Update Corona COVID-19 di Jawa Timur per 22 Maret 2020

Liputan6.com, Jakarta - Wabah virus corona COVID-19 melanda dunia. Sekarang sudah masuk Indonesia, termasuk Jawa Timur. Per 22 Maret 2020, jumlah penderita di Indonesia sebanyak 514 orang, 29 sudah sembuh, dan 48 meninggal dunia.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pun menyampaikan data terbaru kasus virus corona baru yang memicu COVID-19 di Jawa Timur pada Minggu, 22 Maret 2020. Ia menuturkan, total pasien positif corona baru menjadi 41 orang.

Jadi ada penambahan pasien positif virus corona baru di Jawa Timur sebanyak 26 pasien menjadi 41 orang. Data tersebut sesuai data yang diterima pada Minggu, 22 Maret 2020 terhitung pukul 18.00 WIB. Sebelumnya pada Sabtu, 21 Maret 2020 sebanyak 26 orang.

Pasien positif Corona di Jatim kini berjumlah 41 pasien. Dengan rincian, 29 orang di Surabaya, 1 Kota Malang, 4 Kabupaten Malang, 1 Kabupaten Blitar, 3 Sidoarjo dan 3 di Magetan. Pemerintah provinsi pun mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan aktivitas di rumah sehingga dapat menurunkan angka terkait kasus COVID-19.

Berikut update perkembangan virus corona COVID-19 di Jawa Timur per Minggu,22 Maret 2020 dikutip dari instagram @jatimpemprov:

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP): 999 orang

Pasien dalam pengawasan (PDP): 88 orang

Terkonfirmasi: 41 orang

Sebaran Pasien Positif Corona COVID-19:

Surabaya: 29 orang

Kota Malang: 1 orang

Kabupaten Malang: 4 orang

Kabupaten Blitar: 1 orang

Sidoarjo: 3 orang

Magetan: 3 orang

 

Mengutip Antara, ada tiga tingkatan status sebelum akhirnya seseorang dinyatakan positif COVID-19. Pertama, Orang Dalam Pemantauan (ODP), yang berarti belum menunjukkan gejala sakit, tapi sempat bepergian ke negara episentrum COVID-19 sehingga perlu dilakukan pemantauan.

Kemudian, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yakni adalah orang yang sudah menunjukkan gejala terjangkit COVID-19, seperti mengalami demam, batuk, pilek, dan sesak napas. Sementara untuk tingkat ketiga adalah suspect, atau terduga COVID-19. Suspect COVID-19 sudah menunjukkan gejala terjangkit virus, dan diduga kuat melakukan kontak dengan pasien yang positif COVID-19.

Pemerintah provinsi pun mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan aktivitas di rumah sehingga dapat menurunkan angka terkait kasus COVID-19.

 

*Data sewaktu-waktu berubah

Imbauan Khofifah

Aktivitas tim medis saat menangani pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau COVID-19 di ruang isolasi Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, Rabu (4/3/2020). Sebanyak 10 dari 31 pasien yang dipantau dan diawasi RSUP Persahabatan merupakan pasien rujukan. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

 

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Pemprov Jatim itu tak berhenti mengingatkan agar masyarakat selalu waspada dan memaksimalkan langkah-langkah pencegahan Corona COVID-19.

"Tinggal di rumah, kecuali hal sangat penting. Tetap jaga jarak, olahraga dan selalu jalankan pola hidup sehat. Sekali lagi, mohon jangan mengundang atau datang ke tempat keramaian," kata Khofifah.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim Heru Tjahjono tak membantah adanya salah seorang asal Sidoarjo yang sehari-harinya bertugas sebagai pejabat setingkat kepala seksi di Dinas Perhubungan setempat positif COVID-19.

"Kepala Dinas Perhubungan segera saya panggil dan satu bidang di kantor itu diliburkan kerja selama 14 hari, kemudian diperiksa satu-satu," kata dia.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini