COVID-19 Korsel Naik, Larangan Bertemu Lebih dari 4 Orang Diperluas Skala Nasional

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Seoul - Korea Selatan memperluas larangan pertemuan individu dalam jumlah yang lebih besar. Jumlah dibatasi, tidak boleh lebih dari empat orang bagi masyarakat di seluruh negeri, akibat penyebaran Corona COVID-19.

Selain itu, otoritas Korea Selatanmemutuskan untuk memperpanjang aturan jarak sosial -- yang lebih besar -- yang belum pernah terjadi sebelumnya di Seoul akibat jumlah kasus COVID-19 harian terus meningkat.

Korea Selatan telah mengalami lonjakan infeksi yang berkepanjangan selama gelombang terakhir, yang menyebabkan peningkatan tajam dalam kematian.

Negara itu melaporkan 1.020 kasus Virus Corona COVID-19 pada Minggu tengah malam, sehingga total menjadi 64.264 infeksi, dengan 981 kematian, demikian disampaikan oleh Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA).

Hanya 657 kasus dilaporkan selama akhir pekan. Seorang pejabat kesehatan mengatakan bahwa gelombang ketiga infeksi baru-baru ini sedang diatasi.

Aturan jarak sosial yang diperpanjang yang diberlakukan di Seoul dan daerah sekitarnya termasuk pembatasan gereja, restoran, kafe, resor ski, dan tempat lainnya.

Lebih dari 60 persen kasus berasal dari Seoul, Provinsi Gyeonggi dan kota Incheon, Korea Selatan dengan wabah cluster massal berpusat di sekitar panti jompo dan penjara.

Proses Percepatan Vaksinasi

Seorang wanita mengenakan masker berjalan di Gerbang utama Istana Gyeongbok, Seoul, Korea Selatan, Sabtu (22/2/2020). Di Korea Selatan hingga kini sudah ada dua kematian akibat virus corona. (AP Photo/Lee Jin-man)
Seorang wanita mengenakan masker berjalan di Gerbang utama Istana Gyeongbok, Seoul, Korea Selatan, Sabtu (22/2/2020). Di Korea Selatan hingga kini sudah ada dua kematian akibat virus corona. (AP Photo/Lee Jin-man)

Perdana Menteri Chung Sye-kyun menyerukan upaya habis-habisan untuk mempersiapkan program vaksinasi negara.

"KDCA harus benar-benar siap untuk seluruh proses saat vaksin tiba - distribusi, penyimpanan, inokulasi dan tindak lanjut," kata Chung dalam pertemuan pemerintah.

Dia juga meminta kementerian kesehatan, keselamatan dan transportasi terkait untuk membantu mempercepat proses tersebut agar tidak menghadapi masalah seperti yang terlihat di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa.

Negara itu berencana untuk memulai vaksinasi pada bulan Februari, dengan petugas kesehatan dan orang-orang yang rentan berada di urutan pertama.

Tetapi pemerintah telah dikritik untuk jadwal itu sehubungan dengan vaksinasi yang sedang berlangsung di Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Saksikan Video Berikut Ini: