COVID-19 DKI Melandai, Anies Baswedan: Kemenangan di Depan Mata

Agus Rahmat, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, bahwa kasus COVID-19 di Ibu Kota sudah semakin membaik. Kasus aktif saat ini relatif landai, di kisaran 6 ribu hingga 7 ribu. Jauh menurun dari beberapa bulan lalu yang mencapai angka 26 ribu kasus aktif.

Untuk itu, Anies meminta kepada warga Jakarta agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan COVID-19. Termasuk saat bulan suci Ramadhan 1422 H ini.

"Hari ini kemenangan di depan mata, kita sudah menuju kondisi yang lebih baik. Ada godaan mari kita tahan diri, mari kita tetap disiplin. Ini adalah perjuangan kita bersama. Kita serius disiplin menjalankan protokol kesehatan, tidak melanggar aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah," kata Anies dalam video pendek di laman akun Instagramnya, @aniesbaswedan dikutip Rabu, 13 April 2021.

Baca juga: Halau Pemudik Dini, Pemkot Bekasi Gelar Operasi Gabungan

Ia pun menceritakan kisah dari Perang Uhud di jaman Nabi Muhammad SAW. Kala itu, kemenangan umat muslimin melawan kafir quraisy sudah di depan mata. Namun, sebagian sahabat Rasulallah SAW meninggalkan lokasi atau pos perang.

Mereka tergoda mengambil ghonimah atau harta rampasan perang, sehingga meninggalkan amanah yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW.

"Akibatanya kemenangan di depan mata berbalik menjadi kekalahan," katanya.

Maka dari itu, setiap amanah atau pesan yang diberikan oleh pemerintah kepada warga DKI Jakarta dalam menerapkan protokol kesehatan, harus di jalankan lebih baik lagi. Agar wabah virus Corona yang sudah melandai ini tidak terjadi peningkatan kasus lagi.

"Ini semua adalah amant yang dititipkan yang diembankan kepada diri kita masing-masing dalam mengahadapi pandemi. Insya Allah bisa kita semua tegakkan amanat ini, insya Allah, Allah akan membantu kita mengalahkan COVID-19," katanya.

Lanjut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, bahwa di bulan puasa ini godaan dan cobaan begitu banyak. Seperti keinginan berkumpul kala beribadah, silaturahmi bersama saudara dan juga godaan hawa nafsu. Maka, momentum bulan Ramdhan menurutnya sebagai ujian untuk menahan godaan dan hawa nafsu.

"Kita memhon pertolangan Allah agar agar bisa menguatkan diri kita, agar di bulan suci Ramadhan ini, semoga Allah memberikan kejernihan berfikir, kemampuan kita untuk membedakan yang benar dengan yang yang salah, yang baik dengan yang buruk," katanya.