COVID-19 di Kudus Melonjak, Mobil Lab PCR Dikirim ke RSUD Loekmono

·Bacaan 2 menit

VIVA – RSUD Loekmono Hadi di Kudus, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan satu unit mobil laboratorium pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) dari Kementerian Kesehatan RI untuk membantu meningkatkan jumlah pemeriksaan spesimen COVID-19 menyusul lonjakan kasus penularan virus corona.

"Dengan adanya mobil laboratorium bergerak surveilans dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jakarta ini, kami optimistis kecepatan pemeriksaan spesimen COVID-19 makin meningkat sehingga tidak perlu menunggu hasil yang terlalu lama," kata Direktur RSUD Loekmono Hadi dr Abdul Aziz Achyar di Kudus, Senin, 7 Juni 2021.

Mobil laboratorium PCR dari Kemenkes itu, kata Aziz, sampai di RSUD Kudus pada 4 Juni. Rencananya dimanfaatkan untuk pelayanan laboratorium dan meningkatkan jumlah pemeriksaan spesimen COVID-19.

Ia berharap dapat mempercepat penegakan diagnosis karena selama ini semua pasien yang datang ke IGD harus screening atau pemeriksaan COVID-19 dengan tes cepat (rapid test) antigen dan early warning score (EWS) atau skor risiko klinis.

Ketika pasien hasil EWS-nya di bawah 10, maka dikategorikan pasien suspek, sedangkan untuk memastikan positif atau negatif COVID-19 perlu kecepatan pengujian spesimennya. Keberadaan mobil laboratorium itu dianggap tepat untuk mengatasi permasalahan.

Mobil laboratorium PCR terdiri dari tiga ruangan terpisah dan merupakan laboratorium biosafety level II. Terdapat mesin RT-PCR, PCR GeneXpert (TCM), mesin ekstraksi otomatis, biosafety cabinet level II (BSL II), autoclave, laminar air flow, freezer, dan alat pengubah air dari udara untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Kapasitas pemeriksaan mesin yang terdapat pada mobil itu sebanyak 94 spesimen untuk sekali proses. Keberadaan Mobil Lab PCR dapat membantu pemerintah Kabupaten Kudus dalam mengidentifikasi kondisi pasien yang terpapar COVID-19 sehingga memudahkan tim medis melakukan penanganan terhadap pasien yang terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Untuk pengoperasiannya juga didukung bantuan 5 tenaga analis dan 1 dokter spesialis patologi klinik. Sehingga banyaknya hasil penelusuran kontak dan pengetesan bisa diatasi dan rumah sakit juga lebih mudah serta cepat dalam penegakan diagnosis penyakitnya.

RSUD Loekmono Hadi telah memiliki laboratorium biomolekuler yang pengoperasiannya dengan metode real time polymerase chain reaction (RT-PCR) dengan dilengkapi alat ekstraksi RNA (ribonucleid acid) robotic. Kapasitas pemeriksaannya 400 spesimen per hari. (ant)