COVID-19 di Kalsel bertambah 120 kasus

Penularan COVID-19 di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bertambah sebanyak 120 kasus, Sabtu, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan setempat.

Penambahan kasus COVID-19 tertinggi berasal dari Kota Banjarmasin sebanyak 68 kasus. Selanjutnya dari Kota Banjarbaru sebanyak 23 kasus, Kabupaten Banjar sebanyak 14 kasus, Kabupaten Barito Kuala sebanyak enam kasus dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sebanyak tiga kasus.

Kemudian dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Tabalong masing-masing dua kasus, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) masing-masing satu kasus.

Dengan bertambahnya 120 kasus ini, maka total penularan COVID-19 di Kalsel sepanjang pandemi sejak 2022 tersebut menjadi 85.540 kasus.

Kemudian, pasien COVId-19 dirawat di Kalsel menjadi sebanyak 785 orang.

Baca juga: Sebanyak 12 ribu lebih anak SD di Hulu Sungai Tengah sudah divaksin

Sementara itu, untuk pasien sembuh dari COVID-19 sebanyak 29 orang, yakni, berasal dari Kota Banjarbaru sebanyak 22 orang, dari Kabupaten Tanah Laut dan Hulu Sungai Tengah masing-masing tiga orang dan dari Kabupaten Barito Kuala satu orang.

Total pasien sembuh dari COVID-19 di Kalsel selama ini menjadi 82.207 orang.

Untuk pasien meninggal dunia karena COVID-19, dilaporkan dari Kabupaten Tanah Bumbu sehingga total kematian akibat COVID-19 di Kalsel menjadi 2.548 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Dr Diauddin di Banjarmasin, mengakui dalam pekan ini kasus COVID-19 naik signifikan.

Karenanya dia mengingatkan semua harus waspada, terapkan protokol kesehatan dengan ketat karena kasus COVID-19 terus naik.

Baca juga: OJK dan Bank Kalsel sukses gelar vaksinasi massal di berbagai daerah

"Jadi, daerah kita terus waspada COVID-19 ini, jangan kendor disiplin protokol kesehatan, ikuti vaksinasi," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel