Update COVID-19 DKI 8 Maret: Tingkat Kesembuhan 96,2 Persen

Fikri Halim, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 352.208 kasus. Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 338.931.

"Tingkat kesembuhan 96,2 persen," kata Dwi di Jakarta, Senin, 8 Maret 2021.

Ia melanjutkan, total 5.838 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen. Sedangkan tingkat kematian di Indonesia sebesar 2,7 persen

Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan tes PCR sebanyak 12.990 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 11.041 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.783 positif dan 9.258 negatif.

"Untuk rate test PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 296.880. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 81.135. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 230 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 7.439 (orang yang masih dirawat/isolasi),” jelasnya.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 12,8 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,1 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

Baca juga: Pria Tanpa Identitas Tewas Terjatuh di Tunjungan Plaza Surabaya

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya.

"Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19," katanya.

Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI. Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki.

"Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahaan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta," katanya.

Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi COVID-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB.