Update Covid-19 Jumat 16 April: Positif 1.594.722, Sembuh 1.444.229, Meninggal 43.196

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Kasus baru positif Covid-19 pada hari ini, Jumat (16/4/2021) kembali bertambah. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan ada penambahan sebanyak 5.363, sehingga total kasus yang terkonfirmasi sejak Maret 2020 menjadi 1.594.722 orang.

Meski demikian, penambahan kasus positif diikuti juga dengan meningkatnya jumlah pasien sembuh dan telah dinyatakan negatif Covid-19.

Hingga saat ini dilaporkan ada penambahan 5.975 orang, sehingga jumlah keseluruhan kasus sembuh dari Covid-19 di Tanah Air mencapai 1.444.229 orang.

Sementara, kasus kematian di Tanah Air bertambah 123 orang. Jadi total keseluruhan secara nasional ada 43.196 orang yang meninggal akibat terpapar Covid-19.

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Kamis, 15 April 2021, pukul 12.00 WIB hingga hari ini, Jumat (16/4/2021) pada jam yang sama.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Satgas: Kasus Covid-19 Secara Global Naik 9 Persen

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan saat ini pandemi Covid-19 sedang tumbuh secara eksponensial. Hal ini ditandai dengan penambahan jumlah kasus yang konstan dalam jumlah besar.

"WHO mencatat kenaikan kasus global mencapai 9 persen dan menjadi peningkatan ketujuh kali berturut-turut dan angka kematian juga melonjak 5 persen," ujar Wiku dikutip dari siaran persnya, Jumat (16/4/2021).

Menurut dia, salah satu penyebabnya karena melonjaknya kasus Covid-19 yang ada di India. Wiku mengatakan lonjakan kasus di India ini diakibatkan kegiatan berkerumun yang tidak dilarang oleh pemerintah setempat.

Kendati begitu, dia mengklaim tren memprihatinkan di berbagai belahan dunia ini bertolak belakang dengan tren di Indonesia. Wiku menuturkan dalam beberapa bulan terakhir, kasus Covid-19 di Tanah Air berangsur membaik.

Berdasarkan data, kata dia, kasus positif virus corona di Indonesia turun sebesar 14,2 persen pada minggu ini. Selain itu, terjadi tren penurunan 17,6 persen pada penambahan kematian.

Namun, Wiku mengingatkan kondisi yang membaik ini bukan alasan untuk lengah. Dia meminta masyarakat tak menjadikan perkembangan ke arah yang lebih baik ini, sebagai alasan untuk bersikap acuh dan lalai.

Perjalanan Kasus Corona di Indonesia

ilustrasi virus corona covid-19 copyright by diy13 (Shutterstock)
ilustrasi virus corona covid-19 copyright by diy13 (Shutterstock)

Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tapi juga di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat dan ada faktor penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menyatakan pasien nomor 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan ruang isolasi.

Pemerintah kemudian melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang penyebarannya kian meluas. Di antaranya dengan mengeluarkan sejumlah aturan guna menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan-aturan itu dikeluarkan baik dalam bentuk peraturan presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP) hingga keputusan presiden (keppres)

Salah satunya Keppres Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Keppres ini diteken Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020. Gugus Tugas yang saat ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ini dibentuk dalam rangka menangani penyebaran virus Corona.

Gugus Tugas memiliki sejumlah tugas antara lain, melaksanakan rencana operasional percepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan virus Corona.

Sementara itu, status keadaan tertentu darurat penanganan virus Corona di Tanah Air ternyata telah diberlakukan sejak 28 Januari sampai 28 Februari 2020. Status ditetapkan pada saat rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat membahas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, karena skala makin besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Sebab, daerah-daerah di tanah air belum ada yang menetapkan status darurat Covid-9 di wilayah masing-masing.

Agus Wibowo menjelaskan jika daerah sudah menetapkan status keadaan darurat, maka status keadaan tertentu darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

Penanganan kasus virus corona (Covid 19) pun semakin intens dilakukan. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi sekaligus memberikan pengobatan terhadap mereka yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan situs covid19.go.id, sebanyak 140 rumah sakit di Tanah Air dijadikan rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Ada pula sejumlah tempat yang dijadikan rumah sakit darurat.

Salah satunya, pemerintah resmi menjadikan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai rumah sakit darurat untuk pasien Covid 19. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi, Senin 23 Maret 2020. Begitu dibuka, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran langsung menerima pasien.

Ada pula Rumah Sakit Darurat di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Pulau tersebut dulunya merupakan tempat penampungan warga Vietnam. Tempat tersebut telah dirapikan dan bisa menampung 460 pasien. Sejumlah tempat milik pemerintah lainnya juga dijadikan tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19.

Saksikan video pilihan di bawah ini: