COVID-19 di Malang Melonjak: Rata-rata 10 Jenazah Dipulasara per Hari

Mohammad Arief Hidayat, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang menjadi salah satu rumah sakit rujukan utama penanganan COVID-19 di Jawa Timur. Pasien yang dirawat tidak hanya warga Malang Raya, namun sejumlah kota/kabupaten lainnya dan bahkan Surabaya.

Kepala Subbagian Humas RSSA Malang Donny Iryan mengingatkan, masyarakat harus terus tertib protokol kesehatan karena tren kasus COVID-19 belum turun. Bahkan, berdasarkan data Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSSA dalam tiga pekan terakhir ada 206 pasien meninggal dunia yang dipulasara dengan protokol kesehatan.

"Dari jumlah 206 pasien. Jika dibagi tiga pekan berarti per harinya ada sebanyak 9 hingga 10 jenazah COVID-19 yang kami terima," kata Donny, Senin, 24 Januari 2021.

Baca: Begini Cara COVID-19 Menginfeksi dan Merusak Paru-paru

Instalasi Kedokteran Forensik RSSA adalah pusat pemulasaran jenazah di Malang dengan protokol kesehatan. Rumah sakit milik Pemprov Jatim itu bahkan menambah relawan tenaga kesehatan sejumlah total 148 orang yang mereka rekrut dari berbagai latar pendidikan.

Rumah sakit itu juga menambah jumlah kasur isolasi/perawatan pasien COVID-19. Bahkan, beberapa di antaranya memodifikasi ruangan untuk ruang isolasi. Kini mereka memiliki 145 kasur isolasi sedangkan tingkat keterisian kasur sebanyak 137 pasien.

"Kami bisa rawat, kami bisa layani semua pasien yang masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) Incovid RSSA Malang. Kami juga tambah bed isolasi khusus Intensive Care Unit (ICU) dari 10 bed, saat ini bertambah menjadi 14 bed isolasi. Ruangan ICU difungsikan untuk merawat pasien COVID-19 yang sudah masuk kondisi kritis," katanya. (ase)