COVID-19 Juga Menular Lewat Air Mata Orang Terinfeksi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Meski ada studi spekulatif mengenai penyebaran COVID-19 melalui cairan tubuh, studi terbaru memberikan petunjuk bahwa hal itu mungkin saja terjadi.

Salah satu studi yang dilakukan oleh Amritsar's Government Medical College, menemukan bahwa air mata dari pasien yang terinfeksi COVID-19 berpotensi menularkan virus ke orang yang sehat.

Dikutip dari Times of India, menurut riset baru, para ahli menemukan bahwa, dari sampel database yang terkumpul dan dites penyebaran COVID-19, sekitar 17,5 persen menular melalui air mata.

Tujuan utama dari studi ini adalah mengevaluasi kehadiran virus di air mata dari pasien terinfeksi, meskipun mereka tidak menunjukkan manfestasi okular apapun.

Studi serupa, yang diterbitkan di Indian Journal of Opthalmology mengungkap bahwa virus menular bisa hadir di air mata dengan atau tanpa keterlibatan okular.

Berdasarkan temuan baru ini, para ahli juga mengatakan bahwa ada cara terbaru penularan COVID-19 yang perlu diwaspadai, dan para ahli kacamata, dokter mata, dan orang-orang yang bekerja di sektor perawatan personal seperti salon dan ahli kecantikan bisa berada pada risiko tinggi terinfeksi melalui cairan yang keluar dari mata.

Meski masih sedikit riset yang mengindikasikan penularan virus corona melalui air mata, ada beberapa studi yang diterbitkan selama beberapa tahun, yang menekankan bahwa, jenis virus berbeda bisa hadir di mata.

Para ahli menyebut bahwa jaringan bening yang menutupi area putih pada mata dan garis di dalam kelopak mata bisa terinfeksi virus yang berkaitan dengan flu biasa dan herpes. Hal itu terjadi karena mata secara langsung terpapar droplet yang dihasilkan saat batuk, bersin atau berbicara.

Selain itu, kebanyakan orang punya kebiasaan mengusap dan menyentuh mata. Ini bisa menjadi penjelasan valid dari kehadiran virus corona di air mata pasien yang terinfeksi.

Virus corona atau COVID-19 dapat menyebar melalui mata, sama halnya seperti virus itu menyebar melalui droplet pernapasan. Menyentuh air mata orang yang terinfeksi atau menyentuh permukaan di mana droplet mendarat bisa membuat Anda rentan terkena infeksi.

Menyentuh mata setelah menyentuh permukaan dengan virus di atasnya pun bisa meningkatkan risiko infeksi.

Meski konjungtivitas atau mata merah adalah salah satu gejala menonjol dari infeksi COVID-19, itu jarang terjadi. Tidak semua orang terinfeksi virus ini mengalami gejala tersebut jadi penting untuk melindungi diri sendiri. Meskipun orang yang terinfeksi tidak memiliki mata merah, dia mungkin menyebarkan virus ke orang sehat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel