 Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Pandemi Covid-19 Credit: pexels.com/cottonbro

Melansir dari Liputan6.com, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020 mengulas kontribusi pemuda, khususnya sivitas akademika kampus dalam bergotong royong mengentaskan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Di samping tetap menjalankan proses pembelajaran melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ), para sivitas akademika kampus yang terdiri dari dosen dan mahasiswa juga turut melakukan pengembangan dan penelitian guna mengatasi pandemi Covid-19.

"Betapa haru dan bangganya bangsa akan kegigihan para mahasiswa dan dosen dalam melakukan aksi nyata gotong royong, saling membantu," ucap Nadiem melansir dari Liputan6.com dalam acara Peluncuran Buku KKN Tematik Covid-19 melalui daring pada Rabu (28/10/2020).

Nadiem berujar, berbagai produk telah dihasilkan oleh para dosen dan mahasiswa. Baik alat rapid test yang saat ini telah diproduksi massal, robot nurse untuk membantu menangani pasien Covid-19 di rumah sakit pendidikan. Serta berbagai ventilator hasil pengembangan di perguruan tinggi juga telah diproduksi.

"Tak ketinggalan para mahasiswa kita juga melakukan pengabdian kepada masyarakat. Sejak bulan April tak kurang dari 15 ribu mahasiswa terjun sebagai relawan untuk memitigasi pandemi melalui program Rekon atau Relawan Covid Nasional," beber Nadiem.

Nadiem melanjutkan, inisiatif bergotong-royong juga ditunjukkan oleh ribuan mahasiswa yang mengikuti program Kampus Mengajar Perintis. Di mana mereka membantu pembelajaran murid-murid SD serta program-program Kuliah Kerja Nyata atau KNN tematik yang telah berjalan sejak bulan Juni 2020.

"Program KKN sebagai wujud kepedulian mahasiswa atas berbagai permasalahan pembangunan di desa maupun perkotaan telah menjadi tradisi perguruan tinggi sejak pertama dicanangkan tahun 1971. KKN menguatkan empati, kesetiakawanan sosial, sekaligus kemampuan untuk memahami dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan," ucapnya.

Nadiem mengatakan, pihaknya telah berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjalankan program kolaborasi nasional KKN Tematik Covid-19 yang melibatkan lebih dari 5.600 mahasiswa dari lebih dari 200 perguruan tinggi.

"Fokus utamanya adalah melakukan edukasi kepada masyarakat untuk melakukan adaptasi Kebiasaan Baru. Sekaligus aktualisasi kebijakan Merdeka Belajar," terang Nadiem.

Praktik baik implementasi KKN tematik ini, kata Nadiem tertuang dalam buku yang diluncurkan pada momentum Hari Sumpah Pemuda ini.

"Saya berharap buku ini dapat menginspirasi banyak orang. Khususnya generasi muda untuk terus memberikan kontribusi konkret kepada masyarakat," pungkas Nadiem.

Simak video berikut

#ChangeMaker