Covid-19: Beragam Inovasi Pelayanan Bisnis Bermunculan

Dian Lestari Ningsih, ailsashafira99-698
·Bacaan 4 menit

<p>VIVA – Semenjak Covid-19 memasuki negara Indonesia di bulan Maret tahun 2020, pelaku bisnis diharuskan untuk memutar otak agar bisa menciptakan layanan kepada konsumen secara aman dan nyaman.

Hal ini dilakukan untuk melanjutkan roda bisnis yang sempat terhenti sementara setelah diumumkannya untuk menutup fasilitas umum selama dua minggu oleh pemerintah Indonesia. Lantas, inovasi pelayanan apa saja yang sudah bisa diterapkan oleh pelaku bisnis di berbagai sektor?

1. Perhotelan dan Resort

Tempat penginapan adalah salah satu sektor bisnis yang terkena dampak dari adanya pandemi ini. Berbagai pihak hotel dan resort kemudian memikirkan dengan cermat berkaitan dengan pelayanan apa yang bisa diberikan setelah pandemi menyerang.

Salah satunya mengimplementasikan New Normal. Pihak hotel dan resort akan melakukan penyemprotan disinfektan rutin di setiap ruangan ataupun lift dalam jangka waktu setiap 30 menit, pastikan lift sudah menyediakan pencetan tombol yang bisa digunakan dengan kaki seperti saat menginjak pedal gas pada mobil.

Cara ini berhasil diimplementasikan oleh beberapa pihak hotel dan mall di Indonesia; membersihkan kamar pengunjung setiap hari dengan disinfektan; mewajibkan setiap pengunjung untuk menggunakan masker; menyediakan hand sanitizer di pintu masuk dan resepsionis, menerapkan social distancing dengan pegawai dan pengunjung lainnya; memberikan sarung tangan plastik ketika visitors berkunjung ke restoran entah untuk breakfast atau dinner agar kuman tidak menempel langsung pada tangan ketika mengambil makanan menggunakan sendok.

Pihak hotel juga bisa menyediakan layanan antar makanan kepada setiap pengunjung ke kamar jika mereka tidak bersedia mengambil makanan di kerumunan, seperti menggunakan teknologi, yaitu robot; mengeluarkan karcis parkir dengan sensor tangan seperti yang sudah diterapkan oleh mall-mall yang ada di Jabodetabek; dan membuka pintu kamar dengan barcode dari hasil pemesanan online.

2. Transportasi Umum

Transportasi umum mudah kita temukan dimana saja, baik di darat, udara, maupun air. Profit dari perusahaan yang menyediakan layanan transportasi umum ini berkurang secara drastis dikarenakan virus ini sangat mudah untuk menyebar di keramaian.

Namun, setelah adanya pengumuman atas diterapkannya New Normal, berbagai alat transportasi umum di Indonesia bisa kembali lagi untuk meraup keuntungan meskipun tidak terlalu menghasilkan profit yang signifikan seperti sebelumnya.

Transportasi umum bisa melakukan pemesanan online dan menyediakan pembayaran cashless; menerapkan social distancing dalam pelayanannya dengan melarang penumpang untuk duduk berdekatan dan memberikan tandang silang pada kursi yang berniat untuk dikosongkan, menyiapkan hand sanitizer dan face shield bagi penumpang terutama untuk yang melakukan perjalanan jauh, memberikan penyekat antara driver dengan penumpang untuk Gojek, Grab, dan taksi konvensional; melakukan sterilisasi pada makanan atau minuman yang hendak diberikan kepada penumpang; menyemprot disinfektan secara berkala ketika penumpang sudah sampai tujuan.

3. Kafe, Swalayan, dan Mall

Tiga sektor ini harus bisa mengimplementasikan tata cara New Normal seperti contoh-contoh di atas, yaitu menyediakan hand sanitizer di setiap area, menjaga jarak, melakukan penyemprotan disinfektan dan pengecekan suhu pengunjung, dan lain-lain.

Selain itu pengunjung dari ketiga sektor ini harus bisa dibatasi jumlahnya, maksimal 50?ri total kapasitas untuk meminimalisir penularan virus.

Mereka juga bisa menyediakan layanan drive thru, bekerja sama dengan penyedia jasa online atau bahkan menyediakan sendiri website pemesanan online bagi konsumen yang memilih untuk tetap dirumah karena masih takut akan ancaman dari virus ini.

Mereka juga bisa menerapkan green marketing dimana tujuan dari hal ini adalah mengurangi sampah plastik. Para konsumen diajak untuk menggunakan tas belanja yang bisa dipakai berulang kali, menggunakan botol minuman yang tidak sekali buang, menggunakan stainless straw dan membawa sendok atau garpu, tentunya hal-hal tersebut merupakan barang yang kita bawa sendiri dari rumah.

Dimana, hal ini bisa membantu juga dalam memerangi penularan virus. Tiga sektor ini bisa juga menyediakan layanan delivery menggunakan drone seperti yang sudah diimplementasikan di luar negeri.

4. Bioskop dan Tempat Rekreasi

Untuk sektor-sektor ini, mereka bisa menyediakan layanan kepada konsumen secara virtual agar tetap bisa menikmati sebuah film dan atraksi.

Ketika ingin berubah menjadi offline, pihak bioskop juga bisa menerapkan drive-in cinema seperti yang sudah diterapkan oleh negara lain, pastinya dengan mengecek suhu setiap orang, melakukan cashless payment, menyemprot bagian luar mobil dengan disinfektan (melalui persetujuan konsumen) serta menjaga jarak setiap mobil, menyediakan layanan delivery makanan atau minuman ke setiap mobil pemesan dengan tahapan sterilisasi terlebih dahulu, dan menyediakan hand sanitizer atau masker.

Begitu pula dengan tempat rekreasi, pihak pengelola diharuskan untuk mengimplementasikan New Normal. Menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer di setiap sudut wahana, membuat garis batas antrian antar pengunjung pada setiap wahana (social distancing), menyediakan cashless payment, dan menyediakan petugas kesehatan jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Pihak pengelola bioskop ataupun tempat rekreasi juga bisa menyediakan pemesanan tiket secara online untuk mengurangi kontak fisik.

Dengan adanya inovasi-inovasi ini, sangat diharapkan bahwa penularan virus di Indonesia bisa lebih terkendali dan berbagai sektor bisnis di Indonesia juga bisa menerima profit seperti saat sebelum pandemi menyerang. Tentunya inovasi ini akan bisa terimplementasikan dengan baik apabila antara konsumen dan pihak penyedia layanan patuh dengan adanya fase New Normal.