COVID-19 Belum Usai, Vietnam Sibuk Cegah Virus DIV1

Liputan6.com, Jakarta Belum berakhir pandemi Covid-19, kini di Vietnam memiliki ancaman virus lain, yaitu virus DIV1 atau Decapod Iridescent Virus 1. Virus ini telah membuat ribuan udang mati mendadak dan membuat khawatir sejumlah peternak udang. 

Menurut South China Morning Post, para ilmuwan dari Akademi Ilmu Perikanan Cina pertama kali mengidentifikasi virus misterius pada udang putih, spesies utama yang diternakkan di Cina, di provinsi Zhejiang pada Desember 2014.

Lalu pada 2018, virus tersebut telah ditemukan di tambak udang dan operasi pembibitan di 11 provinsi, kata Qiu Liang.

"Virus ini menakutkan petani udang, seperti flu burung terhadap peternak unggas dan flu babi Afrika bagi mereka yang memelihara babi," ujarn Dai Jinzhi, yang baru-baru ini menemukan bahwa enam kolam tambaknya terinfeksi.

Ia pun diminta untuk mengeringkan kandangnya, yang menampung sekitar 3700 kg udang. Kini ia hanya hidup dengan 200 kg udang hidup dan telah merugi 14 ribu dolar AS.

"Kita tidak bisa melakukan apa pun selain membuang udang dan menjualnya dengan harga murah, lalu mengeringkan kolam dan membiarkannya menganggur selama setidaknya dua bulan," kata Dai.

 

Terdapat di seafood lain?

Ilustrasi udang/copyright unsplash.com/@ohforkyes

Dilansir Worldofbuzz, virus ini diduga masuk ke Vietnam. Selain udang, kepiting jenis Eriocheir sinensis dan Pachygrapsus crassipes sebelumnya telah diuji coba diinfeksi dengan virus ini, namun keduanya sepertinya tidak rentan terhadap DIV1.

Adapun tanda-tanda khas dari virus ini dapat dilihat dari kepalanya yang putih dan insang yang menguning. Udang yang sekarat cangkangnya memerah dan melunak, hingga kehilangan kemampuan berenangnya dan tenggelam. Karena tenggelam di dasar air, sangat jarang terlihat pada air mengalir.

Wakil Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam, Phùng Đức Tiến, menyerukan tindakan pencegahan virus terutama dari penyelundupan bayi udang, udang, dan pakan pertanian, menurut Vietnam Explorer

Kendati demikian, hingga saat ini belum ada tanda-tanda virus ini menular pada manusia. Sehingga masyarakat diminta untuk tidak terlalu khawatir.